Top

Pelajar ESSA Baucau bawa pulang sepuluh medali dari ajang STICK 2026 di Malaysia

Delegasi Timor-Leste yang diwakili pelajar ESSA Teulale Baucau (ESSA Senior) dan Centro Ensino Básiku Católiku (CEBC) Santo António Teulale Baucau (ESSA Junior) tiba kembali di tanah air, setelah mengikuti ajang Science, Technology, Innovation and Creativity Konference (STICK) 2026 di Kuala Lumpur, Malaysia. Foto TATOLI/Antonio Daciparu

DILI, 20 Juli 2026 (TATOLI) – Delegasi Timor-Leste yang diwakili pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA) Santo Antonio (ESSA – Escola Secundária Santo António) Teulale Baucau (ESSA Senior) dan Centro Ensino Básiku Católiku (CEBC) Santo António Teulale Baucau (ESSA Junior) menorehkan prestasi membanggakan pada ajang Science, Technology, Innovation and Creativity Konference (STICK) 2026 di Kuala Lumpur, Malaysia, dengan membawa pulang sepuluh (10) medali, terdiri atas lima medali emas dan lima medali perak, serta meraih Youth Ambassador Award 2026.

Keberhasilan tersebut menjadi salah satu pencapaian terbaik delegasi Timor-Leste dalam konferensi dan kompetisi internasional berbasis STEAM yang berlangsung pada 15–19 Juli 2026. STICK merupakan ajang yang mempertemukan pelajar, guru dan inovator muda dari berbagai negara untuk mengembangkan kemampuan sains, teknologi, inovasi, kreativitas, berpikir kritis, komunikasi ilmiah, serta kolaborasi internasional melalui presentasi hasil penelitian dan proyek inovasi.

Delegasi Timor-Leste yang terdiri dari sepuluh pelajar dan tiga guru pendamping kembali ke Tanah Air pada Senin (20/7) menggunakan maskapai Batik Air. Setibanya di Dili, rombongan menggelar misa syukur di Kapel Don Bosco Comoro sebagai ungkapan terima kasih atas prestasi yang diraih.

Direktur ESSA Senior Baucau, Pastor Adérito Manuel Euclídes Victor da Costa, SDB, mengatakan kepada TATOLI bahwa keberhasilan tersebut merupakan hasil dari proses panjang yang dimulai sejak Maret 2026.

Foto TATOLI/Antonio Daciparu

Ia menjelaskan, perjalanan menuju Malaysia berawal ketika siswa ESSA Junior meraih juara pertama dalam program sains di Liquiçá sehingga memperoleh kesempatan mengikuti kompetisi internasional di Kamboja. Dalam ajang tersebut, mereka berhasil membawa pulang penghargaan Grand Award, Titanium dan Silver sehingga dipercaya menjadi Duta Sains Timor-Leste.

“Prestasi di Kamboja menjadi pintu bagi kami untuk kembali memperoleh kesempatan mengikuti STICK di Malaysia. Anak-anak telah membuktikan bahwa mereka mampu bersaing di tingkat internasional,” katanya.

Menurut Pastor Adérito, kesempatan mengikuti STICK merupakan momentum berharga bagi pelajar ESSA Junior dan ESSA Senior untuk membawa nama Timor-Leste melalui bidang sains dan teknologi. Ia mengakui perjalanan menuju kompetisi tersebut tidak mudah karena membutuhkan dukungan berbagai pihak.

Ia menyampaikan apresiasi kepada para orang tua yang memberikan dukungan penuh kepada putra-putri mereka, serta kepada Banco Nacional de Comércio de Timor-Leste (BNCTL) yang turut membantu keberangkatan delegasi.

“Saya sebagai direktur sekolah melihat keterlibatan orang tua sangat penting dalam membentuk pendidikan dan masa depan anak-anak. Dukungan mereka menjadi kekuatan utama hingga kami bisa berangkat ke Malaysia,” ujarnya.

Ia menuturkan, sepanjang Juli sekolah menerima tiga undangan kegiatan internasional, namun hanya satu yang dapat diikuti karena keterbatasan waktu dan tingginya tuntutan persiapan. Meski demikian, dalam waktu sekitar tiga pekan, para pelajar mampu mempersiapkan diri menghadapi kompetisi yang mempertemukan peserta terbaik dari berbagai negara.

