Pemerintah Timor-Leste Sampaikan Belasungkawa atas Gempa Dahsyat di Venezuela

DILI, 30 Juni 2026 (TATOLI) – Pemerintah Republik Demokratik Timor-Leste menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada Pemerintah dan rakyat Venezuela menyusul gempa bumi dahsyat yang melanda negara Amerika Selatan itu pada 24 Juni 2026 dan menewaskan sedikitnya 1.700 orang.
Dalam pernyataan resmi yang dikeluarkan Pemerintah Timor-Leste, disebutkan bahwa dunia menerima kabar duka dengan penuh kesedihan dan keprihatinan atas gempa bumi berkekuatan besar yang menghantam Venezuela.
Pemerintah menyatakan bahwa gambar-gambar kerusakan yang diterima dari wilayah terdampak memperlihatkan besarnya dampak kehancuran yang ditimbulkan oleh bencana tersebut.
“Pada saat yang penuh duka ini, pikiran, solidaritas, dan harapan kami bersama keluarga dan sahabat yang kehilangan orang-orang tercinta, para korban luka, serta otoritas, tim penyelamat, dan para relawan yang tanpa lelah terus mencari korban selamat dan memberikan bantuan kepada para korban,” demikian isi pernyataan Pemerintah Timor-Leste.
Pemerintah juga menyampaikan belasungkawa yang tulus kepada keluarga korban meninggal dunia serta menegaskan kembali solidaritas Timor-Leste kepada rakyat Venezuela yang tengah menghadapi tragedi tersebut.
Sementara itu dikutip dari Reuters (29/06), laporan terbaru menyebutkan jumlah korban jiwa akibat dua gempa berkekuatan magnitudo 7,2 dan 7,5 yang mengguncang Venezuela terus bertambah hingga mencapai lebih dari 1.700 orang. Sekitar 5.000 orang lainnya dilaporkan mengalami luka-luka.
Upaya pencarian dan penyelamatan yang telah memasuki hari kelima semakin sulit, sementara peluang menemukan korban selamat semakin kecil. Pemerintah Venezuela melaporkan hampir 200 bangunan hancur total dan ratusan bangunan lainnya mengalami kerusakan berat.
Di kawasan pegunungan El Junquito, sekitar 33 kilometer di sebelah barat Caracas, warga mengeluhkan minimnya bantuan pemerintah. Banyak warga terpaksa tinggal di tenda darurat karena rumah mereka tidak lagi aman untuk dihuni, sementara kebutuhan dasar sebagian besar dipenuhi oleh masyarakat setempat.
Situasi pascabencana juga memicu ketegangan politik. Tokoh oposisi María Corina Machado menyatakan dirinya dihalangi untuk kembali ke Venezuela dari Panama guna membantu para korban. Meski demikian, ia menegaskan akan terus mencari cara agar dapat kembali dan memberikan bantuan kepada masyarakat yang terdampak.
Reporter : Cidalia Fátima
Editór : Cancio Ximenes

