DILI, 23 Juni 2026 (TATOLI) – Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Koordinator Bidang Sosial dan Menteri Pembangunan Pedesaan dan Perumahan Masyarakat, Mariano Assanami Sabino, mengajak seluruh masyarakat Timor-Leste untuk mendoakan mendiang mantan Presiden Republik, Francisco Guterres Lú Olo, sebagai bentuk penghormatan atas jasa dan pengabdiannya bagi bangsa dan negara.
Ajakan tersebut disampaikan Mariano Sabino kepada wartawan usai melayat dan memberikan penghormatan terakhir kepada mendiang di kediamannya di Farol, Dili, Selasa.
Menurutnya, rakyat Timor-Leste kehilangan seorang pahlawan, pejuang, dan pemimpin yang telah mendedikasikan seluruh hidupnya bagi perjuangan kemerdekaan, pembangunan bangsa, dan perdamaian nasional.
“Kita semua kehilangan seorang pahlawan, seorang pejuang, dan seorang pemimpin yang sejak masa perlawanan hingga setelah kemerdekaan terus memberikan dedikasi penuh bagi proses pembangunan negara dan perdamaian di Timor-Leste,” kata Mariano.
Ia menjelaskan bahwa berbagai institusi negara, organisasi pemuda, organisasi perlawanan, serta kelompok masyarakat lainnya akan terus memberikan penghormatan kepada mendiang hingga 27 Juni mendatang.
Pemerintah, kata Mariano, telah menugaskan Kementerian Urusan Veteran dan Pejuang Pembebasan Nasional untuk mengoordinasikan seluruh rangkaian penghormatan terakhir sebelum jenazah dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (Jardim dos Heróis).
Berita terkait : Mantan Presiden Lú Olo wafat, Taur Matan Ruak : Selamat jalan kawan seperjuangan
Mariano juga mengimbau masyarakat yang tidak dapat hadir secara langsung agar tetap berpartisipasi melalui doa dari rumah masing-masing serta menyampaikan belasungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan.
“Kita boleh berasal dari partai dan organisasi yang berbeda, tetapi Timor-Leste hanya satu. Kita memiliki visi dan misi yang sama untuk mewujudkan cita-cita para pahlawan, yaitu membangun Timor-Leste yang sejahtera, bermartabat, dan damai,” ujarnya.
Ia secara khusus mengajak para orang tua, kaum muda, pelajar, dan seluruh masyarakat untuk terus mendoakan mendiang agar memperoleh kedamaian abadi di sisi Tuhan.
“Saya meminta para orang tua, generasi muda, dan para pelajar di mana pun berada untuk terus mendoakan mendiang agar beristirahat dengan damai di sisi Tuhan dan terus membimbing kita dalam membangun negara ini,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Mariano juga mengenang upaya pemerintah mendampingi Lú Olo saat menjalani perawatan medis sebelum diberangkatkan ke luar negeri untuk mendapatkan penanganan kesehatan lebih lanjut.
Ia mengatakan pemerintah bersama tim medis telah melakukan berbagai koordinasi untuk memastikan mendiang memperoleh perawatan terbaik. Saat itu, pemerintah dan keluarga berharap kondisi kesehatannya membaik sehingga dapat kembali berkumpul bersama rakyat Timor-Leste.
“Kami semua berharap beliau sembuh dan dapat kembali bersama kita. Harapan itu sangat besar karena beliau adalah sosok yang telah memberikan banyak pengabdian kepada bangsa ini,” ujarnya.
Mariano mengungkapkan bahwa dirinya terus memantau perkembangan kesehatan Lú Olo, termasuk saat mendiang menjalani perawatan di luar negeri. Ia bahkan berkomunikasi secara rutin dengan anggota keluarga untuk memperoleh informasi mengenai kondisi kesehatannya.
Menutup pernyataannya, Mariano menyampaikan pesan terakhir yang penuh harapan dan penghormatan kepada mendiang.
“Maun Lú Olo tidak berjalan sendiri. Beliau kini bersama para pahlawan bangsa dalam penyertaan Tuhan. Semoga Tuhan menerima beliau dan semoga perjuangan serta pengabdiannya terus menjadi inspirasi bagi seluruh rakyat Timor-Leste,” tuturnya
Mantan Presiden Francisco Guterres “Lú Olo” meninggal dunia di Rumah Sakit Prince Court, Kuala Lumpur, Malaysia, pada Minggu (21/06) malam, setelah menjalani perawatan kesehatan intensif. Dan pagi ini, Jenazah Mantan Presiden Lú Olo tiba di Dili, Timor-Leste.
Reporter : Cidalia Fátima
Editor : Armandina Moniz




