Top

Ragam produk ASEAN warnai CAEXPO 2026, Timor-Leste andalkan kopi

Timor-Leste turut dalam China-ASEAN Expo (CAEXPO) ke-23 di Nanning, China. Timor-Leste menandai kehadiran perdananya dengan mengandalkan kopi sebagai salah satu produk unggulan untuk diperkenalkan ke pasar yang lebih luas. Foto TATOLI/Cidalia Fatima

NANNING, 17 September 2026 (TATOLI) – Ragam produk unggulan dari negara-negara anggota ASEAN mewarnai China-ASEAN Expo (CAEXPO) ke-23 di Nanning, China. Di tengah luasnya area pameran dan beragam produk yang ditawarkan, Timor-Leste menandai kehadiran perdananya dengan mengandalkan kopi sebagai salah satu produk unggulan untuk diperkenalkan ke pasar yang lebih luas.

CAEXPO 2026 berlangsung di Nanning International Convention and Exhibition Center, Daerah Otonom Etnis Zhuang Guangxi, China, pada 17 hingga 21 September 2026.

Pantauan TATOLI di lokasi pada Kamis (17/08) menunjukkan negara-negara ASEAN memanfaatkan area pameran untuk menampilkan berbagai produk unggulan masing-masing. Sejumlah negara hadir dengan banyak booth, dengan Thailand menjadi salah satu yang terlihat menonjol melalui deretan booth dan beragam produk yang ditawarkan kepada pengunjung.

Kopi, produk unggulan Timor-Leste dalam pameran China-ASEAN Expo (CAEXPO) ke-23 di Nanning, China. Foto TATOLI/Cidalia Fatima

Berbagai produk makanan dan minuman, hasil pertanian, kerajinan, produk konsumen hingga teknologi dipamerkan, menjadikan CAEXPO tidak hanya sebagai etalase produk ASEAN dan China, tetapi juga ruang bagi pelaku usaha untuk mencari pasar dan membangun hubungan dengan calon mitra bisnis.

Di antara negara-negara ASEAN tersebut, Timor-Leste untuk pertama kalinya mengambil bagian dalam CAEXPO sebagai anggota ASEAN ke-11 sekaligus co-organizer. Kehadiran Timor-Leste tahun ini sekaligus menandai pertama kalinya seluruh 11 negara anggota ASEAN berkumpul dalam CAEXPO di Nanning.

Sejumlah pelaku usaha dari Timor-Leste turut hadir, di antaranya Kafe Atsabe, Hey Day Coffee, Suhurama, Similie dan Kopi Avo Siak. Kopi menjadi salah satu produk yang menonjol di booth Timor-Leste dan menarik perhatian pengunjung.

Perwakilan Kafe Atsabe, Florencia da Conceição, mengatakan partisipasi tersebut menjadi pengalaman pertama bagi Timor-Leste dan diharapkan dapat membuka kesempatan untuk memperkenalkan kopi Timor-Leste kepada konsumen dan calon mitra dari luar negeri.

“Banyak yang datang ke booth kita dan mereka tertarik karena aroma kopi Timor-Leste yang khas dan berbeda,” jelas Florencia kepada TATOLI di lokasi pameran.

Produk kerajinan tangan ukir rumah adat Timor-Leste yang turut di pamerkan dalam China-ASEAN Expo (CAEXPO) ke-23 di Nanning, China. Foto TATOLI/Cidalia Fatima

Menurutnya, keikutsertaan dalam pameran internasional seperti CAEXPO menjadi kesempatan bagi kopi Timor-Leste untuk semakin dikenal di luar negeri, terutama di tengah besarnya pasar China dan semakin eratnya hubungan perdagangan China dengan negara-negara ASEAN.

CAEXPO tahun ini menghadirkan lebih dari 3.400 perusahaan dari lebih 70 negara dan wilayah, meningkat 5,3 persen dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya. Total area pameran mencapai sekitar 170.000 meter persegi.

Sekretaris Jenderal Sekretariat China-ASEAN Expo, Wang Jicai, mengatakan perdagangan China dan ASEAN terus menunjukkan pertumbuhan kuat. Berdasarkan data bea cukai China, nilai perdagangan kedua pihak pada tujuh bulan pertama 2026 mencapai US$744,41 miliar, meningkat 24,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Pertumbuhan tersebut berlangsung seiring semakin luasnya pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dalam berbagai kegiatan ekonomi, mulai dari pemasaran, pertanian dan logistik hingga sektor keuangan.

