Jelang Sidang Majelis Umum PBB, UE – Portugal bahas bidang prioritas penting dengan Presiden Republik

DILI, 17 September 2026 (TATOLI) – Duta Besar Uni Eropa (UE) untuk Timor-Leste, Thorsten Bargfrede, dan Duta Besar Portugal, Duarte Alves, bertemu Presiden Republik, José Ramos-Horta, untuk bertukar pandangan dan membahas bidang prioritas yang menyelaraskan tujuan bersama antara UE, Portugal, dan Timor-Leste di Sesi Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York yang akan turut di hadiri Presiden Republik Timor-Leste.
Dalam pertemuan yang dilakukan di Istana Kepresidenan Dili, pada Rabu (16/09) itu Dubes Thorsten Bargfrede menyatakan bahwa pertemuan tersebut memungkinkan penyelarasan tujuan bersama, mengingat Kepala Negara dijadwalkan akan bertemu dengan berbagai pemimpin dari Eropa dan kawasan lain selama acara Sesi Sidang Majelis Umum itu.
“Sangatlah penting untuk mempertahankan Perserikatan Bangsa-Bangsa dan tatanan multilateral saat ini, serta supremasi hukum dalam hubungan internasional,” ujarnya.
Menurut perwakilan UE, berbagai isu seperti perang di Ukraina, krisis di Gaza, perubahan iklim, hukum internasional, dan perlindungan laut memerlukan perhatian mendesak dari masyarakat internasional.
Bargfrede juga menyoroti adanya pemahaman bersama antara blok Eropa dan Timor-Leste mengenai pentingnya menjaga serta mendukung sistem multilateral dan peran PBB.
Sementara itu, Dubes Duarte Alves mencatat bahwa pertemuan tersebut menjadi kesempatan untuk memaparkan prioritas negara-negara anggota Uni Eropa kepada Presiden Timor-Leste serta membahas aspek-aspek khusus dari agenda Portugal.
Diplomat tersebut mencatat bahwa ini akan menjadi Sidang Umum terakhir bagi Sekretaris Jenderal PBB saat ini, António Guterres, seiring berakhirnya masa jabatan sepuluh tahun beliau dalam memimpin organisasi tersebut.
Duta Besar menyoroti bahwa kontribusi António Guterres terhadap pembelaan multilateralisme juga akan menjadi topik yang relevan dalam konteks tantangan internasional saat ini.
Kepala Negara Timor-Leste dijadwalkan akan berpartisipasi dalam Sidang Majelis Umum PBB itu pada 22–28 September 2026 di New York. Dimana, Sidang Majelis Umum PBB itu akan mempertemukan para pemimpin dan perwakilan dari seluruh dunia untuk membahas berbagai tantangan utama yang dihadapi masyarakat internasional.
Tim TATOLI

