iklan

EKONOMI, POLITIK, INTERNASIONAL, DILI, HEADLINE, SOSIAL INKLUSIF

Juli 2022 : Misi Pencari Fakta selesaikan penilaian Timor-Leste aksesi ASEAN  

Juli 2022 : Misi Pencari Fakta selesaikan penilaian Timor-Leste aksesi ASEAN   

Sekretaris Negara untuk Pemuda dan Olahraga, Abrão Saldanha bertemu Duta Besar Republik Indonesia di Timor-Leste, Okto Dorinus Manik di kantor SEJD Lecidere, selasa ini. Foto Tatoli

DILI, 06 juli 2022 (TATOLI)—Misi Pencari Fakta (FFM-Fact Finding Mission) dari ASEAN (Pehimpunan Bangsa-bangsa Asia Tenggara) pada akhir juli 2022 ini akan segera menyelesaikan assessment atau penilaian pada Timor-Leste dalam tiga pilar utama ASEAN (Pehimpunan Bangsa-bangsa Asia Tenggara).

Tiga Pilar utama ASEAN yaitu, pertama, Komunitas Keamanan ASEAN (ASEAN Security Community), kedua, Komunitas Ekonomi ASEAN (ASEAN Economic Community) dan terakhir, Komunitas Sosio-Kultural ASEAN (ASEAN Socio-Cultural Community)

Berita terkait : Singapura siap dukung Timor-Leste gabung  jadi anggota ASEAN

Direktur Umum untuk ASEAN dari Kementerian Luar Negeri dan Kerjasama (MNEK – tetum), Milena Rangel mengatakan,  FFM untuk Pilar Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) akan mengunjungi Timor-Leste pada 18 sampai 22 juli 2022. Artinya ini akan melengkapi semua assessment yang diperlukan.

Dikatakan, selain itu FFM ASEAN tentang komunitas Sosial-Budaya ASEAN telah tiba di Timor-Leste pada 6-9 Juli 2022 untuk menilai kesiapan teknis Timor-Leste sedangkan komunitas Pilar Keamanan Politik ASEAN telah melakukan FFM pada september 2019.

Berita terkait : Thailand konsisten dukung Timor-Leste jadi anggota ASEAN

“Saat ini kita baru memulai pilar untuk Sosial dan Budaya dan tidak sampai dua minggu kita akan menyambut pilar Ekonomi. Jadi, tiga pilar ini telah melengkapi assessment mereka secara fisik di Timor-Leste,” jelas Milena Rangel dalam konferensi pers di kantor MNEK, Pantai Kelapa, rabu ini.

Timor-Leste, katanya menyambut dua FFM ASEAN yang tersisa tentang Komunitas Sosial Budaya ASEAN dan Komunitas Ekonomi ASEAN dan menantikan hasil yang jelas dan keputusan positif dari Negara-negara Anggota ASEAN mengenai aksesi Timor-Leste.

Dijelaskan, setelah dilakukannnya FFM, maka hasil dari assessment ini akan diberikan pada ASEAN Coordinating Council Working Group on Timor Leste’s ASEAN Membership Application (ACCWG – TL) atau Kelompok Kerja Dewan Koordinasi ASEAN tentang Aplikasi Keanggotaan Timor Leste yang terdiri dari setiap pilar.

Berita terkait : Keputusan KTT ASEAN akan tentukan nasib Timor-Leste masuk ASEAN

Selain itu, hasil akhirnya akan didiskusikan di Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN yang dijadwalkan akan berlansung pada Oktober dan November tahun ini.

“Secara teknis kita sudah mempersiapkan semuanya dan ini ada di tangan kesepuluh anggota ASEAN tetapi dengan assessment ini bisa dibilang proses aksesi kita mendapatkan pertimbangan yang cukup kuat,” ungkapnya.

Timor-Leste saat ini memiliki misi diplomatik di semua Negara Anggota ASEAN. Selain itu, Timor-Leste secara aktif berpartisipasi dalam pertemuan Forum Regional ASEAN (ARF) sejak tahun 2005.

Selanjutnya, Timor-Leste adalah penandatangan Traktat Persahabatan dan Kerjasama di Asia Tenggara (TAC) dari tahun 2007 dan selama dua tahun terakhir  aktif berpartisipasi dalam kegiatan non-policy making ASEAN.

Diketahui tiga pilar ini memiliki tujuannya sendiri dimana pilar Politik-Keamanan bertujuan untuk memastikan perdamaian regional dan lingkungan yang adil, demokratis, dan harmonis. Komunitas Sosial Budaya ASEAN adalah tentang mewujudkan potensi penuh warga negara ASEAN.

Pilar Ekonomi adalah realisasi dari tujuan akhir integrasi ekonomi kawasan. Ini membayangkan ASEAN sebagai pasar tunggal dan basis produk, kawasan yang sangat kompetitif, dengan pembangunan ekonomi yang adil, dan terintegrasi penuh ke dalam ekonomi global.

ASEAN, didirikan pada tanggal 8 Agustus 1967 di Bangkok, Thailand, dengan ditandatanganinya Deklarasi ASEAN (Bangkok Declaration) oleh para Founding Fathers ASEAN, yaitu Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura dan Thailand.

Brunei Darussalam kemudian bergabung pada 7 Januari 1984, Vietnam pada 28 Juli 1995, Laos dan Myanmar (23 Juli 1997), dan Kamboja (30 April 1999).

Reporter: Cidalia Fátima

Editor    : Armandina Moniz

 

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!