DILI, 03 Juni 2026 (TATOLI) – Sekretaris Eksekutif Komunitas Negara-Negara Berbahasa Portugis (CPLP), Maria de Fátima Jardim, menyoroti kinerja kerja Timor-Leste dalam menjalankan Kepresidenan Sementara CPLP.
Sekretaris Eksekutif Fátima menyoroti kinerja kerja Timor-Leste itu disampaikan dalam pertemuan yang diadakan dengan Menteri Luar Negeri dan Kerja Sama, Bendito Freitas, di ruang pertemuan MNEC, Pantai Kelapa, Dili, Selasa (02/06). Pertemuan keduanya dilakukan sela-sela Pertemuan ke-25 Menteri Pertahanan CPLP.
Sekretaris Eksekutif Fátima mengatakan kinerja kerja Timor-Leste dalam memimpin CPLP dengan cara yang “patut dicontoh”, berkontribusi pada penguatan persatuan, dialog, dan kerja sama antar Negara Anggota.
Ia menyatakan bahwa ini adalah kunjungan pertamanya ke Timor-Leste dan menyatakan kekagumannya atas kemajuan negara ini sejak restorasikan kemerdekaan dengan menekankan bahwa CPLP bangga memiliki Timor-Leste sebagai salah satu anggotanya.
“Kami menemukan Timor-Leste yang menjanjikan. Kami mengucapkan selamat kepada rakyat Timor-Leste karena, sebagai hasil dari ketekunan dan usaha mereka, dimana mereka telah mencapai kemerdekaan, mengonsolidasikan kebebasan mereka, dan sekarang hidup dalam damai. Kami yakin bahwa kemajuan dan pertumbuhan negara ini akan terus dibangun dalam kemitraan dengan negara-negara CPLP dan dengan semua pihak yang bekerja untuk perdamaian dan pembangunan,” katanya.
Sekretaris Eksekutif Fátima juga menyoroti pengakuan internasional terhadap tokoh-tokoh utama dalam kepemimpinan Timor-Leste, mengingat negara ini telah menjadi rujukan dunia dalam mempromosikan perdamaian dan rekonsiliasi.
“Presiden Republik, José Ramos-Horta, dan Perdana Menteri, Xanana Gusmão, adalah pemimpin yang diakui secara internasional atas komitmen mereka terhadap perdamaian. Mereka bukan hanya tokoh terkenal di dalam CPLP, tetapi pemimpin dunia sejati. Timor-Leste adalah negeri perdamaian, dan rakyat Timor-Leste harus bangga dengan warisan ini,” tegasnya.
Selama pertemuan kedua pihak juga membahas persiapan untuk pertemuan Dewan Menteri CPLP berikutnya, yang dijadwalkan pada bulan Juli di Dili.
Menurut Sekretaris Eksekutif Fatima bahwa pertemuan tersebut akan sangat relevan karena akan memungkinkan evaluasi terhadap pekerjaan yang dilakukan oleh organisasi dan diskusi tentang prinsip-prinsip panduan visi strategis organisasi di masa depan untuk tahun-tahun mendatang.
“Dewan Menteri harus melanjutkan penilaian pedoman untuk strategi CPLP di masa depan, menyelaraskan prioritas komunitas dengan tantangan global dan agenda pembangunan nasional negara-negara anggota,” jelasnya.
Pemimpin tersebut juga mengingatkan bahwa Timor-Leste mengemban Kepresidenan Sementara CPLP dalam konteks yang menantang, menyusul perubahan tak terduga dalam kepemimpinan organisasi tersebut, tetapi menganggap bahwa negara ini berhasil mengatasi tantangan tersebut.
“Timor-Leste menerima tanggung jawab yang kompleks dan mengembannya dengan penuh komitmen. Ini merupakan kepresidenan yang patut dicontoh, melampaui harapan dan berkontribusi pada penguatan kohesi komunitas,” ujarnya.
Beliau juga menyebutkan pentingnya tema yang dipilih Timor-Leste untuk kepresidenannya, yang berpusat pada promosi demokrasi, konstitusionalitas, dan supremasi hukum.
“Konstitusi adalah instrumen fundamental negara demokrasi yang diatur oleh supremasi hukum. CPLP tetap berkomitmen untuk membela warganya dan nilai-nilai demokrasi yang menyatukan Negara-negara Anggotanya,” tegasnya.
Pemimpin tersebut juga menambahkan bahwa CPLP sedang bersiap untuk memperingati HUT 30 tahun CPLP dan menyoroti pentingnya sejarah organisasi tersebut dalam mempromosikan bahasa Portugis, kerja sama, dan solidaritas di antara anggotanya.
“Kita merayakan komunitas yang bersatu dalam keberagaman, dibangun di atas nilai-nilai bersama, persahabatan, dialog, dan kerja sama. Prinsip-prinsip ini terus membimbing kerja CPLP dan memperkuat ikatan antara masyarakat yang berbagi bahasa Portugis,” ujarnya.
Ketika ditanya oleh wartawan tentang penilaiannya terhadap kepemimpinan Timor-Leste di CPLP, Maria de Fátima Jardim menegaskan kembali bahwa kinerja Timor-Leste sebagian besar positif.
“Ini adalah kepemimpinan yang melampaui ekspektasi. Berkat kepemimpinan dan bimbingan yang telah kami terima, CPLP saat ini lebih bersatu dan lebih bertekad dalam mencapai tujuannya. Timor-Leste dapat meninggalkan jejak penting dalam sejarah terkini komunitas ini,” pungkasnya.
Berdasarkan agenda Maria Fátima Jardim juga dijadwalkan akan bertemu Perdana Menteri, Xanana Gusmão.
Tim TATOLI




