DILI, 16 Agustus 2025 (TATOLI)— Kementerian Koordinator Bidang Ekonomi (MKAE) mengajukan tambahan anggaran sebesar $4 juta dalam rapat Komite Peninjauan Anggaran (KRO) tahun anggaran 2026.
Tambahan ini diperlukan untuk mendukung pelaksanaan prioritas nasional yang berkaitan langsung dengan komitmen Timor-Leste sebagai anggota baru ASEAN dan Organisasi Perdagangan Dunia (OPD).
Wakil Perdana Menteri dan juga sebagai Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Francisco Kalbuadi Lay, menyatakan bahwa anggaran awal yang disampaikan Kementerian Keuangan kepada MKAE sebesar $2.015.417 belum mencukupi untuk melaksanakan tugas-tugas koordinatif lintas sektor yang semakin kompleks pasca-aksesi.
“Anggaran Awal yang kami terima terdiri dari $577.832 untuk gaji, dan $1.437.585 untuk barang dan jasa. Jumlah ini belum cukup untuk mendukung rencana prioritas tahun 2026, khususnya terkait koordinasi isu-isu ekonomi pasca-aksesi Timor-Leste ke ASEAN dan OPD,” ujar Francisco di Kementerian Keuangan.
Francisco menjelaskan bahwa peran MKAE menjadi sangat strategis dalam memastikan kesiapan Timor-Leste menghadapi tantangan perdagangan bebas dan integrasi ekonomi regional.
Untuk itu, diperlukan kerja sama erat dengan berbagai kementerian teknis, seperti Kementerian Pertanian, Kementerian Perdagangan dan Industri, serta Kementerian Perhubungan dan Telekomunikasi.
“Kita perlu menyusun kerangka hukum dan kebijakan ekonomi yang mampu menghilangkan hambatan teknis perdagangan. Hal ini penting agar produk pertanian dan non-pertanian kita dapat bersaing di pasar global dan regional,” tambahnya.
Ia juga menekankan pentingnya dukungan dari para ahli untuk memperkuat kapasitas kelembagaan dan meningkatkan koordinasi kebijakan ekonomi nasional. Tambahan anggaran yang diminta akan difokuskan pada penyusunan kebijakan, harmonisasi regulasi, penguatan koordinasi antar-kementerian, serta fasilitasi masuknya produk nasional ke pasar ASEAN dan OPD.
Sementara itu, untuk pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2025, MKAE telah merealisasikan sekitar 45% dari total alokasi sebesar $4,5 juta.
Reporter : Cidalia Fátima
Editor : Armandina Moniz




