SEKOMS resmi buka peringatan Hari Kebebasan Pers Nasional Keempat

DILI, 15 Oktober 2026 (TATOLI) – Pemerintah Timor-Leste melalui Sekretariat Negara Urusan Komunikasi Sosial (SEKOMS) secara resmi membuka rangkaian peringatan Hari Kebebasan Pers Nasional keempat melalui kegiatan Feira Liberdade atau Pameran Kebebasan Pers, yang diselenggarakan di Pusat Konvensi Dili (CCD), Caicoli, Kamis (15/10).
Peringatan tahun ini mengangkat tema “Média Livre, Demokrasia Metin” atau “Media Bebas, Demokrasi Kuat”, sebagai bentuk komitmen untuk memperkuat kebebasan pers, profesionalisme jurnalistik, dan peran media dalam pembangunan demokrasi di Timor-Leste.
Sekretaris Negara Urusan Komunikasi Sosial, Expedito Dias Ximenes, dalam sambutan pembukaannya menegaskan bahwa peringatan Hari Kebebasan Pers Nasional bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan momentum untuk merefleksikan peran dan tanggung jawab media dalam pembangunan bangsa.
“Hari ini bukan hanya momentum untuk memperingati kebebasan pers, tetapi juga kesempatan bagi kita semua untuk merefleksikan peran dan tanggung jawab media dalam membangun negara, memperkuat demokrasi, mempromosikan transparansi, serta menyampaikan informasi yang benar dan kredibel kepada masyarakat,” kata Expedito Dias Ximenes.
Ia menjelaskan bahwa kebebasan pers dan kebebasan berekspresi merupakan prinsip fundamental dalam masyarakat demokratis. Karena itu, jurnalis memiliki peran penting dalam mencari, memverifikasi, dan menyampaikan informasi kepada publik.
Sementara itu, pemerintah dan lembaga publik berkewajiban menciptakan lingkungan yang memungkinkan media menjalankan tugasnya secara independen, profesional, dan bertanggung jawab.
Menurut Expedito, perkembangan sektor komunikasi sosial di Timor-Leste masih membutuhkan komitmen dan kerja sama seluruh pemangku kepentingan, terutama dalam menghadapi perubahan teknologi dan pertumbuhan media digital.

Perkembangan tersebut, katanya, membawa peluang besar bagi industri media, tetapi juga menghadirkan tantangan baru berupa disinformasi, berita palsu, konten manipulatif, serta rendahnya literasi media dan digital di tengah masyarakat.
Oleh karena itu, ia menilai kegiatan Feira Liberdade dapat menjadi ruang dialog, pertukaran pengalaman, serta mempererat hubungan antara masyarakat, pekerja media, lembaga negara, dan organisasi masyarakat sipil.
“Pemerintah melalui SEKOMS kembali menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat ekosistem komunikasi sosial yang bebas, plural, independen, profesional, dan bertanggung jawab,” ujarnya.
Expedito juga memastikan bahwa pemerintah akan terus bekerja sama dengan Dewan Pers, Radio dan Televisi Timor-Leste (RTTL), Kantor Berita TATOLI, media swasta, radio komunitas, asosiasi jurnalis, serta mitra pembangunan untuk meningkatkan kapasitas profesional media dan memperluas akses masyarakat terhadap informasi.
Selain itu, ia mengingatkan pentingnya mempersiapkan jurnalis dan profesional media dalam menghadapi perkembangan teknologi baru, termasuk kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), dengan tetap menjunjung tinggi etika jurnalistik.
“Teknologi harus menjadi instrumen untuk memperkuat kualitas jurnalisme dan akses terhadap informasi, bukan menjadi alat yang mengurangi kepercayaan publik terhadap media,” tegasnya.
Ia kembali mengingatkan bahwa kebebasan pers harus senantiasa berjalan beriringan dengan tanggung jawab terhadap negara, bangsa, dan masyarakat.
“Kebebasan pers perlu dilindungi, tetapi kebebasan tersebut juga harus disertai dengan tanggung jawab,” katanya.
Pada akhir sambutannya, Expedito Dias Ximenes secara resmi menyatakan pembukaan Feira Liberdade dalam rangka peringatan Hari Kebebasan Pers Nasional keempat di Timor-Leste.
Sementara itu, Ketua Dewan Pers Timor-Leste, César António da Costa Monteiro Mali, dalam sambutannya menekankan bahwa kebebasan pers merupakan salah satu pilar fundamental demokrasi yang harus terus dijaga oleh seluruh masyarakat, khususnya para pekerja media.
Ia menjelaskan bahwa kegiatan pameran fotografi yang diselenggarakan pada 15 Oktober merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Kebebasan Pers Nasional yang diperingati setiap 16 Oktober.
Menurutnya, pameran tersebut tidak hanya menampilkan berbagai dokumentasi sejarah, tetapi juga menjadi pengingat akan perjalanan panjang perjuangan rakyat Timor-Leste menuju kemerdekaan.

