Top

Kunjungan kenegaraan ke Korea, Presiden Ramos-Horta dijadwalkan bertemu Presiden Lee Jae Myung

Presiden Republik, Jose Ramos - Horta. Foto TATOLI/Egas Cristóvão

DILI, 04 November 2026 (TATOLI) –  Presiden Republik dan peraih Nobel Perdamaian, Jose Ramos -Horta, pada tanggal 05 – 07 November 2026, akan melakukan  kunjungan kenegaraan ke Korea Selatan. Dalam kunjungan itu, Kepala Negara Timor-Leste dijadwalkan akan bertemu Presiden Korea, Lee Jae Myung.

Presiden Republik Ramos-Horta, dalam kunjungan ke Korea, atas undangan resmi dari Presiden Lee Jae Myung. Dimana, kunjungan tersebut menandai kunjungan bilateral resmi pertama seorang Presiden Timor-Leste ke Republik Korea (ROK) sejak terjalinnya hubungan diplomatik antara kedua negara pada tahun 2002.

Melansir Laman Kepresidenan Republik, disebutkan bahwa kunjungan tersebut  juga berlangsung menjelang peringatan 25 tahun hubungan diplomatik antara Timor-Leste dan ROK pada tahun 2027, yang merupakan tonggak penting dalam persahabatan dan kemitraan jangka panjang antara kedua negara.

Selama 25 tahun terakhir—termasuk saat menjabat sebagai Menteri Luar Negeri, Presiden, maupun setelah tidak lagi menjabat sebagai Presiden Republik, Ramos-Horta telah berkali-kali berkunjung ke Republik Korea. Beliau dua kali berpartisipasi dalam Jeju Global Affairs Forum, berbicara di berbagai universitas, serta dianugerahi gelar Doktor Honoris Causa oleh sejumlah universitas bergengsi di Korea.

Dimana, saat menjabat sebagai Menteri Luar Negeri, Presiden Ramos-Horta adalah sosok yang pertama kali memprakarsai dan mendorong program pengiriman tenaga kerja muda Timor Leste ke Korea Selatan. Program ini kini terbukti sangat sukses, dengan lebih dari 7.000 pemuda Timor-Leste yang bekerja di sektor perikanan dan pertanian.

Timor-Leste dan Republik Korea memiliki sejarah persahabatan dan solidaritas yang istimewa. Korea memainkan peran penting dalam mendukung transisi Timor-Leste menuju kemerdekaan, antara lain melalui pengerahan Unit Sangnoksu (Evergreen) dalam kerangka operasi pemeliharaan perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa, bantuan pemilihan umum, serta kerja sama pembangunan. Kedua negara juga senantiasa menjalin kerja sama yang erat dalam berbagai lembaga multilateral, termasuk melalui dukungan timbal balik terhadap pencalonan di tingkat internasional.

Salah satu agenda utama dalam kunjungan ini adalah pertemuan puncak bilateral antara Presiden Ramos-Horta dan Presiden Lee Jae Myung pada tanggal 06 November di Seoul, yang akan dilanjutkan dengan upacara penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU), jamuan makan siang kenegaraan resmi, serta konferensi pers bersama.

Diskusi akan berfokus pada penguatan kerja sama praktis di bidang hubungan luar negeri dan keamanan, pembangunan ekonomi, investasi, kekayaan intelektual, perubahan iklim, pendidikan, ketenagakerjaan, dan pertukaran antarwarga, serta pertukaran pandangan mengenai berbagai perkembangan penting di tingkat regional maupun internasional.

Presiden Ramos-Horta akan terus berupaya mendorong partisipasi Korea yang lebih besar dalam pembangunan ekonomi Timor-Leste. Presiden Republik juga akan menjajaki berbagai peluang untuk menjalin kemitraan ambisius antar pemerintah dengan universitas-universitas di Korea, guna mendukung para pelajar Timor-Leste yang menempuh pendidikan tinggi di bidang sains dan teknologi.

Kunjungan ini akan menjadi kesempatan untuk menyampaikan apresiasi Timor-Leste atas bantuan pembangunan yang telah lama diberikan oleh Korea—khususnya melalui Korea International Cooperation Agency (KOICA)—serta atas peluang kerja dan pengembangan keterampilan yang disediakan bagi ribuan warga Timor-Leste yang bekerja di Korea.

Kedua Presiden Republik juga diperkirakan akan membahas berbagai peluang untuk memperkuat kerja sama menyusul bergabungnya Timor-Leste ke dalam ASEAN sebagai anggota kesebelas pada Oktober 2025—sebuah peristiwa bersejarah—termasuk melalui integrasi ekonomi yang lebih erat, peningkatan kapasitas kelembagaan, dan kerja sama regional.

