DILI, 07 Desember 2025 (TATOLI) – Perdana Menteri, Xanana Gusmão, meminta agar kisah kejadian 07 Desember 1975 tidak boleh dilupakan, dimana kejadian itu banyak para martir yang gugur ketika kapal perang mendarat di Dili.
Kepala Pemerintah mengatakan bahwa situasi ppada 07 Desember tidak boleh dilupakan. Karena, pada waktu itu mereka yang gugur bukan hanya di Dili, tetapi juga mereka yang mulai gugur di area perbatasan Batugade, Balibó, Maliana, dan Suai Covalima, karena pada 07 Desember musuh menduduki banyak tempat.
Untuk memperingari hari 07 Desember, Perdana Menteri Xanana Gusmão, disela-sela kunjungan kerjanya ke Indonesia, menyempatkan diri meminta misa syukur yanh digelar di Gereja Santo Fransiskus Xaverius, Kuta, Bali.
Dimana, PM Xanana melalui pesan video yang diakses TATOLI pada Minggu ini, dalam peringatan hari tersebut mengajak para pahlawan untuk peduli pada pembangunan negara dan dalam Misa tersebut memanjat doa untuk para pahlawan dan martir yang telah gugur untuk kemerdekaan Timor-Leste.
Perdana Menteri Xanana meminta semua orang tahu bahwa ketika Indonesia menginvasi Timor pada 07 Desember 1975, dengan situasi dimana banyak masyarakat mengungsi ke Gunung Dare dan meninggalkan semua harta benda mereka.
“Saya pergi ke gereja untuk berdoa dan memohon kepada Tuhan agar membantu lembaga-lembaga negara dan semua yang mengabdi kepada lembaga-lembaga negara untuk memperbaiki diri dan berpikir jernih mengabdi pada negara layak mendapatkan kemerdekaan ini,” kata PM Xanana.
Kepala Pemerintah mengatakan dengan semua kisah tersebut, dalam Khotbah misa, Pastor yang memimpin misa berpesan agar semua orang tidak kehilangan harapan akan perubahan dalam kehidupan sehari-hari.
“Saya ke gereja untuk memohon kepada para leluhur, para pahlawan, para martir, agar selalu membantu kita agar kita tidak kehilangan harapan untuk menjadi lebih baik,” kata PM Xanana.
Dalam Wikipedia yang dikutip Tatoli, menuliskan bahwa invasi Indonesia ke Timor-Timur (Kini Timor-Leste) yang dikenal di Indonesia sebagai Operasi Seroja, dimulai pada tanggal 07 Desember 1975 ketika militer Indonesia masuk ke Timor-Timur dengan dalih anti-kolonialisme dan anti-komunisme untuk menggulingkan rezim Fretilin.
Reporter : Mirandolina Barros Soares
Editor : Armandina Moniz




