Presiden Ramos-Horta dan Presiden Vietnam bahas perluasan kerja sama di berbagai bidang

DILI, 24 September 2026 (TATOLI) – Presiden Republik sekaligus penerima Penghargaan Nobel Perdamaian, Jose Ramos-Horta, mengadakan pertemuan bilateral dengan Presiden Republik Sosialis Vietnam dan juga sebagai Sekretaris Jenderal Komite Sentral Partai Komunis Vietnam, Tô Lâm di sela-sela Sidang ke-81 Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa di New York.
Berdasarkan Laman Kepresidenan Republik, disebutkan bahwa dalam pertemuan yang dilakukan pada Selasa (22/09) itu, Presiden Ramos-Horta menyampaikan apresiasi yang tinggi atas perkembangan positif hubungan antara Timor-Leste dan Vietnam, seraya menyoroti penguatan kepercayaan politik serta perluasan kerja sama bilateral di berbagai bidang.
Kepala Negara Timor-Leste menyatakan kekagumannya terhadap pembangunan Vietnam yang pesat dan berkelanjutan, serta memandang pengalaman pembangunan Vietnam sebagai sumber inspirasi penting bagi Timor-Leste.
Selain itu, Presiden Republik juga menyampaikan terima kasih kepada Vietnam atas dukungan dan kemitraan yang berkelanjutan dalam proses pembangunan Timor-Leste, maupun dalam upaya integrasi negara tersebut di tingkat regional dan internasional.
Presiden Ramos-Horta menegaskan kembali komitmennya untuk terus mendorong kerja sama bilateral yang semakin substansial, praktis, dan efektif, serta menyampaikan bahwa sebagai langkah awal, kedua belah pihak akan mengadakan pertemuan pertama Komisi Bilateral Bersama yang bertujuan untuk mengkaji rencana dan bidang-bidang kerja sama yang spesifik.
Presiden Republik juga menyoroti, di antara bidang-bidang yang akan dipertimbangkan, dukungan Vietnam terhadap penguatan kemandirian ekonomi Timor-Leste, pengembangan sektor swasta, peningkatan kapasitas kelembagaan, serta pembangunan infrastruktur.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal Komite Sentral Partai Komunis Vietnam sekaligus Presiden Republik Sosialis Vietnam, Tô Lâm, menegaskan kembali bahwa Vietnam sangat mementingkan penguatan persahabatan dan kerja sama di berbagai bidang dengan Timor-Leste, serta menyatakan keinginan untuk memperdalam hubungan bilateral agar menjadi semakin substantif dan efektif.
Presiden Lâm menyampaikan apresiasi atas hasil kunjungan resmi Perdana Menteri Timor-Leste ke Vietnam dan partisipasinya dalam ASEAN Future Forum ke-III yang diselenggarakan pada bulan Juni 2026.
Presiden Lâm menekankan perlunya kedua belah pihak untuk terus mengoordinasikan upaya mereka secara erat serta melaksanakan secara efektif berbagai kesepakatan dan pemahaman tingkat tinggi yang telah dicapai. Beliau mendorong penguatan pertukaran delegasi dan kontak di semua tingkatan guna menciptakan momentum baru bagi kerja sama bilateral.
Ia menyerukan peningkatan kerja sama yang substansial di bidang ekonomi, perdagangan, investasi, pertanian, telekomunikasi, pendidikan dan pelatihan, serta pertukaran antarwarga.
Presiden Lâm menegaskan kembali kesiapan Vietnam untuk terus berbagi pengalaman dan mendukung Timor-Leste dalam memperkuat perannya sebagai anggota ASEAN, dalam persiapan memegang keketuaan organisasi tersebut pada tahun 2029, serta dalam memperdalam integrasi regionalnya.
Kedua pemimpin mencapai sejumlah kesepahaman dan komitmen. Mereka sepakat untuk memperkuat konsultasi, koordinasi, dan saling mendukung di dalam ASEAN, Perserikatan Bangsa-Bangsa, serta berbagai forum regional dan internasional lainnya.
Keduanya juga berkomitmen untuk berkontribusi dalam memperkuat solidaritas dan sentralitas ASEAN, serta memajukan multilateralisme dan penghormatan terhadap hukum internasional. Kedua belah pihak menegaskan kembali tekad mereka untuk mendorong perdamaian, stabilitas, kerja sama, dan pembangunan di kawasan.
Selain itu, Kedua Kepala Negara juga sepakat untuk berkoordinasi erat dalam penyelenggaraan kegiatan peringatan 25 tahun pembentukan hubungan diplomatik antara Timor-Leste dan Vietnam, yang akan dirayakan pada tahun 2027. Terakhir, mereka sepakat untuk menindaklanjuti pertemuan pertama Komisi Bilateral Bersama guna merumuskan rencana dan bidang-bidang spesifik bagi peningkatan kerja sama bilateral.
Tim TATOLI

