iklan

SOSIAL INKLUSIF

Presiden Republik anugerahkan penghargaan bagi para jurnalis yang gugur di TL

Presiden Republik anugerahkan penghargaan bagi para jurnalis yang gugur di TL

Presiden Republik Demokratik Timor-Leste, José Ramos-Horta sedang berbicara dengan Evan Shackleton, putra dari mendiang jurnalis Greg Shackleton, salah satu dari lima wartawan Australia yang gugur dalam tragedi Balibo Five. Foto Tatoli

BOBONARU, 16 Oktober 2025 (TATOLI) – Dalam suasana reflektif memperingati 50 tahun tragedi Balibo Five dan peringatan ketiga Hari Kebebasan Pers Nasional, Presiden Republik Demokratik Timor-Leste, José Ramos-Horta, menganugerahkan gelar ‘Colar Ordem  de Timor-Leste’ kepada para jurnalis yang gugur di Timor-Leste demi kebenaran dan kebebasan pers.

acara penganugerahan yang digelar di Bobonaru itu menjadi momen bersejarah bagi bangsa Timor-Leste untuk mengenang dedikasi dan keberanian para jurnalis yang telah mengorbankan hidup mereka demi mengungkap penderitaan rakyat di tengah konflik dan penindasan.

“Tragedi Balibo tetap menjadi simbol pengorbanan para jurnalis di zona konflik dan perjuangan berkelanjutan untuk akuntabilitas dan keadilan atas kejahatan perang. Kami menyampaikan rasa terima kasih kepada keluarga, aktivis, dan pemerintah atas penghormatan yang terus diberikan kepada Balibo Five, seperti penghormatan kepada para martir nasional,” ujar Presiden Ramos-Horta.

Penghargaan diberikan kepada  Para Jurnalis Pahlawan Berdasarkan Keputusan Presiden No. 102/2025, dengan menganugerahkan sembilan tokoh yang dianugerahi gelar ‘Colar Ordem de Timor-Leste’ adalah:

  1. Gary Cunningham, jurnalis Selandia Baru dan operator kamera Channel 7 Melbourne, gugur di Balibo pada usia 27 tahun (1975)
  1. Tony Stewart, teknisi suara Channel 7 Melbourne, meninggal di usia 21 tahun
  1. Malcolm Rennie, reporter Inggris Channel 9, gugur di Balibo pada usia 29 tahun
  1. Brian Peters, juru kamera Inggris Channel 9, tewas di usia 26 tahun
  1. Francisco Borja da Costa, penyair dan jurnalis yang menulis lagu kebangsaan Pátria, dibunuh pada 7 Desember 1975
  1. Kamal Bin Ahmed Bamadhaj, aktivis HAM Selandia Baru–Malaysia, satu-satunya warga asing korban pembantaian Santa Cruz, 1991
  1. Bernardinho Joaquim Afonso Guterres “Berekai”, jurnalis Radio FM Matebian Lian, dibunuh empat hari sebelum referendum 1999
  1. Sander Thoenes, jurnalis Belanda Financial Times, gugur saat meliput misi INTERFET pada 21 September 1999
  1. Agus Mulyawan, jurnalis Indonesia, dibunuh milisi pada 25 September 1999 ketika meliput perjuangan Falintil

Selain itu, berdasarkan Keputusan Presiden No. 25/2014, dua jurnalis yang sebelumnya telah menerima penghargaan serupa juga kembali diperingati, yakni Greg Shackleton dan Roger East dimana keduanya simbol perjuangan jurnalisme bebas di Timor-Leste.

“Mereka Mendedikasikan Hidup untuk Kebenaran” ucapnya.

Presiden Ramos-Horta menegaskan, penghargaan ini merupakan pengakuan negara terhadap jasa luar biasa para jurnalis yang dengan keberanian dan rasa kemanusiaan mendalam mendedikasikan hidupnya untuk menyuarakan kebenaran.

“Kami menyadari peran penting jurnalis lain yang, dengan keberanian, profesionalisme, dan rasa kemanusiaan yang mendalam, mendedikasikan diri untuk memberi tahu dunia tentang perjuangan rakyat Timor-Leste untuk kebebasan dan penentuan nasib sendiri,” tegasnya.

Ia menambahkan, laporan dan kesaksian para jurnalis tersebut menjadi bagian tak terpisahkan dari sejarah perlawanan dan pembangunan bangsa.

Acara  penganugerahan ini menjadi puncak rangkaian peringatan 50 Tahun Balibo Five dan Hari Kebebasan Pers Nasional, yang menegaskan komitmen Timor-Leste untuk menjaga warisan keberanian dan kebenaran yang telah ditinggalkan oleh para jurnalis pahlawan. 

Reporter : Cidalia Fátima

Editor     : Armandina Moniz

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!