iklan

SOSIAL INKLUSIF

Pemerintah Timor-Leste belum berikan sertifikat kepemilikan tanah kepada masyarakat

Pemerintah Timor-Leste belum berikan sertifikat kepemilikan tanah kepada masyarakat

Menteri Kehakiman, Tiago Sarmento Amaral, menyerahkan sertifikat hak milik tanah kepada warga di Daerah Administratif Spesial Oé-Cusse Ambeno (RAEOA), minggu (27/11). Media ZEESM

DILI, 23 februari 2024 (TATOLI)—Pemerintah Timor-Leste, sejak Timor-Leste merestoarsikan kemerdekaan hingga saat ini, belum pernah memberikan sertifikat kepemilikan tanah secara ersmi kepada masyarakat.

Berita Terkait: 2023: SETP menerima hasil sewa tanah negera sebesar $5

Sekretaris Negara Tanah dan Properti, Jaime Xavier Lopes. Foto Tatoli/Francisco Sony.

“Ini adalah isu yang diangkat oleh seluruh masyarakat karena sampai saat ini belum ada seritifkat kepemilikan resmi, tetapi di Timor-Leste, Pemerintah telah menyiapkan dekrit untuk surat pengakuan hak,” kata Sekretaris Negara Tanah dan Properti (SET-Tetun), Jaime Xavier Lopes, kepada tatoli di kantor SETP.

Surat Pengakuan Hak tanah adalah dokumen yang menerangkan kepemilikan seseorang atau lembaga atas bidang tanah yang belum bersertifikat.

“Dalam seritifikat ini dijelaskan siapa yang bermukim di tanah tersebut, bertetangga dengan siapa, luas tanah dan lainnya, tapi ini bukan sertifikat tanah seperti yang didapatkan pada masa kependudukan Indonesia dan Portugál,” ucapnya.

Hal ini sangat berbeda dengan zaman Indonesia yang memiliki berbagai bentuk sertifikat seperti Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB), Sertifikat Hak Milik (SHM), Sertifikat Hak Satuan Rumah Susun (SHSRS) serta Hak Pengelolaan Lahan.

SETP akan berupaya untuk melakukan membuat undang-undang tambahan lainnya agar di masa mendatang bisa melengkapi proses pemberikan sertifikat tanah pada masyarakat Timor-Leste, karena hal ini sudah menjadi bagian dari politik Pemerintah.

Selain itu, bagi masyarakat yang saat ini menempati tanah negara, sesuai hokum yang berlaku, mereka harus bekewajiban untuk mengikuti prosedur penyewaan tanah negara.

Sebelumnya pda proyek Sistem Kadaster Nasional (SNC) telah memulai survei, pendaftaran dan pengelolaan informasi kadaster, serta mengembangkan perangkat lunak khusus untuk kadaster di Timor-Leste.

Dalam survei tersenut ada pendaftaran untuk lebih dari 310.000 pernyataan kepemilikan, penyelenggaraan lebih dari 6.000 pertemuan sosialisasi, migrasi dan pemutakhiran lebih dari 50.000 catatan kadaster, pembuatan hampir 5.000 peta kadaster.

Reporter : Cidalia Fátima

Editor      : Cancio Ximenes

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!