DILI, 03 september 2022 (TATOLI)— Direktur Eksekutif Rumah Sakit Nasional Guido Valadares (HNGV), Alito Soares, mengatakan mesin cuci darah di Rumah Sakit Nasional kembali beroperasi setelah diperbaiki mesin filter air.
“Alat RO filter, jumat ini telah tiba dari Indonesia. Dan tim kami langsung memperbaiki dengan memasangnya. Sehingga, mesin kembali beroperasi dan mulai melayani pasien cuci darah,” kata Direktur Alito Soares pada wartawan di HNGV, jumat.
Dijelaskan, mesin RO filter dibeli dari perusahaan Inti Sumber di Indonesia pada 31 agustus, dan jumat ini tiba di Timor-Leste (TL).
Rumah sakit HNGV melalui Departemen Hemodialisis, mulai langsung melayani pasien penyakit ginjal.
Tim medis dari Departamen tersebut mulai melakukan pelayanan prioritas pada pasien dalam keadaan kritis. Sehingga para pasien dengan keadaan kritis tidak lagi dikirim ke rumah sakit Kupang, Indonesia.
Berita terkait : Mesin filter air rusak, HNGV akan rujuk pasien cuci darah ke kupang
Sementara itu, 96 pasien cuci darah, sangat legah dan bersyukur karena mesin cuci darah di HNGV mulai beroperasi untuk menyelamatkan nyawa mereka.
“Kami berterima kasih kepada HNGV karena semua usaha, mesin tersebut mulai berfungsi, sehingga dapat melayani kami pasien untuk cuci darah,” kata pasien cuci darah, Valentino Araújo.
Berdasarkan observasi TATOLI di HNGV, pasien yang dalam keadaan kritis dilayani pertama untuk cuci darah.
HNGV akan memasang 20 mesin cuci darah
Selain itu, Direktur Alito Soares menginformasikan bahwa, HNGV akan memasang lagi 20 mesin cuci darah, agar dapat menanggani pasien yang membutuhkan.
“Ada Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2022, untuk memasang 20 mesin, agar dapat melayani pasien cuci darah dengan lebih baik lagi,” ujarnya.
Dijelaskan, meskipun HNGV menghadapi banyak tantangan namun pihaknya akan berusaha untuk memfasilitasi peralatan dalam melayani pasien dengan baik.
“Hingga saat ini, mesin cuci darah berjumlah 12 unit. Namun kita menginginkan untuk kedepannya dan mencari solusi juga agar RO filter air tidak menjadi ancaman bagi pasien,” tuturnya.
Saat ini perusahaan Inti Sumber melakukan rehabilitasi pada tempat dan gedung hemodialisis agar dapat memasang 20 unit untuk menangapi kebutuhan pasien.
Sebelumnya, Mesin Filter air yang dikenal dengan nama RO (Reverse Osmosis) rusak, sehingga mesin cuci darah di Rumah Sakit Nasional Guido Valadares (HNGV) tidak bisa digunakan. Jadi, Kementerian Kesehatan berencana akan merujuk para pasien akan berobat ke Rumah Sakit Siloam, Kupang, Indonesia.
Reporter : Mirandolina Barros Soares
Editor : Armandina Moniz




