Kerusuhan pecah di Milan Italia, massa jarah toko di pusat kota

DILI, 20 Oktober 2026 (TATOLI) – Kerusuhan kembali meletus di pusat kota Milan, Italia, di mana sekelompok pemuda memecahkan kaca etalase toko dan menjarah toko di kawasan Piazza del Duomo.
Melansir Laman Antaranews, disebutkan bahwa gelombang kerusuhan terbaru itu terjadi sehari setelah bentrokan pecah di pusat kota Milan selama aksi protes menentang kenaikan biaya hidup.
Menurut surat kabar La Repubblica, Minggu (18/10), sedikitnya 2.000 pemuda dilaporkan terlibat dalam kerusuhan tersebut.
Ribuan anak muda itu menghancurkan kaca etalase dengan menggunakan tempat sampah, kursi, dan sepeda listrik. Mereka lalu menerobos masuk ke dalam toko-toko, terutama toko perlengkapan olahraga dan supermarket.
Hingga berita ini ditulis, belum ada laporan mengenai bentrokan besar-besaran.
Polisi telah menambah personel di area Piazza del Duomo. Mobil patroli dan petugas keamanan disiagakan di lokasi, sementara kendaraan meriam air juga disiapkan untuk mengantisipasi terjadinya bentrokan besar, menurut laporan tersebut.
Sementara itu, menurut siaran langsung dari surat kabar Corriere della Sera, situasi di pusat kota Milan saat ini terpantau tenang. Polisi berseragam khusus telah dikerahkan ke sejumlah jalan.
Seruan untuk berkumpul di Piazza del Duomo kembali beredar di media sosial sejak Minggu (18/10) pagi.
Kepolisian Negara Italia menyatakan 197 orang telah ditahan untuk diidentifikasi selama kerusuhan terjadi di Milan, Bologna, Turin, dan beberapa kota lainnya.
Sebanyak 28 orang ditangkap, termasuk 12 anak di bawah umur dan enam warga negara asing; sedangkan 141 petugas penegak hukum dilaporkan terluka akibat bentrokan tersebut.
Asosiasi pengusaha Italia, Unimpresa, memprediksi kerugian akibat kerusuhan itu mencapai sekitar 1,3 juta euro (sekitar Rp26,3 miliar).
Perketat langkah-langkah keamanan setelah protes yang disertai kekerasan
Sementara itu, dalam Laman BBC disebutkan bahwa menurut media lokal, Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni siap menyetujui langkah-langkah keamanan darurat setelah protes atas kenaikan biaya hidup berubah menjadi bentrokan kekerasan di Milan.
Langkah-langkah tersebut termasuk memperluas penahanan preventif hingga ke anak di bawah umur dan membatasi pertemuan kelompok, seperti yang dilaporkan oleh surat kabar Milan, Corriere della Sera.
Surat kabar Milan, Corriere della Sera juga menyebutkan bahwa lebih dari 5.000 orang berkumpul di Milan selama akhir pekan. Selain bentrokan antara polisi dan beberapa demonstran, toko-toko dijarah dan properti dibakar.
Toko-toko kelas atas di pusat kota tutup lebih awal pada hari Senin (19/10), dengan banyak yang memasang papan di jendela mereka karena khawatir akan kerusakan lebih lanjut.
Langkah-langkah untuk menindak geng-geng remaja diperkirakan akan disetujui paling cepat hari Selasa sebagai bagian dari undang-undang dekrit, menurut Corriere della Sera.
Kerusuhan yang disertai kekerasan itu terjadi setelah protes anti-pemerintah yang dilakukan oleh mahasiswa di berbagai kota di Italia pada hari Jumat (17/10).
TATOLI kutip dari Antaranews dan BBC

