Pertemuan Negara-negara OACPS bahas kerja sama dan sejumlah isu penting

DILI, 18 September 2026 (TATOLI)— Duta Besar Timor-Leste untuk Kerajaan Belgia dan Uni Eropa, sekaligus Koordinator Organisasi Negara-Negara Afrika, Karibia, dan Pasifik (OACPS – Organisation of African, Caribbean and Pacific States) Kawasan Pasifik, Maria Lurdes Bessa, memimpin pertemuan virtual dengan negara-negara OACP kawasan Pasifik untuk membahas dan bertukar pandangan mengenai sejumlah isu penting lainnya.
Pertemuan virtual tersebut secara khusus berfokus untuk membahas isu-isu penting diantaranya persiapan Pertemuan OACPS -UE (Uni Eropa) yang dijadwalkan berlangsung pada 22 September 2026. Para peserta juga menerima informasi terkini dari Sekretariat Forum Kepulauan Pasifik (PIFS) mengenai Pertemuan Para Pemimpin serta persiapan untuk COP31 Pasifik.
Pertemuan tersebut juga menjadi kesempatan untuk saling memberikan informasi terkini mengenai Majelis Parlemen Bersama Pasifik–Uni Eropa (JPA) dan Majelis Parlemen Bersama OACPS–Uni Eropa, serta kegiatan-kegiatan yang sedang berlangsung di Organisasi Negara-Negara Afrika, Karibia, dan Pasifik (OACPS).
Melansir Laman MNEC (Kementerian Luar Negeri dan Kerja Sama), menyebutkan bahwa para peserta negara anggota juga membahas keterlibatan di masa mendatang dengan Sekretariat Program Lingkungan Regional Pasifik (SPREP), dengan tujuan memperkuat koordinasi dan kerja sama dalam hal-hal yang menjadi kepentingan bersama.
Pertemuan yang diadakan pada Kamis (17/09) tersebut juga menandai berakhirnya masa jabatan Timor-Leste sebagai Koordinator negara-negara Pasifik anggota OACP, peran yang telah dijalankannya sejak Januari 2026. Dalam kesempatan ini, Duta Besar Bessa secara resmi menyerahkan peran koordinasi tersebut kepada Vanuatu.

Duta Besar Bessa menyampaikan apresiasinya kepada seluruh negara Pasifik anggota OACP atas kerja sama yang erat dan keterlibatan konstruktif selama masa jabatan Timor-Leste. Ia menegaskan kembali komitmen Timor-Leste untuk terus menjalin kerja sama dan solidaritas di antara negara-negara Pasifik anggota OACP, serta memajukan prioritas dan kepentingan bersama dalam kerangka OACPS.
Pertemuan tersebut ditutup dengan apresiasi atas upaya bersama negara-negara Pasifik OACP serta harapan terbaik bagi Vanuatu yang mengemban peran sebagai Koordinator.
Dalam Laman OACPS yang diakses, disebutkan bahwa Organisasi Negara-Negara Afrika, Karibia, dan Pasifik (OACPS) lahir dari visi bersama—yaitu penyatuan negara-negara Global Selatan untuk memperjuangkan kepentingan bersama, memperkuat otonomi, serta membangun model kerja sama yang berlandaskan kesetaraan, solidaritas, dan saling menghormati.
Di tengah dekade 1970-an, di tengah transformasi ekonomi dan geopolitik yang mendalam, negara-negara Afrika, Karibia, dan Pasifik berupaya menciptakan ruang bersama untuk berdialog—sebuah wadah di mana suara mereka dapat dipadukan dalam menyikapi berbagai tantangan utama pembangunan.
Selama beberapa dekade, aliansi ini berkembang menjadi organisasi internasional yang utuh yaitu, OACPS.
Saat ini, dengan tetap memegang teguh semangat pendiriannya, OACPS menjadi wadah istimewa bagi dialog, konsultasi, dan solidaritas antarnegara Selatan, yang berupaya memperkuat kerja sama ekonomi, mendorong pembangunan berkelanjutan dan inklusif, serta secara bersama-sama mengatasi tantangan global seperti perubahan iklim, tata kelola, dan peningkatan kapasitas kelembagaan
Tim TATOLI