Ketua Dewan Pers Timor-Leste, César António da Costa Monteiro Mali. Foto TATOLI/Cidalia Fatima
Ia secara khusus mengenang lima jurnalis Australia yang terbunuh di Balibo, keberanian dan dedikasi jurnalis Jill Jolliffe, serta para jurnalis dan aktivis internasional yang turut menyampaikan informasi mengenai perjuangan kemerdekaan Timor-Leste kepada dunia.
César juga mengenang kontribusi para pemimpin perjuangan kemerdekaan, termasuk Perdana Menteri Kay Rala Xanana Gusmão dan Presiden Republik José Ramos-Horta.
“Melalui pekerjaan mereka, kita belajar bahwa jurnalisme memiliki peran yang sangat penting dalam mengungkapkan kebenaran dan membawa suara rakyat Timor-Leste kepada dunia,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa pengorbanan para jurnalis yang mempertaruhkan nyawa untuk menyampaikan informasi mengenai perjuangan kemerdekaan Timor-Leste harus terus dikenang dan dihormati oleh generasi penerus.
Selain mengenang sejarah, César menekankan pentingnya menjaga independensi media dalam menjalankan fungsi kontrol terhadap kekuasaan.
Menurutnya, pers yang bebas memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk memperoleh informasi yang benar, seimbang, dan dapat dipercaya sehingga dapat mengambil keputusan berdasarkan informasi yang memadai.
“Tanpa kebebasan pers, masyarakat akan menghadapi kesulitan untuk mengawasi pihak-pihak yang memegang kekuasaan dan mengambil keputusan berdasarkan informasi yang memadai,” katanya.
Ia mengingatkan bahwa kebebasan pers menuntut keberanian dan komitmen jurnalis dalam mencari kebenaran, memverifikasi informasi, mengungkap fakta, serta menjalankan tugas secara independen tanpa rasa takut maupun keberpihakan.
Namun, kebebasan tersebut tidak boleh digunakan untuk menyebarkan informasi yang belum diverifikasi, pernyataan yang mencemarkan nama baik, maupun berita yang tidak benar.
“Kepercayaan publik merupakan aset paling berharga dalam profesi jurnalistik, dan kepercayaan itu hanya dapat diperoleh melalui integritas, profesionalisme, dan tanggung jawab,” tegasnya.
Ketua Dewan Pers juga mendorong para jurnalis, khususnya generasi muda, agar terus meningkatkan kemampuan melalui kegiatan membaca, belajar, praktik jurnalistik, investigasi, verifikasi fakta, dan pengembangan keterampilan menulis berita.
Ia menegaskan bahwa Dewan Pers akan terus menjalankan perannya dalam pengaturan profesi dan peningkatan kapasitas jurnalis untuk memastikan masyarakat memperoleh informasi yang benar, akurat, dan dapat dipercaya.
“Pers yang bebas dan bertanggung jawab akan memperkuat demokrasi, membangun kepercayaan publik, dan membawa Timor-Leste menuju masa depan yang lebih baik,” katanya.
Peringatan berlangsung selama dua hari
Berdasarkan agenda resmi SEKOMS, peringatan Hari Kebebasan Pers Nasional keempat berlangsung pada 15 hingga 16 Oktober 2026 dengan berbagai kegiatan yang melibatkan lembaga media, organisasi jurnalis, perwakilan pemerintah, mitra pembangunan, dan masyarakat.
Pada hari pertama, kegiatan meliputi pembukaan Feira Liberdade, pameran fotografi, serta Forum Nasional Editorial yang membahas kebebasan pers dan perkembangan kecerdasan buatan dalam dunia jurnalistik.
Sementara itu, pada hari kedua, Jumat (16/10), rangkaian kegiatan dijadwalkan mencakup diskusi mengenai keamanan jurnalis, kebebasan pers, dan pemilu, penghormatan kepada para jurnalis yang telah meninggal dunia, serta kunjungan ke Istana Presiden.
Peringatan tersebut juga akan dimeriahkan dengan program Meet The Press dan malam penganugerahan penghargaan jurnalistik nasional 2026.
Melalui berbagai kegiatan tersebut, Pemerintah Timor-Leste bersama Dewan Pers berharap dapat terus memperkuat kebebasan pers, meningkatkan profesionalisme jurnalis, serta membangun ekosistem media yang independen, kredibel, dan bertanggung jawab dalam mendukung demokrasi nasional.
Reporter : Cidalia Fátima
Editor : Armandina Moniz

