Beasiswa Fulbright bagi Profesional Timor-Leste, tawarkan riset hingga empat bulan

DILI, 19 Oktober 2026 (TATOLI) – Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) di Timor-Leste membuka pendaftaran program beasiswa Fulbright U.S.–ASEAN Visiting Scholar periode 2027–2028 bagi akademisi, pejabat pemerintah, jurnalis, peneliti, serta tenaga profesional Timor-Leste untuk melaksanakan penelitian di Amerika Serikat selama tiga hingga empat bulan.
Program tersebut bertujuan memperkuat kerja sama pendidikan, penelitian, serta hubungan profesional antara Amerika Serikat dan negara-negara anggota Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN), termasuk Timor-Leste.
Berdasarkan pengumuman resmi Kedutaan Besar AS di Dili, peserta terpilih akan menjalankan penelitian akademis maupun profesional di berbagai lembaga Amerika Serikat pada semester pertama 2028, dengan fokus pada isu-isu strategis yang relevan bagi hubungan AS–ASEAN.
Penelitian yang diajukan harus memiliki cakupan regional atau memberikan kontribusi nyata terhadap kepentingan dan perkembangan kawasan ASEAN secara keseluruhan.
Sejak diluncurkan pada 2012, program Fulbright U.S.–ASEAN Visiting Scholar telah memberikan kesempatan kepada lebih dari 100 akademisi dan profesional dari negara-negara ASEAN, termasuk Timor-Leste, untuk melakukan penelitian mengenai berbagai persoalan regional.
Bidang penelitian tersebut mencakup kesehatan masyarakat, integrasi ekonomi ASEAN, perdagangan, keamanan maritim, perdagangan manusia, ketahanan pangan, hingga kerja sama kawasan Indo-Pasifik.
Untuk periode 2027–2028, program ini juga memberikan perhatian pada sejumlah bidang prioritas, seperti kebijakan dan keamanan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence – AI), integrasi teknologi, ilmu informasi, jurnalisme, pendidikan, hukum, administrasi publik, kesehatan masyarakat, perdagangan, investasi, serta kerja sama maritim.
Persyaratan dan kesempatan bagi profesional Timor-Leste
Kedutaan Besar AS menjelaskan bahwa program ini terbuka bagi tenaga pengajar perguruan tinggi, pejabat kementerian luar negeri dan instansi pemerintah lainnya, serta profesional dari sektor swasta, lembaga penelitian, dan organisasi nonpemerintah yang memiliki pengalaman dalam isu-isu berkaitan dengan ASEAN.
Pelamar diwajibkan memiliki pendidikan minimal magister (S2) atau pengalaman maupun pelatihan profesional yang setara, serta menunjukkan rekam jejak pencapaian akademis atau profesional yang signifikan.
Selain itu, pelamar harus merupakan warga negara anggota ASEAN, termasuk Timor-Leste, berdomisili di kawasan ASEAN selama proses seleksi, serta bersedia kembali ke negara anggota ASEAN setelah menyelesaikan program.
Prioritas akan diberikan kepada kandidat yang belum memiliki pengalaman tinggal atau melakukan kegiatan profesional secara substansial di Amerika Serikat dalam beberapa tahun terakhir.
Sementara itu, individu yang sedang mengajar, belajar, atau melakukan penelitian di Amerika Serikat tidak memenuhi persyaratan. Ketentuan serupa berlaku bagi penerima beasiswa Fulbright dalam lima tahun terakhir dan peserta pertukaran J-1 kategori Profesor atau Peneliti dalam dua tahun terakhir.
Melalui program ini, peserta terpilih akan memperoleh dukungan finansial berupa tunjangan bulanan antara 3.164 hingga 4.182 dolar AS selama menjalankan penelitian di Amerika Serikat.
Selain tunjangan tersebut, penerima beasiswa juga akan mendapatkan tiket pesawat pulang-pergi kelas ekonomi, bantuan biaya profesional dan penyesuaian awal selama berada di Amerika Serikat.
Program ini turut menyediakan pembiayaan laboratorium universitas dan biaya penelitian yang memenuhi persyaratan hingga 3.000 dolar AS apabila diperlukan.
Namun, penyelenggara menegaskan bahwa beasiswa tidak mencakup dukungan finansial bagi anggota keluarga yang mendampingi peserta.
Selain melakukan penelitian, penerima beasiswa juga didorong memperluas jaringan profesional internasional melalui seminar, kuliah tamu, konferensi akademis, dan berbagai kegiatan pertukaran pengetahuan.
Para peserta Fulbright U.S.–ASEAN Visiting Scholar biasanya juga mengikuti pertemuan bersama di Washington, D.C., menjelang berakhirnya masa program.
Kedutaan Besar AS di Dili menetapkan batas akhir pendaftaran pada Sabtu, 28 November 2026.
Calon peserta diwajibkan mengisi formulir pendaftaran secara daring dan melengkapi sejumlah dokumen, termasuk proposal penelitian sepanjang tiga hingga lima halaman, daftar riwayat hidup maksimal enam halaman, serta dua surat rekomendasi.
Pendaftaran dilakukan melalui laman resmi Fulbright Visiting Scholar Program dengan memilih kategori 2027–2028 Fulbright U.S.–ASEAN Visiting Scholar Program.
Informasi lengkap mengenai persyaratan dan mekanisme pendaftaran dapat diperoleh melalui situs resmi Kedutaan Besar Amerika Serikat di Timor-Leste.
Program ini menjadi salah satu kesempatan bagi akademisi dan profesional Timor-Leste untuk meningkatkan kapasitas penelitian, memperluas jejaring internasional, serta berkontribusi dalam pembahasan isu-isu strategis ASEAN melalui kerja sama dengan lembaga-lembaga di Amerika Serikat.
Reporter : Cidalia Fátima
Editor : Armandina Moniz

