DILI, 12 Desember 2025 (TATOLI)— Perwakilan Federasi Atletik Penyandang Disabilitas Timor-Leste hari ini melakukan pertemuan dengan Presiden Republik José Ramos-Horta untuk menyampaikan pencapaianTimor-Leste meraih medali emas di Kompetisi World Abilitysport Games 2025 yang diadakan di Thailand.
Sekretaris Jenderal Komisi Paralimpiade Nasional Timor-Leste, José da Silva Monteiro menjelaskan World Abilitysport Games 2025 baru saja selesai di Nakhon Ratchasima, Thailand (17–24 November 2025). Dan, sebanyak 38 negara ikut berpartisipasi termasuk Timor-Leste.
“Hari ini kami bertemu dengan Bapak Presiden Republik untuk menyampaikan event yang kami ikut berpartisipasi di Nakhon Ratchasima, Thailand. Nama event tersebut World Abilitysport Games 2025, dan ini untuk pertama kali Timor-Leste berpartisipasi bersama dengan 38 negara termasuk Timor-Leste, dan atlet kita mendapatkan medali emas dari modalitas lari dengan klasifikasi 400 meter,” kata José da Silva Monteiro kepada wartawan usai pertemuan di Istana Kepresidenan Dili, Jumat ini.
Ia menambahkan, Timor-Leste ikut berpartisipasi dalam kompetisi tersebut karena mendapatkan undangan langsung dari Raja Thailand.
“Dalam kompetisi yang kami partisipasi saat itu, kita belum menjadi anggota, dan sekarang kami telah mendaftar untuk menjadi anggota sehingga pada tahun 2026 dan 2027 hingga seterusnya Timor-Leste dapat berpartisipasi lagi dengan klasifikasi junior dan senior di Turki,” ujarnya.
Presiden Republik juga mengucapkan selamat atas kemenangan bagi para atlet yang meraih medali emas, dan meminta para atlet untuk melakukan persiapan karena tahun depan akan diadakan Dili Marathon.
“Keberangkatan kami dalam mengikuti kompetisi tersebut didukung oleh Ketua Federasi kami,” ucapnya.
Di tempat yang sama, Ketua Federasi Atletik Penyandang Disabilitas TL, Rudy Yanto Kwa, bangga karena dalam kompetisi tersebut bendera Timor-Leste dikibarkan di stadion Thailand.
“Dalam kompetisi World Abilitysport Games 2025 di Thailand, kita berhasil mendapatkan medali emas, dan bendera Timor-Leste dinaikkan, dan juga lagu kebangsaan kita dinyanyikan di stadion tersebut,” tuturnya.
Dijelaskan, dua atlet yang ikut berpartisipasi tersebut, dimana satu peserta laki-laki ikut di modalitas lempar lembing dan satu wanita di lomba lari, yang mendapatkan medali emas.
Pelatih dari kedua atlet tersebut, Aguida Fatima Amaral, merasa terharu karena untuk pertama kali atletnya mewakili kaum perempuan dan mendapatkan medali emas yang dipersembahkan untuk negara tercinta Timor-Leste.
“Kami sangat senang bisa bertemu dengan Bapak Presiden. Saya sebagai pelatih dari kedua atlet tersebut sangat bangga dengan atlet saya, Domingas, yang meraih medali emas. Ini merupakan yang pertama kali kaum atlet difabel perempuan meraih medali emas untuk Timor-Leste,” paparnya.
Reporter : Mirandolina Barros Soares
Editor : Armandina Moniz




