DILI, 01 Oktober 2025 (TATOLI) — Menteri Pekerjaan Umum, Samuel Marçal, menegaskan bahwa pinjaman Pemerintah Timor-Leste dari Bank Dunia untuk pembangunan infrastruktur tidak menimbulkan risiko bagi negara di masa depan karena suku bunganya yang rendah.
Menteri Samuel menjelaskan bahwa publik sempat mempertanyakan mengapa Timor-Leste memilih meminjam dari Bank Dunia, sementara negara memiliki dana sendiri yang tersimpan di Dana Perminyakan. Ia menegaskan bahwa langkah ini justru menguntungkan.
“Kita meminjam tanpa risiko karena suku bunga pinjaman lebih rendah dibandingkan bunga yang diperoleh dari Dana Perminyakan. Sebagian dari bunga yang kami dapat dari investasi itu digunakan untuk membayar pinjaman, dan sebagian lainnya tetap tersimpan di bank,” jelas Samuel Marçal.
Sementara itu, Perwakilan Bank Dunia di Timor-Leste, David Freedman, menambahkan bahwa Bank Dunia memberikan pinjaman kepada negara-negara berkembang, termasuk Timor-Leste, dengan suku bunga sangat rendah, sekitar 0,75%, yang dapat dilunasi dalam jangka waktu 30 hingga 40 tahun.
Ia menekankan bahwa Dana Moneter Internasional (IMF) telah menghitung komponen subsidi dari pinjaman tersebut.
“Jika Timor-Leste meminjam $100 juta, sekitar $60 juta merupakan komponen subsidi berdasarkan perhitungan IMF, sehingga efektifnya hanya $40 juta yang harus dikembalikan,” katanya.
Menurutnya, saat ini dana pinjaman aktif yang digunakan untuk pembangunan jalan di Timor-Leste mencapai $59 juta.
Ia menekankan bahwa negara memiliki dana sendiri yang diinvestasikan dalam Dana Perminyakan setiap tahun, yang menghasilkan pendapatan dan memungkinkan pembayaran kembali pinjaman dengan suku bunga rendah.
“Jika kita bandingkan biaya pembiayaan, pinjaman ini memberikan keuntungan besar bagi Timor-Leste karena dana perminyakan tetap menghasilkan pendapatan sementara pinjaman dapat dibayar kembali dengan bunga rendah,” ujarnya.
Bank Dunia telah lama menjadi mitra pembangunan utama Timor-Leste sejak kemerdekaan, dengan menyediakan bantuan keuangan, teknis, dan kebijakan yang signifikan untuk mendukung pembangunan infrastruktur, pengelolaan keuangan publik, serta sektor sosial seperti kesehatan dan pendidikan.
Reporter : Cidalia Fátima
Editor : Armandina Moniz




