Top

St. Cecilia dan Paroki Lacluta Wakili TL di Cross Border Fest 2026 Atambua  

Pastor Paroki Santo António Lacluta, Pastor Salvador Gaspar Florindo. Foto Tatoli/Cidalia Fátima

ATAMBUA,  07 Agustus 2026 (TATOLI) – Kelompok Paduan Suara Santa Cecilia dari Keuskupan Agung Dili dan Paduan Suara Paroki Santo António Lacluta dari Keuskupan Baucau mewakili Timor-Leste dalam kompetisi paduan suara Garuda Sakti Cross Border Fest 2026 yang berlangsung di Atambua, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT), Indonesia.

Partisipasi kelompok paduan suara Timor-Leste dalam kompetisi tersebut mendapat fasilitasi dan dukungan dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Dili, setelah Kementerian Pariwisata Republik Indonesia (Kemenpar RI) mengundang KBRI untuk mempersiapkan dan memfasilitasi perwakilan Timor-Leste dalam kompetisi paduan suara tersebut.

Menindaklanjuti undangan itu, KBRI Dili berkoordinasi dengan Sekretariat Negara Seni dan Budaya (SEAK) Timor-Leste serta tiga keuskupan, yakni Keuskupan Agung Dili, Keuskupan Baucau dan Keuskupan Bobonaro, untuk memilih kelompok paduan suara yang akan mewakili Timor-Leste.

Awalnya, perwakilan dari ketiga keuskupan tersebut direncanakan mengikuti kompetisi. Namun, perwakilan dari Bobonaro akhirnya tidak dapat hadir sehingga Timor-Leste hanya diwakili dua kelompok, yakni Santa Cecilia dari Keuskupan Agung Dili dan Paroki Santo António Lacluta dari Keuskupan Baucau.

Selain kedua kelompok yang mengikuti kompetisi, Paduan Suara Universidade Católica Timorense (UCT) Dili juga hadir dalam Garuda Sakti Cross Border Fest 2026 sebagai kelompok undangan untuk mengisi dan memeriahkan rangkaian acara.

Agen Konsul Timor-Leste di Atambua, Indonesia, Bonifâcio Fátima Martins Belo, mengatakan dirinya merasa senang karena Timor-Leste dapat berpartisipasi dalam festival yang melibatkan kedua negara dan berharap para perwakilan Timor-Leste dapat menunjukkan kemampuan terbaik mereka.

“Sebagai perwakilan negara di sini, saya merasa sangat senang karena kita dapat berpartisipasi dalam festival ini. Saya berharap para pendukung dan peserta kita dapat bernyanyi dengan baik untuk mewakili Timor-Leste dalam kegiatan penting ini,” kata Bonifâcio kepada TATOLI.

Foto Tatoli/Cidalia Fátima

Ia menilai partisipasi Timor-Leste dalam festival tersebut penting, tidak hanya dari aspek seni dan budaya, tetapi juga sebagai kesempatan untuk memperkuat hubungan antara Timor-Leste dan Indonesia, terutama masyarakat yang tinggal di kawasan perbatasan.

Pastor Paroki Santo António Lacluta, Pastor Salvador Gaspar Florindo, mengatakan Keuskupan Baucau memberikan kepercayaan kepada Paroki Lacluta untuk mewakili keuskupan tersebut dalam kompetisi paduan suara di Atambua.

“Kami datang ke sini membawa umat dari Paroki Santo António Lacluta, khususnya 32 anggota paduan suara dari Santo António Lacluta untuk mewakili umat dan Keuskupan Baucau dalam kompetisi vokal grup di Atambua,” kata Pastor Salvador.

Ia menyampaikan terima kasih kepada Uskup Keuskupan Baucau yang telah memberikan kepercayaan kepada Paroki Lacluta, serta kepada Vikaris Jenderal, Kuria dan para pastor di keuskupan tersebut yang mendukung partisipasi mereka.

“Kami sangat berterima kasih kepada Bapa Uskup yang telah memberikan kepercayaan kepada Paroki Lacluta untuk mewakili Keuskupan Baucau dalam kompetisi vokal grup di Atambua,” ujarnya.

Pastor Salvador juga menyampaikan terima kasih kepada pihak Notariat di Viqueque, Dili dan Aileu yang membantu delegasi selama proses persiapan dokumen, terutama dalam pengurusan paspor bagi para anggota.

Ia menjelaskan kelompok paduan suara dari Lacluta membawa 32 anggota untuk mengikuti kompetisi. Selain itu, enam anggota Dewan Pastoral Paroki (KPP) Lacluta turut bergabung dalam delegasi sehingga jumlah keseluruhan mencapai 38 orang.

Menurut Pastor Salvador, kepercayaan untuk membawa nama Keuskupan Baucau menjadi tanggung jawab besar bagi mereka. Karena itu, kelompok tersebut melakukan persiapan selama satu bulan sebelum berangkat ke Atambua.

Santa Cecilia bawa 30 anggota

Sementara itu, Koordinator sekaligus Maestro Paduan Suara Santa Cecilia, Fidelis Xavier Pereira, mengatakan kelompoknya mendapat kepercayaan dari Keuskupan Agung Dili dan Sekretariat Negara Seni dan Budaya untuk mewakili Timor-Leste dalam kompetisi paduan suara Garuda Sakti Cross Border Fest 2026.

Ia menjelaskan tim yang membawa nama Keuskupan Agung Dili tidak hanya terdiri dari anggota Santa Cecilia karena kompetisi menetapkan kriteria bahwa peserta harus berusia 31 tahun ke atas.

Karena sebagian anggota Santa Cecilia belum memenuhi kriteria usia tersebut, mereka juga mengundang anggota paduan suara dari Motael, Comoro dan Tasi Tolu untuk bergabung dalam tim.

“Kami mengundang rekan-rekan dari paduan suara Motael, Comoro dan Tasi Tolu, kemudian bersama-sama bergabung dalam tim ini dengan mayoritas anggota Paduan Suara Santa Cecilia. Kami berlatih bersama dan mempersiapkan diri dengan baik untuk memenuhi undangan dari Indonesia kepada kita,” ujarnya.

Tim Santa Cecilia yang mewakili Keuskupan Agung Dili terdiri dari 30 anggota berusia 31 tahun ke atas.

Fidelis mengatakan kepercayaan yang diberikan kepada mereka menimbulkan rasa bangga sekaligus menjadi tanggung jawab besar untuk membawa nama Timor-Leste dalam kegiatan yang diselenggarakan di negara tetangga tersebut.

“Kami merasa bangga karena ini merupakan sebuah kepercayaan sekaligus tanggung jawab. Sebagai orang Timor dan generasi muda, kami siap dan berpegang pada ungkapan bahwa ‘bernyanyi untuk Tuhan satu kali sama dengan berdoa dua kali’. Karena itu, kami siap membawa nama Keuskupan Agung Dili dan Negara RDTL melalui kompetisi paduan suara ini agar dapat mengharumkan nama kita di negara tetangga,” kata Fidelis.

Kompetisi paduan suara tersebut juga melibatkan kelompok dari Indonesia, termasuk perwakilan dari Belu, Malaka dan Timor Tengah Utara (TTU), yang berkompetisi bersama perwakilan Timor-Leste.

Hasil akhir kompetisi paduan suara akan diumumkan pada Jumat malam, 07 Agustus 2026, sebagai bagian dari rangkaian program Garuda Sakti Cross Border Fest 2026.

Reporter: Cidalia Fátima

Editor  : Armandina Moniz 

Publisidade

Leave a Reply

Latest Post

error: Content is protected !!