Menjelang kunjungan tersebut, Presiden Ramos-Horta menyatakan bahwa, Republik Korea telah menjadi sahabat lama dan mitra berharga bagi Timor-Leste, mulai dari masa-masa sulit perjuangan kemerdekaan Timor-Leste.

“ Republik Korea telah menjadi sahabat lama dan mitra berharga bagi kami, mulai dari masa-masa sulit perjuangan kemerdekaan Timor-Leste,  hingga perjalanan pembangunan nasional yang terus berlanjut saat ini. Saya secara khusus berterima kasih atas solidaritas Korea terhadap rakyat kami, serta atas berbagai kesempatan yang telah diberikan kepada generasi muda Timor-Leste melalui pendidikan, lapangan kerja, dan kerja sama pembangunan. Seiring dimulainya babak baru sebagai anggota kesebelas ASEAN, saya menantikan pertemuan dengan Presiden Lee Jae Myung untuk menjajaki bagaimana kami dapat memperdalam kemitraan, khususnya di bidang investasi, pendidikan, serta sains dan teknologi, demi kepentingan rakyat kedua negara,” kata Presiden Ramos-Horta.

Selain itu, selama kunjungan di Korea, Presiden Republik akan melaksanakan  sejumlah kegiatan, antara lain :

— Pertemuan Tingkat Tinggi Resmi dengan Presiden Lee Jae Myung. Dimana, akan ada diskusi bilateral mengenai penguatan kerja sama, yang dilanjutkan dengan upacara penandatanganan nota kesepahaman (MoU), jamuan makan siang kenegaraan, dan konferensi pers bersama.

— Kunjungan ke Tempat Pemakaman Nasional Seoul (Seoul National Cemetery) – Presiden dijadwalkan untuk meletakkan karangan bunga sebagai penghormatan kepada mereka yang telah mengorbankan jiwa demi Republik Korea, seraya mengakui sejarah negara tersebut serta perjalanannya menuju perdamaian dan kemakmuran.

— Upacara Penghargaan Perdamaian Internet (Internet Peace Prize) – Presiden dijadwalkan untuk menghadiri upacara Penghargaan Perdamaian Internet di Seoul, yang memberikan pengakuan atas kontribusi terhadap perdamaian dan kerja sama internasional.

— Penganugerahan Gelar Doktor Kehormatan dan Kuliah Umum di Universitas Chung-Ang – Presiden Ramos-Horta akan berinteraksi dengan komunitas akademis serta berbagi pemikiran mengenai perjalanan Timor-Leste dari konflik menuju perdamaian, rekonsiliasi, dan pembangunan berkelanjutan.

— Pertemuan dengan masyarakat sipil Korea dan tokoh-tokoh internasional terkemuka – Presiden dijadwalkan untuk bertemu dengan perwakilan masyarakat sipil Korea, kalangan akademisi, dan organisasi internasional, termasuk tokoh-tokoh yang telah berkontribusi dalam upaya pembangunan perdamaian, hak asasi manusia, serta pembangunan Timor-Leste.

— Penghargaan bagi sukarelawan dan tokoh agama asal Korea – Kunjungan ini juga akan menjadi kesempatan untuk memberikan penghormatan kepada individu-individu asal Korea yang telah memberikan kontribusi jangka panjang bagi rakyat Timor-Leste.

Republik Korea telah menjadi mitra penting dalam pembangunan Timor-Leste sejak  restorasi kemerdekaan pada tahun 2002. Melalui KOICA dan berbagai program kerja sama lainnya, Korea telah mendukung inisiatif di bidang pendidikan, kesehatan, pertanian, pembangunan perdesaan, infrastruktur, serta peningkatan kapasitas kelembagaan. Korea juga telah menyediakan peluang kerja dan pelatihan vokasi yang signifikan bagi warga negara Timor-Leste.

Kunjungan resmi ini diharapkan dapat semakin memperdalam kepercayaan dan persahabatan antara kedua negara, memperkuat dialog politik, serta memperluas kerja sama praktis di bidang-bidang yang menjadi kepentingan bersama.

Kunjungan ini juga akan menegaskan kembali komitmen Timor-Leste untuk bekerja sama secara erat dengan Republik Korea guna memajukan pembangunan berkelanjutan, perdamaian regional, dan kemakmuran bersama.

Tim TATOLI

Publisidade

Leave a Reply

Latest Post

error: Content is protected !!