Top

WHO dan mitra sepakati strategi bersama tangani wabah Ebola di RD Kongo

Source foto google

DILI, 10 Agustus 2026 (TATOLI)—   Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), mengatakan bahwa pihaknya dengan mitra penanggulangan lainnya telah menyepakati untuk menerapkan strategi bersama guna menghentikan peningkatan wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo (DRC – Democratic Republic Congo).

Wabah Ebola terbaru di Kongo telah menjadi wabah terbesar kedua di dunia berdasarkan jumlah infeksi yang tercatat.

Kongo telah melaporkan 3.973 kasus, dengan 1.801 kematian, sejak wabah tersebut dinyatakan merebak pada pertengahan Mei 2026, demikian laporan situasi terbaru dari Kementerian Kesehatan Kongo.

Berita terkait : Wabah Ebola di RD Kongo tewaskan 1.521 orang

Direktur Jenderal WHO Tedros Ghebreyesus dalam unggahan di X pada Kamis lalu, mengatakan bahwa pihaknya dan mitra sepakat tentang perlunya menyesuaikan respons dengan kecepatan dan lintasan wabah.

“Memperkuat koordinasi di bawah kepemimpinan pemerintah DRC, dan memastikan bahwa semua mitra bekerja sama untuk menerapkan strategi bersama kami untuk menghentikan wabah ini,” kata Ghebreyesus.

Ghebreyesus yang tiba di Kongo minggu ini untuk kedua kalinya sejak wabah dimulai mengatakan: “Kami sepakat tentang perlunya memperkuat kolaborasi di seluruh respons Ebola dan upaya kemanusiaan yang lebih luas.”

Epidemi itu telah memengaruhi 51 zona kesehatan di lima provinsi yakni Haut-Uele, Ituri, Kivu Utara, Kivu Selatan, dan Tshopo.

Ituri tetap menjadi pusat utama wabah, menyumbang 87,1 persen dari total kasus kumulatif.

WHO, bersama dengan para pejabat dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Afrika (Africa CDC) dan mitra lainnya, mengadakan pertemuan pada Rabu lalu dengan sejumlah pemimpin Kongo dan mitra penanggulangan di Kinshasa.

Pertemuan tersebut menyoroti perlunya terus melindungi dan mendukung petugas kesehatan dan pekerja komunitas di garda terdepan, termasuk dengan menyediakan peralatan pelindung diri yang memadai dan memberikan kompensasi atas pekerjaan mereka.

Ghebreyesus mengatakan WHO akan terus bekerja sama dengan pemerintah Kongo, CDC Afrika, dan mitra lainnya untuk memastikan bahwa respons tersebut sesuai dengan skala dan urgensi keadaan darurat.

Menurut CDC Africa, rencana aksi tanggap dan kesiapan menghadapi wabah Ebola di benua Afrika membutuhkan dana sebesar 1,4 miliar dolar AS.

Direktur Jenderal CDC Africa, Jean Kaseya, mengatakan bahwa lebih dari 420 juta dolar AS telah dimobilisasi untuk menahan wabah tersebut.

Dia mengatakan bahwa di bawah kepemimpinan pemerintah Kongo, para mitra sedang mengintensifkan deteksi dini, pelacakan kontak, akses ke perawatan berkualitas, dan keterlibatan dengan masyarakat.

Sementara itu, media lokal melaporkan bahwa pihak berwenang Kongo pada Rabu (05/8) mencegat satu kapal yang membawa sekitar 200 orang menuju ibu kota Kinshasa menyusul kematian mencurigakan yang berpotensi terkait dengan virus Ebola.

Kapal tersebut diberhentikan sekitar 65 kilometer dari ibu kota saat berlayar dari provinsi Tshopo, salah satu provinsi yang terdampak Ebola.

Otoritas kesehatan mengatakan laboratorium bergerak telah dikerahkan untuk memeriksa semua penumpang di kapal tersebut.

TATOLI kutip dari Antaranews dan Anadolu

Publisidade

Leave a Reply

Latest Post

error: Content is protected !!