Penggunaan Kekayaan yang Bijaksana : Intensi doa Paus Leo di bulan November 2026

DILI, 05 November 2026 (TATOLI) – Pemimpin Gereja Katolik, Paus Leo XIV, mengajak umat Katolik di seluruh dunia untuk mendoakan intensi doa bulan November 2026, dengan memberikan perhatian khusus pada penggunaan kekayaan secara benar, bertanggung jawab dan bijaksana.
Dalam pesan video yang dipublikasikan oleh Vatican News, disebutkan bahwa, melalui intensi doa bulanan yang disampaikan lewat Jaringan Doa Sedunia Paus (Pope’s Worldwide Prayer Network), Bapa Suci mengingatkan bahwa kekayaan sejati tidak ditemukan dalam menumpuk harta atau mengumpulkan sebanyak mungkin kepemilikan, melainkan dalam kesediaan berbagi dengan penuh kasih.
Paus Leo mengingatkan bahwa segala sesuatu yang dimiliki sesungguhnya berasal dari Tuhan. “ Tanah yang subur, talenta, kemampuan, hingga hasil kerja dan pengorbanan generasi sebelum kita. Tidak ada sesuatu pun yang sepenuhnya menjadi milik kita sendiri. Segalanya adalah anugerah yang harus dibagikan,” kata Paus.
Namun, kekayaan juga dapat mengeraskan hati manusia. Keinginan untuk terus memiliki dan mengumpulkan harta bisa membuat seseorang terjebak dalam keegoisan, menyalahgunakan kekayaan sebagai alat kekuasaan, serta melupakan mereka yang hidup dalam kemiskinan dan membutuhkan pertolongan.
Dalam doanya, Paus Leo XIV memohon pengampunan Tuhan. “Ampunilah kami karena menimbun kekayaan alih-alih berbagi, karena menggunakan harta sebagai kekuasaan dan bukan sebagai pelayanan”.
Paus kemudian mengingatkan bahwa Yesus mengajarkan kekayaan sejati bukan terletak pada apa yang kita simpan, melainkan pada apa yang kita berikan dengan penuh kasih.
Hati yang tidak diperbudak oleh harta benda akan membuka jalan bagi keadilan, meruntuhkan tembok ketidakpedulian, dan menumbuhkan harapan bagi kaum miskin.
Karena itu, Paus Leo XIV mengajak umat agar uang, waktu, talenta, dan berbagai kesempatan yang dimiliki dapat menjadi sarana persaudaraan dan pelayanan kepada sesama.
Setiap keputusan dalam kehidupan hendaknya lahir dari hati yang bebas, tidak diperbudak oleh keserakahan, serta diarahkan untuk membangun masa depan yang lebih adil dan damai.
Pesan bagi umat katolik
Pesan Paus ini mengingatkan semua orang bahwa memiliki kekayaan bukanlah dosa. Namun, kekayaan membawa tanggung jawab moral.
Gereja Katolik tidak mengajarkan bahwa harta benda harus dibenci atau bahwa orang kaya otomatis bersalah. Sebaliknya, harta dan kekayaan harus dikelola secara bertanggung jawab, digunakan untuk kebaikan bersama, dan tidak boleh membuat manusia melupakan Allah maupun sesamanya.
Sebagaimana diajarkan Yesus: “Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada.” (Matius 6:21).
Maka, pertanyaan penting bagi setiap orang Kristiani bukan hanya berapa banyak kekayaan yang berhasil dikumpulkan, tetapi juga berapa banyak kasih yang telah diwujudkan melalui kekayaan tersebut.
“Jangan sampai tangan kita penuh dengan harta, tetapi hati kita kosong dari kasih. Mari menjadikan uang, waktu, kemampuan, dan kesempatan sebagai sarana untuk melayani Tuhan dan sesama,” kata Paus Leo.
Program intensi doa bulanan ini dipromosikan oleh Pope’s Worldwide Prayer Network, sebuah karya kepausan yang mengajak umat Katolik untuk berdoa dan menanggapi berbagai tantangan kemanusiaan di dunia.
TATOLI kutip dari Vatikan News

