Top

Akan dukung TL, Singapura siapkan tambahan US$30 juta perkuat keamanan siber ASEAN

Foto bersama disela-sela kegiatan Singapore International Cyber Week (SICW) 2026 yang di gelar di Singapura. Foto Bernama

DILI, 16 Oktober 2026 (TATOLI) – Pemerintah Singapura mengumumkan tambahan investasi sebesar 30 juta dolar Singapura (S$30 juta) untuk lima tahun mendatang guna memperkuat kapasitas keamanan siber negara-negara anggota Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN), termasuk Timor-Leste, dalam menghadapi ancaman digital yang semakin kompleks.

Pengumuman tersebut disampaikan dalam Konferensi Tingkat Menteri ASEAN ke-11 tentang Keamanan Siber yang berlangsung di Singapura pada 14 Oktober 2026, sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Singapore International Cyber Week (SICW) 2026.

Berdasarkan informasi resmi Pemerintah Timor-Leste yang diterbitkan Jumat (16/10), tambahan investasi tersebut akan disalurkan melalui ASEAN-Singapore Cybersecurity Centre of Excellence (ASCCE) atau Pusat Keunggulan Keamanan Siber ASEAN-Singapura untuk mendukung peningkatan kapasitas keamanan digital di kawasan.

Dukungan tersebut mencakup sejumlah bidang prioritas, antara lain penguatan kemampuan menangani insiden siber, perlindungan infrastruktur penting, pengelolaan risiko yang berkaitan dengan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), serta pengembangan diplomasi siber.

Sejak didirikan pada 2019, program-program yang dijalankan ASCCE telah menjangkau lebih dari 2.200 peserta dari negara-negara ASEAN, negara-negara kepulauan Pasifik, serta kawasan lainnya.

Tambahan investasi ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kerja sama regional dalam menghadapi berbagai ancaman keamanan digital, termasuk serangan ransomware atau perangkat lunak pemeras, penipuan daring, serta risiko yang muncul akibat perkembangan teknologi baru.

ASEAN perkuat strategi keamanan siber 2026–2030

Dalam konferensi tersebut, negara-negara anggota ASEAN juga menyambut ASEAN Cybersecurity Cooperation Strategy 2026–2030 atau Strategi Kerja Sama Keamanan Siber ASEAN 2026–2030.

Strategi tersebut menjadi kerangka kerja sama regional dalam memperkuat kemampuan negara-negara anggota untuk mencegah, mendeteksi, dan merespons berbagai ancaman keamanan siber selama lima tahun mendatang.

Pembahasan konferensi mencakup perlindungan infrastruktur kritis, pemberantasan serangan ransomware dan penipuan daring, pengelolaan risiko kecerdasan buatan serta teknologi baru, pertukaran informasi, dan peningkatan kemampuan nasional maupun regional dalam merespons insiden siber.

Timor-Leste turut berpartisipasi dalam konferensi tersebut melalui Menteri Transportasi dan Komunikasi, Miguel Marques Gonçalves Manetelu, yang menghadiri rangkaian kegiatan SICW 2026 pada 12 hingga 15 Oktober di Singapura.

Konferensi yang diselenggarakan oleh Badan Keamanan Siber Singapura (Cyber Security Agency of Singapore) tersebut mempertemukan para menteri, pejabat pemerintah, perwakilan organisasi internasional, pakar teknologi, serta sektor swasta untuk membahas tantangan keamanan siber yang sedang berkembang.

Partisipasi Timor-Leste dalam pertemuan tersebut menjadi kesempatan untuk memperkuat keterlibatan nasional dalam kerja sama keamanan digital ASEAN, terutama dalam pengembangan kapasitas sumber daya manusia dan peningkatan ketahanan infrastruktur digital.

Singapura siap dukung pengembangan SDM Digital Timor-Leste

Selain mengikuti konferensi regional, Menteri Miguel Manetelu juga mengadakan pertemuan bilateral dengan Menteri Pembangunan Digital dan Informasi Singapura, Josephine Teo, pada 13 Oktober 2026.

Pertemuan tersebut membahas peluang penguatan kerja sama antara Timor-Leste dan Singapura dalam bidang transformasi digital, keamanan siber, serta peningkatan kapasitas tenaga teknis nasional.

Dalam kesempatan itu, Josephine Teo menyatakan kesiapan Pemerintah Singapura untuk terus berbagi pengalaman dalam proses transformasi digital dan mendukung pengembangan kapasitas teknisi Timor-Leste, khususnya dalam bidang digitalisasi dan keamanan siber.

Sementara itu, Menteri Miguel Manetelu menyoroti kemajuan Singapura dalam pengembangan sistem digital dan keamanan siber, serta menyampaikan bahwa Timor-Leste dapat memanfaatkan pengalaman dan solusi teknologi negara tersebut dengan menyesuaikannya terhadap kebutuhan, kemampuan, dan sumber daya nasional.

Kerja sama tersebut membuka peluang bagi Timor-Leste untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan tenaga teknis, sekaligus memperkuat kesiapan nasional dalam menghadapi ancaman siber.

Singapura luncurkan strategi Keamanan Siber Nasional 2026

Di samping komitmen investasi regional, SICW 2026 juga menjadi momentum peluncuran Strategi Keamanan Siber Singapura 2026.

Strategi tersebut menetapkan langkah-langkah untuk memperkuat perlindungan infrastruktur kritis dan ekosistem digital, meningkatkan kesiapan menghadapi risiko perkembangan kecerdasan buatan dan teknologi kuantum, serta mengembangkan tenaga profesional yang memiliki keahlian khusus dalam keamanan siber.

Melalui tambahan investasi sebesar S$30 juta dan penguatan kerja sama ASEAN, Singapura berupaya mendukung peningkatan kemampuan kawasan dalam menghadapi ancaman digital, sekaligus memperkuat pertukaran pengetahuan dan pengembangan sumber daya manusia di bidang keamanan siber.

Reporter : Cidalia Fátima

Editor    : Armandina Moniz

Publisidade

Leave a Reply

Latest Post

error: Content is protected !!