Dua proyek strategis China Aid resmi digarap di Timor-Leste

DILI, 22 Desember 2025 (TATOLI)— Pemerintah Timor-Leste dan Pemerintah China secara resmi menandatangani perjanjian pertukaran nota kesepahaman (MoU) untuk dua proyek strategis yang didukung melalui China Aid, yakni Proyek Renovasi Tanggul Pantai dan Proyek Taman Bergaya China di Istana Kepresidenan.
Penandatanganan MoU tersebut dilakukan oleh Wakil Perdana Menteri (VPM) sekaligus Menteri Koordinator Bidang Perekonomian dan Menteri Pariwisata dan Lingkungan Hidup Timor-Leste, Francisco Kalbuadi Lay, dan Duta Besar China untuk Timor-Leste, Wang Wenli selaku Perwakilan Pemerintah China. Penandatangan yang dilakukan di Pusat Konvensi Dili, Sabtu (19/12/2025) itu disaksikan langsung oleh Perdana Menteri Timor-Leste, Kay Rala Xanana Gusmão.
Dalam sambutannya, Wakil Perdana Menteri, Francisco Kalbuadi Lay menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah China atas dukungan berkelanjutan terhadap pembangunan Timor-Leste. Menurutnya, bantuan melalui China Aid mencerminkan hubungan persahabatan dan kemitraan yang kuat antara kedua negara, yang dilandasi saling menghormati, kerja sama, dan tujuan pembangunan bersama.
“Dukungan ini menunjukkan komitmen Pemerintah China dalam mendukung upaya pembangunan Timor-Leste, khususnya di sektor lingkungan, pariwisata, dan ketahanan iklim,” ujarnya.
Proyek Renovasi Tanggul Pantai akan dilaksanakan di kawasan pesisir Dili, mulai dari Taman Motael hingga Praia dos Coqueiros (Pantai Kelapa). Wakil Perdana Menteri menjelaskan bahwa proyek ini sangat penting untuk melindungi wilayah pesisir dari erosi dan dampak perubahan iklim, sekaligus memperindah kawasan pantai yang menjadi salah satu penopang utama kegiatan ekonomi, terutama pariwisata dan perikanan.
“Garis pantai merupakan aset alam yang berharga bagi negara kita. Melalui proyek ini, kita tidak hanya melindungi lingkungan, tetapi juga mendorong pembangunan perkotaan yang berkelanjutan bagi generasi mendatang,” katanya.
Sementara itu, Proyek Taman Bergaya China di Istana Kepresidenan dipandang sebagai simbol pertukaran budaya dan persahabatan antara Timor-Leste dan China. Taman tersebut diharapkan dapat memperkaya lanskap Istana Kepresidenan serta menjadi ruang yang mencerminkan harmoni antara alam, budaya, dan tradisi kedua bangsa.
“Proyek ini juga menjadi pengingat nyata atas hubungan kerja sama jangka panjang dan hubungan antar masyarakat kedua negara,” tambah Wakil Perdana Menteri.

Pemerintah Timor-Leste menyatakan telah memberikan persetujuan penuh terhadap ruang lingkup, kerangka kerja, serta pengaturan implementasi kedua proyek tersebut. Direktorat Jenderal Pariwisata ditunjuk sebagai lembaga pemerintah utama untuk mengoordinasikan dan mengawasi pelaksanaan proyek, termasuk memastikan pengelolaan dan perawatan jangka panjang.
Pada kesempatan yang sama, Duta Besar China untuk Timor-Leste, Wang Wenli, menyatakan kegembiraannya atas penandatanganan proyek kerja sama tersebut dan menyampaikan terima kasih kepada Perdana Menteri Kay Rala Xanana Gusmão yang turut hadir dalam acara itu.
Sementara itu, Perdana Menteri Kay Rala Xanana Gusmão dalam sambutannya juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah China atas dukungan yang konsisten diberikan kepada Timor-Leste sejak masa perjuangan pembebasan hingga periode kemerdekaan.
“Proyek-proyek yang ditandatangani hari ini menunjukkan kepercayaan dan komitmen China terhadap pembangunan Timor-Leste. Kami yakin kerja sama bilateral ini akan semakin kuat pada tahun-tahun mendatang,” kata Perdana Menteri.
Reporter : Cidalia Fátima
Editor : Armandina Moniz

