Setahun TL bergabung di ASEAN : Tandai langkah penting perkuat komitmen bersama negara anggota ASEAN

DILI, 26 Oktober 2026 (TATOLI) — Republik Demokratik Timor-Leste (RDTL) memperingati satu tahun diterima sebagai Negara Anggota ke – 11 ASEAN (Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara) pada hari ini (26 Oktober 2026).
Sebelumnya, aksesi penuh Timor-Leste menjadi negara anggota ASEAN ke-11 diresmikan melalui penandatanganan Deklarasi Aksesi Timor-Leste ke ASEAN yang digelar di Kuala Lumpur, Malaysia pada 26 Oktober 2025.
Melansir laman resmi ASEAN disebutkan bahwa, satu tahun Timor-Leste diterima sebagai Negara Anggota ke-11 ASEAN, merupakan tonggak sejarah ini menandai langkah penting dalam perjalanan ASEAN menuju integrasi regional yang lebih luas, memperkuat solidaritas di antara negara-negara anggota, serta memajukan komitmen bersama.
Berita terkait : Timor-Leste resmi jadi anggota ke-11 ASEAN
“Merupakan tonggak sejarah ini menandai langkah penting dalam perjalanan ASEAN menuju integrasi regional yang lebih luas, memperkuat solidaritas di antara negara-negara anggota, serta memajukan komitmen bersama kita terhadap perdamaian, stabilitas, dan kerja sama di seluruh Asia Tenggara,” tulis laman resmi ASEAN.
“Seraya kita memperingati satu tahun bergabungnya Republik Demokratik Timor-Leste ke dalam ASEAN—sebuah peristiwa bersejarah—kita menegaskan kembali aspirasi kolektif kita untuk mewujudkan Komunitas ASEAN yang kohesif, tangguh, dan berpusat pada rakyat,” papar laman tersebut.

Untuk diketahui bahwa, penandatanganan Deklarasi Aksesi Timor-Leste ke ASEAN itu dilakukan oleh para pemimpin negara anggota ASEAN, termasuk Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, Sultan Brunei Darussalam Haji Hassanal Bolkiah, Presiden Indonesia Prabowo Subianto, Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul, Perdana Menteri Kamboja Hun Manet, Perdana Menteri Laos Sonexay Siphandone, Perdana Menteri Vietnam, Pham Minh Chinh, dan Perdana Menteri Timor-Leste, Kay Rala Xanana Gusmão.
Dan, waktu itu turut hadir dalam upacara penandatanganan itu antara lain Sekretaris Jenderal ASEAN, Kao Kim Hourn, Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva, Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa, Sekretaris Jenderal PBB António Guterres, Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi, serta Perdana Menteri Australia Anthony Albanese.
Sementara itu, Perdana Menteri Kay Rala Xanana Gusmão dalam pidatonya pada saat itu menegaskan bahwa aksesi Timor-Leste ke ASEAN merupakan wujud visi jangka panjang bangsa ini untuk berdiri sejajar dengan negara-negara tetangga di kawasan.
“Keanggotaan penuh Timor-Leste di ASEAN mencerminkan dedikasi kolektif dan kerja keras rakyat kami serta seluruh mitra di kawasan ini untuk membangun Asia Tenggara yang lebih kuat, tangguh, dan bersatu. Hal ini mencerminkan dedikasi kolektif dan kerja keras rakyat ASEAN serta mitra pemerintah kita,” ujar Xanana.
ASEAN sendiri didirikan pada tahun 1967, kini beranggotakan 11 negara : Brunei Darussalam, Kamboja, Indonesia, Laos, Malaysia, Myanmar, Filipina, Singapura, Thailand, Vietnam, dan Timor-Leste.
Bergabungnya Timor-Leste melengkapi representasi geografis Asia Tenggara. Sebelumnya, negara terakhir yang diterima menjadi anggota ASEAN adalah Kamboja pada 30 April 1999. Negara termuda di kawasan ini, Timor-Leste, yang meraih restorasi kemerdekaannya pada 20 Mei 2002 dan secara resmi mengajukan permohonan untuk bergabung dengan ASEAN pada tahun 2011 dan diterima secara penuh dengan negara anggota ASEAN pada 26 Oktober 2025.
Tim TATOLI