Menurutnya, seluruh peserta diwajibkan mengikuti seminar, orientasi ilmiah, serta menyelesaikan enam proyek inovasi yang berfokus pada penyelesaian persoalan nyata di masyarakat. Sebelum berangkat, para siswa juga mendapat pembinaan dari Komisi Nasional Timor-Leste untuk UNESCO (KNTLU) bersama para pengajar di bidang matematika, kimia dan fisika.

Ia mengatakan para peserta menghadapi tantangan besar, terutama keterbatasan bahasa Inggris. Namun penyelenggara memperbolehkan penggunaan teknologi Artificial Intelligence (AI) sebagai alat bantu untuk memahami materi dan menyempurnakan presentasi ilmiah mereka.

“Hampir setiap malam anak-anak tidak tidur karena harus mempersiapkan presentasi dan menyelesaikan banyak tugas. Tetapi mereka menunjukkan semangat berkorban, kemauan belajar dan tekad kuat untuk mengharumkan nama Timor-Leste,” katanya.

Pastor Adérito menjelaskan bahwa delegasi Timor-Leste terdiri atas sepuluh pelajar, yakni sembilan siswa ESSA Senior dan satu siswa ESSA Junior, dengan komposisi delapan perempuan dan dua laki-laki, didampingi tiga guru.

Direktur ESSA Senior Baucau, Pastor Adérito Manuel Euclídes Victor da Costa, SDB. Foto TATOLI/Antonio Daciparu

Ia mengaku semula hanya berharap para peserta mampu membawa pulang medali perak. Namun hasil akhir melampaui ekspektasi setelah Timor-Leste berhasil meraih lima medali emas, lima medali perak, sekaligus dinobatkan sebagai penerima Youth Ambassador Award 2026 bersama sejumlah delegasi terbaik lainnya.

“Anak-anak telah menunjukkan bahwa Timor-Leste juga memiliki kemampuan di bidang sains. Ini menjadi motivasi agar mereka terus mempersiapkan diri mengikuti konferensi internasional berikutnya,” ujarnya.

Sementara itu, salah seorang peserta, Angel Grace Costa de La Rosa, siswi kelas X ESSA Senior Baucau, mengatakan tantangan terbesar selama mengikuti STICK adalah membangun kerja sama tim dan mengatasi kendala bahasa Inggris.

“Pada awalnya tidak semua anggota tim bisa bekerja sama dengan baik. Selain itu, tidak semua peserta memahami bahasa Inggris dengan baik. Namun kami terus mencari cara agar dapat saling melengkapi dan menyelesaikan setiap tugas,” katanya.

Angel menegaskan bahwa semangat membawa nama Timor-Leste menjadi motivasi utama seluruh anggota delegasi.

“Kami tidak hanya membawa nama sekolah, tetapi juga nama negara. Karena itu kami harus memiliki kemauan yang kuat untuk memberikan yang terbaik. Kami juga sangat bersyukur karena orang tua memberikan dukungan penuh sehingga kami dapat mengikuti kegiatan ini,” ujarnya.

Komisi Nasional Timor-Leste untuk UNESCO (KNTLU) sebelumnya menjelaskan bahwa selama masa persiapan, para pelajar mengembangkan berbagai proyek inovasi untuk menjawab persoalan yang dihadapi masyarakat melalui pendekatan sains dan teknologi.

Selain memperkuat kemampuan presentasi dan komunikasi ilmiah, peserta juga dilatih mengintegrasikan konsep-konsep nyata dengan pemanfaatan kecerdasan buatan (AI), sehingga mampu meningkatkan kreativitas, kemampuan berpikir kritis dan inovasi di bidang Science, Technology, Engineering, Arts and Mathematics (STEAM).

KNTLU menyampaikan apresiasi kepada seluruh pelajar dan guru pendamping yang telah mengharumkan nama Timor-Leste di panggung internasional melalui prestasi di bidang sains, teknologi dan inovasi, sekaligus mendorong generasi muda untuk terus mengembangkan talenta demi kemajuan bangsa.

Reporter : Cidalia Fátima

Editor   : Armandina Moniz

 

Publisidade

Leave a Reply

Latest Post

error: Content is protected !!