DILI, 11 November 2025 (TATOLI) – Panglima Angkatan Pertahanan Bersenjata Timor-Leste (F-FDTL), Letnan Jenderal Domingos Raul Falur Rate Laek, menegaskan lima prinsip utama bagi kontingen nasional Timor-Leste yang akan menjalankan misi kemanusiaan di Filipina.
Dalam arahannya, Letnan Jenderal Falur menyatakan bahwa misi ini merupakan wujud komitmen Timor-Leste untuk menghormati utang moralnya dan menegaskan posisinya sebagai bangsa yang bersolidaritas, bertanggung jawab, serta menjunjung tinggi prinsip-prinsip universal persaudaraan antarbangsa.
“Perilaku teladan bukanlah pilihan; melainkan kewajiban. Kesatuan tim sangat penting. Kepatuhan terhadap komando harus ketat. Komunikasi harus hati-hati. Dan lakukan apa pun untuk meningkatkan kebanggaan nasional,” tegasnya kepada 150 personel gabungan yang akan berangkat ke Filipina dalam upacara pelepasan di Markas Besar F-FDTL, Fatuhada, Selasa ini.
Lima Prinsip Utama terdiri dari :
- Perilaku Teladan – Setiap anggota diharapkan menjaga disiplin, menghormati budaya lokal, bersikap sopan, dan menjunjung integritas moral dalam semua situasi.
- Kesatuan Tim – Berbagai latar belakang profesional harus dilebur menjadi satu kesatuan untuk keberhasilan misi. Saling mendukung dan bekerja secara sinergis menjadi kunci.
- Kepatuhan terhadap Komando – Setiap tindakan harus mengikuti jalur komando yang tepat demi koordinasi, keselamatan, dan efektivitas operasional.
- Komunikasi Bijak – Hindari komentar atau pernyataan publik yang tidak pantas; seluruh komunikasi eksternal harus melalui badan resmi.
- Tingkatkan Kebanggaan Nasional – Setiap tugas, sekecil apa pun, harus dilakukan dengan dedikasi, kompetensi, dan semangat melayani agar rakyat Timor-Leste bangga.
Letnan Jenderal Falur juga menyampaikan pesan khusus kepada keluarga anggota kontingen. Ia mengakui pengorbanan mereka dan meminta dukungan moral agar anggota kontingen dapat melaksanakan tugas dengan tenang dan percaya diri.
“Kalian adalah dukungan tak tergantikan bagi misi ini. Seluruh negeri bersama kalian,” ujarnya.
Letnan Jenderal Falur menegaskan bahwa rakyat Timor-Leste bangga kepada seluruh anggota kontingen. Mereka dipilih berdasarkan prestasi, kompetensi, dan karakter, membawa kepercayaan lembaga negara dan harapan bangsa.
“Saat sejarah ditulis, bab ini akan menunjukkan bahwa Timor-Leste, meski masih muda, siap memikul tanggung jawab internasional,” kata Letnan Jenderal Falur.
Kontingen gabungan berjumlah 150 orang, terdiri dari 120 personel F-FDTL, 20 dari Otoritas Perlindungan Sipil (APC) khususnya Direktorat Pemadam Kebakaran, enam tenaga kesehatan, dan empat teknisi dari IGEADI. Mereka dijadwalkan berangkat menuju Filipina pada Rabu (12/11) menggunakan pesawat charter Aero Dili, untuk melaksanakan misi kemanusiaan selama 20 hari, membantu korban topan Kalmaegi (Tino) dan Fung-Wong (Uwan).
Reporter : Cidalia Fátima
Editor : Armandina Moniz




