iklan

HEADLINE, SOSIAL INKLUSIF

Restorasi Kemerdekaan ke-23 : Horta hormati warisan Romo Maubere dalam Perjuangan Rakyat

Restorasi Kemerdekaan ke-23 : Horta hormati warisan Romo Maubere dalam Perjuangan Rakyat

Upacara peringatan HUT Restorasi Kemerdekaan Timor-Leste ke – 23, yang digelar di Istana Kepresidenan, Bairro Pite, Dili, selasa (20/05). Foto Tatoli/Antonio Daciparu

DILI, 20 Mei 2025 (TATOLI)– Presiden Republik Demokratik Timor-Leste, José Ramos Horta, mengenang secara khusus sosok mendiang Romo Domingos Soares yang lebih dikenal sebagai Romo Maubere atau “Amu Du” dalam pidato kenegaraan pada peringatan 23 Tahun Restorasi Kemerdekaan Timor-Leste.

Momen penghormatan itu menjadi salah satu bagian paling menyentuh dari perayaan tahunan yang sarat makna sejarah dan spiritualitas. “Suatu kebetulan yang menyakitkan,” ujar Presiden Horta merujuk pada kepergian Romo Maubere yang bersamaan waktunya dengan peringatan nasional yang digelar di Istana Kepresidenan.

Horta menyebut Amu Du sebagai sosok yang dikenang oleh seluruh rakyat Timor karena ketulusannya dalam memperjuangkan keadilan sosial dan keberpihakan pada mereka yang terpinggirkan.

Presiden Horta mengisahkan kedekatan personalnya dengan Romo Maubere, yang terjalin melalui persahabatan dan dialog yang konsisten selama bertahun-tahun.

Ia mengenang semangat serta keberanian Romo Maubere dalam menyampaikan pesan dan permohonan sering kali melalui pesan WhatsApp mewakili suara rakyat kecil.

Mendiang Romo Domingos Soares Maubere. Foto medsos

Ia menambahkan bahwa Romo Maubere secara terus-menerus mengingatkan pemerintah tentang kenyataan pahit yang dihadapi masyarakat yang hidup dalam kemiskinan, keterbatasan gizi, pengucilan sosial, dan kekurangan akses terhadap kesempatan hidup yang layak.

Presiden Horta menegaskan bahwa Amu Du adalah pribadi yang tak kenal lelah dalam memperjuangkan keadilan. Keteguhan hati dan kepeduliannya terhadap penderitaan sesama menjadikannya tokoh spiritual sekaligus aktivis sosial yang langka.

“Tanpa diragukan lagi, beliau adalah sosok yang unik dan murah hati, yang kita kenang hari ini dengan rasa terima kasih yang mendalam,” kata Horta.

Lebih dari sekadar pemuka agama, Romo Maubere juga tercatat sebagai figur penting dalam sejarah perjuangan kemerdekaan Timor-Leste. Horta juga mengenang peran sentral Romo Maubere dalam penyelenggaraan Pertemuan Dewan Nasional Perlawanan Timor (CNRT) di Peniche, Portugal, tahun 1998.

Pertemuan itu menjadi tonggak penting dalam menyatukan kekuatan rakyat Timor untuk memperjuangkan penentuan nasib sendiri.

Mengakhiri penghormatannya, Horta mengajak seluruh rakyat Timor-Leste untuk memperbarui komitmen terhadap nilai-nilai yang diperjuangkan oleh Pastor Maubere seperti nilai solidaritas, keadilan, dan kasih yang berpihak kepada kaum lemah.

“‘Amu Du’, (Romo Domingos) beristirahatlah dengan tenang, bersama Bapa yang Kekal, yang sangat mencintai rakyatnya,” papar  Presiden Horta dengan menegaskan bahwa warisan spiritual dan perjuangan sosial Romo Maubere akan tetap hidup dalam nurani bangsa.

Reporter : Cidalia Fátima

Editor     : Armandina Moniz  

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!