iklan

POLITIK, HEADLINE

Pemerintah gelar rapat antar-kementerian perkuat persiapan Keketuan ASEAN 2029

Pemerintah gelar rapat antar-kementerian perkuat persiapan Keketuan ASEAN 2029

Perdana Menteri Xanana Gusmão, memimpin pertemuan kedua antar-kementerian yang tergabung dalam ASEAN Chairship National Organizing Council (ACNOC). Foto Media GPM

DILI, 16 Juli 2026 (TATOLI) – Pemerintah Timor-Leste kembali menggelar  pertemuan kedua antar-kementerian yang tergabung dalam ASEAN Chairship National Organizing Council (ACNOC) atau Dewan Penyelenggara Nasional Keketuaan ASEAN yang dipimpin Perdana Menteri (PM) Xanana Gusmão, untuk mengevaluasi persiapan dan memperkuat koordinasi antar-kementerian serta lembaga terkait guna memastikan kesiapan Keketuan ASEAN Timor-Leste pada tahun 2029.

Pertemuan kedua antar-kementerian yang tergabung dalam ASEAN Chairship National Organizing Council (ACNOC) itu digelar di aula  Kementerian Luar Negeri dan Kerja Sama (MNEC), Pantai Kelapa, Kamis ini.

“Kami bertemu untuk membahas masalah ASEAN, khususnya untuk meninjau kemajuan persiapan menyambut keketuaan ASEAN pada tahun 2029. Persiapan berjalan dengan baik karena tenggat waktu penyelesaian telah ditetapkan pada bulan Desember. Terakhir, kami membahas cara menyusun rencana untuk kegiatan-kegiatan yang akan dilaksanakan hingga tahun 2029,” ujar PM Xanana Gusmão.

Ia mengatakan bahwa Wakil Menteri Urusan ASEAN, Milena Rangel, akan memimpin tim untuk mengevaluasi prioritas-prioritas yang dapat dilaksanakan pada tahun 2027 dan 2028, guna mempersiapkan masa ketika Timor-Leste memegang keketuaan ASEAN pada tahun 2029.

Berita terkait :  Sambut Keketuaan ASEAN 2029, TL lakukan peletakan batu pertama Pusat Konvensi Internasional

“Kami dapat menjalankan tugas sekaligus memberikan perhatian pada berbagai kementerian—yang mungkin memiliki nota kesepahaman (MoU) dengan negara-negara ASEAN lainnya—untuk bekerja sama dalam rangka integrasi kita di ASEAN. Hal ini dapat mendukung upaya kita dalam memajukan negara,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Menteri Urusan ASEAN, Milena Rangel, menjelaskan bahwa ini merupakan pertemuan kedua ACNOC, setelah pertemuan pertama diselenggarakan pada bulan Februari lalu.

Ia mengatakan bahwa berdasarkan keputusan pemerintah, Perdana Menteri menjabat sebagai Ketua Panitia ACNOC 2029. Sebelum pertemuan ACNOC, Komite Eksekutif dan Sub-komite 14 telah mengadakan pertemuan serta memaparkan laporan mengenai perkembangan persiapan.

“Hasilnya sangat positif. Hari ini kami menerima dan mengesahkan dokumen tersebut. Kini kita perlu melihat rencana rincinya, lalu langkah selanjutnya adalah meninjau alokasi anggaran dan sumber daya manusia. Terkait sumber daya keuangan ke depannya, kami ingin menetapkan target bulanan dan tahun 2026 akan menjadi tahun peletakan fondasi karena mekanisme ini baru saja dibentuk,” ujar Milena Rangel.

Ia menegaskan bahwa persiapan untuk keketuaan ASEAN harus dimulai sejak dini, mengingat Timor-Leste tidak memiliki pengalaman sebagai anggota pleno.

“Kini tersisa 29 bulan hingga Timor-Leste memegang keketuaan ASEAN pada 1 Januari 2029. Semua pihak harus berkontribusi dan bekerja sama dalam tim yang solid, dengan dukungan politik yang sangat penting, guna memastikan persiapan berjalan lancar dan sukses,” ujarnya.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri dan Kerja Sama, Bendito dos Santos Freitas, mengatakan bahwa pertemuan tersebut diselenggarakan berdasarkan Resolusi Pemerintah Nomor 12/2026, yang mengamanatkan Kementerian Luar Negeri untuk mengoordinasikan persiapan Timor-Leste bagi keketuaan ASEAN tahun 2029.

Ia mengatakan diskusi tersebut berfokus pada bidang-bidang strategis seperti infrastruktur, politik, keamanan, diplomasi, dan komunikasi.

“Saya pikir ini sangat penting untuk memperkuat koordinasi antar kementerian, karena persiapan Kepresidenan ASEAN harus dilakukan dengan rencana terpadu dan semua lembaga bekerja sama,” kata Menteri tersebut.

Di bidang infrastruktur, Pemerintah menilai kemajuan persiapan fasilitas-fasilitas penting, termasuk hotel, Pusat Konvensi Internasional, dan pengembangan Bandara Internasional Nicolau Lobato di Dili.

“Kami terus memantau perkembangan persiapan infrastruktur penting. Meskipun keketuaan ASEAN baru akan berlangsung pada tahun 2029, persiapan harus dimulai sejak sekarang untuk memastikan seluruh pekerjaan dan layanan dapat diselesaikan dengan sukses,” ujarnya.

Bendito Freitas menyatakan bahwa Pemerintah akan terus berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait, serta akan mengadakan lebih banyak pertemuan tingkat tinggi dengan Perdana Menteri untuk mengevaluasi kemajuan dan menyelesaikan berbagai kendala teknis maupun operasional.

“Kami berencana merekrut dan melatih 300 orang pada tahap pertama, dan pada tahun 2029 kami ingin mempersiapkan 500 orang, khususnya kaum muda, untuk berpartisipasi sebagai sukarelawan selama Presidensial ASEAN,” ujarnya.

Tim TATOLI

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!