St. Cecilia Balide jadi juara dua paduan suara Cross Border Fest 2026 di Atambua

ATAMBUA, 08 Agustus 2026 (TATOLI) – Kelompok Paduan Suara Santa Cecilia Balide yang mewakili Keuskupan Agung Dili dan Timor-Leste meraih juara kedua dalam Kompetisi Paduan Suara Garuda Sakti Cross Border Fest 2026 di Atambua, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT), Indonesia.
Berdasarkan hasil kompetisi yang diumumkan pada Jumat (07/08) malam, Santa Cecilia menempati posisi kedua dan membawa pulang hadiah Rp15 juta, piala serta piagam penghargaan.
Juara pertama diraih kelompok paduan suara Dekanat Belu Utara dengan hadiah Rp20 juta, piala dan piagam, sementara posisi ketiga ditempati Dekanat Kefamenanu dengan hadiah Rp10 juta, piala dan piagam.
Dekanat Malaka menempati peringkat keempat, sedangkan kelompok Paroki Santo António Lacluta yang mewakili Keuskupan Baucau, Timor-Leste, berada di posisi kelima. Keduanya masing-masing memperoleh piagam penghargaan.
Koordinator sekaligus Maestro Paduan Suara Santa Cecilia, Fidelis Xavier Pereira, mengaku bangga dan senang atas pencapaian kelompoknya, terlebih kompetisi tersebut merupakan pengalaman pertama mereka mengikuti Garuda Sakti Cross Border Fest di Atambua.

Kelompok Paduan Suara Santa Cecilia Balide yang mewakili Keuskupan Agung Dili dan Timor-Leste meraih juara kedua dalam Kompetisi Paduan Suara Garuda Sakti Cross Border Fest 2026 di Atambua, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT), Indonesia. Foto Tatoli/Cidalia Fátima
“Kami merasa bangga dan senang karena ini pertama kalinya mengikuti Cross Border Fest 2026 di Atambua. Hasil yang kami peroleh merupakan satu langkah penting untuk terus berusaha lebih baik dan melangkah maju, memberikan yang terbaik melalui talenta kami, khususnya dalam menyanyikan musik sakral,” kata Fidelis kepada TATOLI.
Menurutnya, sebagai kelompok yang mendapat kepercayaan untuk mewakili Keuskupan Agung Dili, pencapaian tersebut menjadi motivasi bagi para anggota untuk terus meningkatkan kemampuan.
“Kami mewakili Keuskupan Agung Dili, karena itu kami senang dan berterima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada kami. Kami berharap ke depan bisa mendapatkan hasil yang lebih baik lagi,” ujarnya.
Santa Cecilia mengikuti kompetisi dengan 30 anggota berusia 31 tahun ke atas. Selain mayoritas anggota Santa Cecilia, tim tersebut juga diperkuat anggota paduan suara dari Motael, Comoro dan Tasi Tolu untuk memenuhi kriteria peserta yang ditentukan penyelenggara.
Keikutsertaan Santa Cecilia Balide bersama Paroki Santo António Lacluta dari Keuskupan Baucau merupakan bagian dari partisipasi Timor-Leste dalam kompetisi paduan suara lintas batas yang difasilitasi Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Dili.
Lacluta utamakan pengalaman
Meskipun menempati posisi kelima, Pastor Paroki Santo António Lacluta, Salvador Gaspar Florindo, menilai keikutsertaan kelompoknya memberikan pengalaman berharga karena dapat mengambil bagian dalam kegiatan lintas negara yang mempertemukan Timor-Leste dan Indonesia.
“Kami bersyukur dapat berpartisipasi dalam kegiatan ini, terutama bisa mengambil bagian dalam kegiatan internasional antara Indonesia dan Timor-Leste. Ini merupakan pengalaman yang sangat berharga bagi kami. Bukan berarti kami harus menang, tetapi yang terpenting adalah mendapatkan pengalaman,” kata Pastor Salvador.
Ia menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak di Indonesia yang mendukung kegiatan tersebut serta jajaran Keuskupan Baucau yang memberikan kepercayaan kepada Paroki Santo António Lacluta untuk tampil di Atambua.
“Kami berterima kasih kepada seluruh jajaran di Indonesia dan juga kepada seluruh pihak dari keuskupan, khususnya Bapa Uskup, Vikaris Jenderal dan Kuria yang telah memberikan kepercayaan kepada kami. Kami bisa belajar dan mendapatkan lebih banyak pengalaman di negeri orang,” ujarnya.
Paroki Santo António Lacluta membawa 32 anggota paduan suara untuk mengikuti kompetisi. Bersama enam anggota Dewan Pastoral Paroki, keseluruhan delegasi dari Lacluta berjumlah 38 orang.
Kompetisi tersebut dinilai tiga juri dari Program Studi Pendidikan Musik Universitas Katolik Widya Mandira (UNWIRA) Kupang, yakni Paskalis Romy Langu, Stanislaus Sagai Tolan dan Yohanes Don Bosco Bakok.
Kegiatan ini juga turut dihadiri Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Belu, Januaria Nona Alo; Agen Konsul Timor-Leste di Atambua, Bonifâcio Fátima Martins Belo; Pelaksana Fungsi Penerangan, Sosial dan Budaya (PENSOSBUD) KBRI Dili, Ratu Yulya Chaerani, Ratu Yulya Chaerani; serta Vikaris Jenderal Keuskupan Agung Dili, Pastor Graciano Santos Barros.
Kompetisi paduan suara merupakan salah satu rangkaian Garuda Sakti Cross Border Fest 2026 yang mempertemukan peserta dari Timor-Leste dan Indonesia melalui seni dan musik.
Reporter: Cidalia Fátima
Editor : Armandina Moniz

