Presiden Ramos-Horta : Warisan perjuangan Lú Olo akan terus jadi inspirasi bagi semua rakyat

DILI, 23 Juni 2026 (TATOLI) – Presiden Republik Timor-Leste, José Ramos-Horta, langsung menuju kediaman mendiang mantan Presiden Republik, Francisco Guterres Lú Olo, di Farol, Dili, untuk memberikan penghormatan terakhir sesaat setelah kembali dari Darwin, Australia, Selasa sore.
Ramos-Horta tiba di Timor-Leste pada 23 Juni setelah menyelesaikan kunjungannya ke Darwin. Sebelumnya, pada 21 Juni, Presiden Republik turut ambil bagian dalam peluncuran penerbangan perdana rute Dili–Darwin yang dioperasikan oleh Aero Dili. Kepala Negara terbang bersama penumpang lainnya dalam penerbangan perdana tersebut dari Dili menuju Darwin.
Setelah menerima kabar duka mengenai wafatnya Lú Olo saat berada di luar negeri, Ramos-Horta segera kembali ke Timor-Leste dan setibanya di Dili langsung mendatangi rumah duka untuk menyampaikan belasungkawa kepada keluarga serta memberikan penghormatan terakhir kepada mendiang.
Usai memberikan penghormatan terakhir, Ramos-Horta mengatakan kepergian Lú Olo merupakan kehilangan besar bagi Timor-Leste. Menurutnya, negara kehilangan seorang pejuang, veteran, politisi, dan pahlawan yang telah mengabdikan hidupnya bagi perjuangan kemerdekaan dan pembangunan bangsa.
“Kita kehilangan besar, bukan hanya bagi kepemimpinan FRETILIN, tetapi juga bagi negara. Wafatnya Presiden Lú Olo merupakan kehilangan besar bagi bangsa ini. Namun, warisan perjuangannya akan terus menjadi inspirasi bagi seluruh rakyat dan Partai FRETILIN untuk melanjutkan cita-cita yang telah beliau perjuangkan,” kata Ramos-Horta.
Presiden Ramos-Horta menegaskan bahwa Lú Olo merupakan salah satu tokoh penting dalam sejarah perjuangan Timor-Leste. Sebagai veteran yang terlibat dalam perjuangan selama 24 tahun, mendiang telah memberikan kontribusi besar dalam mempertahankan tanah air hingga negara mencapai kemerdekaan, perdamaian, dan demokrasi.
Ramos-Horta juga menyoroti pentingnya perhatian negara terhadap keluarga yang ditinggalkan. Ia mengatakan pemerintah akan melihat berbagai mekanisme hukum yang ada untuk memastikan keluarga mendiang mendapatkan dukungan yang layak atas jasa dan pengorbanan Lú Olo sebagai veteran perjuangan sejak 1975.
Mengenai hubungan pribadinya dengan mendiang, Ramos-Horta mengungkapkan bahwa keduanya selalu menjalin hubungan yang baik. Ia bahkan mengunjungi Lú Olo ketika berada di Malaysia belum lama ini, namun saat itu hanya sempat berbicara dengan mantan Ibu Negara, Cidália Mouzinho, karena Lú Olo sedang menjalani perawatan intensif (ICU).
Berdasarkan pantauan TATOLI, setibanya di rumah duka, Ramos-Horta terlebih dahulu memberikan penghormatan kepada mendiang sebelum menyampaikan belasungkawa kepada istri dan anak-anak Lú Olo.
Presiden Republik kemudian menyalami Sekretaris Jenderal FRETILIN, Mari Alkatiri, serta sejumlah kader partai yang hadir.
Sebelum meninggalkan lokasi, Ramos-Horta terlihat berbincang hampir satu jam dengan Mari Alkatiri, mantan Perdana Menteri Taur Matan Ruak, Lere Anan Timur, dan sejumlah tokoh nasional lainnya.
Dalam kesempatan yang sama, Partai Libertasaun Populár (PLP) yang dipimpin Taur Matan Ruak bersama para militannya turut hadir untuk memberikan penghormatan kepada mendiang Lú Olo. Hadir pula Sekretaris Negara Urusan Veteran, César dos Santos da Silva dan sejumlah tokoh nasional lainnya.
Mantan Presiden Francisco Guterres “Lú Olo” meninggal dunia di Rumah Sakit Prince Court, Kuala Lumpur, Malaysia, pada Minggu (21/06) malam, setelah menjalani perawatan kesehatan intensif.
Reporter : Cidalia Fátima
Editor : Armandina Moniz