CAEXPO tahun ini pun menempatkan AI sebagai salah satu daya tarik utama. Untuk pertama kalinya, expo menghadirkan “AI marketplace” yang menampilkan sekitar 500 produk dari lebih 70 perusahaan dalam delapan kategori, termasuk perangkat yang dapat dikenakan (wearable), teknologi pengelolaan kesehatan dan berbagai produk konsumen berbasis AI.

Timor-Leste turut dalam China-ASEAN Expo (CAEXPO) ke-23 di Nanning, China. Foto TATOLI/Cidalia Fatima

“Tahun lalu, AI sebagian besar hanya untuk dipamerkan. Tahun ini, AI mendorong penjualan,” kata Wang Jicai.

Guangxi juga terus mengembangkan kerja sama penerapan AI dengan negara-negara ASEAN. China-ASEAN Artificial Intelligence Application Cooperation Center telah mengidentifikasi lebih dari 1.000 skenario potensial penggunaan AI dan membuka 279 di antaranya kepada para pengembang.

Pusat tersebut juga telah membuka kantor di Vietnam, Laos dan Malaysia, mendukung lebih dari 30 proyek lintas batas serta membentuk aliansi yang melibatkan 55 perusahaan.

Besarnya hubungan ekonomi China dan ASEAN turut disoroti Sekretaris Jenderal ASEAN, Kao Kim Hourn, dalam pidatonya pada pembukaan CAEXPO.

“ASEAN dan China merupakan mitra dagang terbesar satu sama lain, dengan nilai perdagangan dua arah melampaui US$1 triliun pada 2025,” kata Kao Kim Hourn.

Menurutnya, China-ASEAN Free Trade Area (CAFTA) telah menjadi bagian penting dari pertumbuhan tersebut dengan memperluas akses pasar, memperkuat arus perdagangan dan investasi serta membantu dunia usaha terhubung lebih dalam dengan rantai pasar regional dan global.

Timor-Leste turut dalam China-ASEAN Expo (CAEXPO) ke-23 di Nanning, China. Foto TATOLI/Cidalia Fatima

Peningkatan CAFTA 3.0, lanjutnya, membawa kemitraan tersebut ke tingkat berikutnya dengan memperluas kerja sama ke bidang-bidang yang semakin penting bagi daya saing masa depan, termasuk ekonomi digital, ekonomi hijau, konektivitas rantai pasok dan pengembangan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

Kao Kim Hourn menekankan bahwa peluang akses pasar yang tersedia melalui CAFTA 3.0 harus diterjemahkan menjadi manfaat nyata bagi pelaku usaha dari berbagai skala, terutama UMKM.

“UMKM merupakan mayoritas dari seluruh perusahaan di ASEAN dan China, namun banyak yang masih menghadapi kesulitan dalam mengakses pasar, teknologi, pembiayaan dan jaringan produksi regional,” ujarnya.

Karena itu, ia mendorong ASEAN dan China untuk bersama-sama membekali UMKM dengan kapasitas, pengetahuan, keterampilan digital dan perangkat bisnis yang dibutuhkan agar dapat memanfaatkan perjanjian tersebut secara efektif.

Dengan kemampuan tersebut, UMKM diharapkan dapat terhubung dengan pasar dan jaringan produksi regional serta berpartisipasi lebih luas dalam rantai pasok kawasan.


Timor-Leste turut dalam China-ASEAN Expo (CAEXPO) ke-23 di Nanning, China. Foto TATOLI/Cidalia Fatima

Bagi Timor-Leste, kehadiran di tengah ribuan perusahaan dalam CAEXPO menjadi kesempatan bagi pelaku usaha nasional untuk memperkenalkan produk, membangun jaringan bisnis dan melihat peluang memasuki pasar China-ASEAN. Kopi yang dibawa Kafe Atsabe dan pelaku usaha lainnya menjadi salah satu produk yang diperkenalkan dalam momentum perdana tersebut.

Sementara itu, delegasi jurnalis ASEAN yang mengikuti ASEAN Media Workshop di Guangxi turut menghadiri dan meliput langsung CAEXPO sebagai agenda hari ketiga kegiatan mereka. Para peserta bergabung dengan lebih dari 100 jurnalis dari China dan berbagai negara lainnya serta menghabiskan agenda sehari untuk menjelajahi area pameran dan booth negara-negara ASEAN.

CAEXPO ke-23 mengusung tema “CAFTA 3.0 Opportunities, Better Life” dan berlangsung hingga 21 September 2026 di Nanning, Guangxi, China.

Reporter : Cidalia Fátima

Editor   : Armandina Moniz

Publisidade

Leave a Reply

Latest Post

error: Content is protected !!