Beasiswa Indonesian AID 2025 : 49 Pelajar TL akan tempuh pendidikan di 18 Universitas

DILI, 10 Oktober 2025 (TATOLI) – Sebanyak 49 pelajar asal Timor-Leste resmi dilepas untuk melanjutkan studi ke berbagai perguruan tinggi di Indonesia melalui program Beasiswa Indonesian Aid (The Indonesian Aid Scholarship/TIAS) 2025.
Dalam sambutannya, Duta Besar Republik Indonesia untuk Timor-Leste, Okto Dorinus Manik, menyampaikan rasa bangga atas semangat para penerima beasiswa yang akan menempuh pendidikan tinggi di universitas-universitas terbaik di Indonesia.
“Saya bangga melihat semangat adik-adik penerima beasiswa yang akan menempuh pendidikan tinggi di universitas ternama seperti ITB, UI, Airlangga, ITS, dan Universitas Padjadjaran. Kalianlah calon-calon pemimpin masa depan Timor-Leste,” ujar Dubes Okto dalam acara pelepasan yang berlangsung di Aula Serbaguna, Gedung Pusat Budaya Indonesia (PBI), Jumat ini.
Ia menegaskan bahwa pendidikan merupakan kunci utama dalam membangun masa depan yang lebih baik. Menurut Dubes Okto, hubungan antara Indonesia dan Timor-Leste bukan hanya sekadar hubungan antarnegara tetangga, melainkan hubungan persaudaraan yang memiliki tanggung jawab bersama untuk saling mendukung kemajuan kedua bangsa.
Sementara itu, Perwakilan Direktur Utama Lembaga Dana Kerja Sama Pembangunan Internasional (LDKPI)/Indonesian AID, Mashuri Syuaib, menjelaskan bahwa program TIAS merupakan bentuk nyata kontribusi Indonesia dalam kerja sama pembangunan global melalui hibah pendidikan bagi negara sahabat di kawasan Asia, Pasifik, Afrika, dan Amerika Tengah.
“Program TIAS tidak hanya mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), tetapi juga memperkuat sektor publik negara mitra dan mempererat hubungan antar-pemerintah melalui jejaring alumni yang aktif,” ungkap Mashuri.
Ia menambahkan bahwa pada tahun 2024 Universitas Indonesia menerima 27 mahasiswa TIAS, dan pada tahun 2025 jumlah pendaftar meningkat signifikan, menunjukkan meningkatnya kepercayaan terhadap kualitas program tersebut.
Sebagai perwakilan penerima beasiswa, Elisa de Fátima Freitas, calon mahasiswa Magister Teknik Sipil di Institut Teknologi Bandung (ITB), menyampaikan rasa syukur dan harapannya agar kesempatan ini menjadi jembatan persahabatan antara kedua bangsa.
“Beasiswa ini bukan hanya tentang pendidikan, tetapi juga tentang persahabatan, kepercayaan, dan mimpi bersama antara bangsa kita,” ujar Elisa.
Dari total 49 penerima beasiswa tahun ini, 25 mahasiswa akan menempuh pendidikan jenjang Magister (S2) di universitas seperti ITB, UI, UGM, UNPAD, dan UNDIKNAS. Sebanyak 15 mahasiswa akan melanjutkan studi Sarjana (S1) di antara lain Universitas Airlangga, Universitas Muhammadiyah Malang, Universitas Muhammadiyah Surakarta, dan Universitas Telkom.
Selain itu, terdapat tujuh (7) mahasiswa Diploma (D3) di Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia, serta dua (2) mahasiswa Sarjana Terapan (Applied Bachelor) di Poltekkes Kemenkes Surakarta dan Poltekkes Kemenkes Yogyakarta.
Secara keseluruhan, para penerima Beasiswa Indonesian AID 2025 akan menempuh pendidikan di 18 universitas dan politeknik di Indonesia, mencakup berbagai bidang ilmu seperti teknik sipil, teknologi informasi, kesehatan, ekonomi, hingga pertanian.
Program ini mencerminkan komitmen Pemerintah Indonesia untuk mendukung pengembangan sumber daya manusia dan mempererat hubungan persahabatan dengan Timor-Leste melalui kerja sama di bidang pendidikan tinggi.
Daftar 18 Universitas Penerima Mahasiswa Timor-Leste – Beasiswa Indonesian AID 2025 terdiri dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), IPB University (Institut Pertanian Bogor), Universitas Indonesia (UI).
Adapaun Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Airlangga, Universitas Padjadjaran (UNPAD), Universitas Negeri Semarang (UNNES), Universitas Pendidikan Nasional (UNDIKNAS), Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).
Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Universitas Atma Jaya Yogyakarta, Universitas Gunadarma, Universitas Telkom (Telkom University), Universitas Presiden (President University), Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI), Poltekkes Kemenkes Surakarta dan Poltekkes Kemenkes Yogyakarta
Acara pelepasan diakhiri dengan doa dan foto bersama antara penerima beasiswa, keluarga, serta perwakilan dari Kedutaan Besar Republik Indonesia di Dili serta Perwakilan Menteri Pendidikan Tinggi, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan Republik Demokratik Timor-Leste.
Reporter : Cidalia Fátima
Editor : Armandina Moniz

