DILI, 15 Juli 2025 (TATOLI)— Bank Dunia dan Pemerintah Timor-Leste melalui Kementerian Kesehatan menyelenggara Forum Belajar dan Berbagi tentang “Pembiayaan kesehatan untuk Cakupan Kesehatan Universal di Timor-Leste” dengan tujuan untuk mengatasi tantangan kritis di sektor kesehatan.
“Dengan bangga, Bank Dunia mengumumkan pembiayaan kesehatan untuk jaminan kesehatan universal di Timor-Leste, sebuah forum ‘Belajar dan Berbagi’ sangat penting untuk diselenggarakan bersama dengan Kementerian Kesehatan, yang bertujuan mengatasi tantangan kritis di sektor kesehatan Timor-Leste, terutama di era pasca-COVID-19,” kata, Perwakilan Bank Dunia di Timor-Leste, David Freedman, dalam sambutanya pada Forum tersebut yang digelar di aula Kementerian Keuangan, Aitarak Laran Dili, Selasa ini.
Dijelaskan, bersama dengan anggota Pemerintah khususnya Kementerian Kesehatan meluncurkan juga laporan mengenai pengelolaan keuangan di sektor kesehatan.
“Mengenai sumber daya manusia, efisiensi belanja di sektor kesehatan, dan juga kondisi fasilitas saat ini. Laporan-laporan ini disusun untuk dipersiapkan dan disampaikan kepada Kementerian Kesehatan dan Kementerian Keuangan dengan tujuan memberikan dasar diskusi bersama mengenai bagaimana meningkatkan sistem, memprioritaskan investasi, dan bagaimana meningkatkan efisiensi belanja di masa mendatang,” ujarnya.
Dikatakan, selama dua dekade terakhir, Timor-Leste telah mencapai kemajuan signifikan dalam meningkatkan kesehatan masyarakat. Namun, pemulihan indikator-indikator utama penyediaan layanan kesehatan masih tertinggal dibandingkan negara-negara di kawasan dan negara-negara dengan status sosio-ekonomi yang lebih tinggi, sehingga menghambat kemajuan menuju Cakupan Kesehatan Universal (UHC – Universal Health Coverage). Indeks Cakupan UHC negara ini berada di angka 52, kurang dari separuh dari total 75, dan pendapatan kurang dari separuh dari total 58 di tingkat regional.
Dikatakan, belanja kesehatan publik telah turun sejak pandemi, dari 11,4% menjadi hampir 6% dari Produk Domestik Bruto (PDB) pada tahun 2023, akibat tekanan yang mendesak pada belanja kesehatan publik. Hampir separuh pengeluaran kesehatan publik dialokasikan untuk gaji pegawai, tetapi Timor-Leste hanya memiliki 74 dokter spesialis, yang hampir separuhnya dialokasikan di Dili. Hal ini menyebabkan ketidakseimbangan sumber daya manusia, dengan lebih banyak dokter umum daripada dokter spesialis.
Di tempat yang sama, Wakil Menteri Operasional Rumah Sakit di Kemenekes, Flavio Brandão, mengatakan, kegiatan ini sangat penting, khususnya bagi sektor kesehatan, untuk menganalisis secara menyeluruh bersama Bank Dunia yang telah mulai dijalankan, bagaimana Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan dan Kementerian Keuangan melihat investasi di bidang kesehatan dan harus dipertaruhkan dan bagaimana menggunakan anggaran secara efektif dan efisien.
“Kita harus menganalisis dinamika kebijakan internasional yang melibatkan kesehatan. Bagaimana kita dapat mengisinya secara efisien. Jadi, dalam dua hari, mulai hari ini dan besok, kita akan serius membahas bagaimana mempertaruhkan investasi kesehatan. Anggaran umum kita selanjutnya harus tepat, sehingga dapat memenuhi kebutuhan untuk menyeimbangkan anggaran umum kita dan mitra pembangunan berinvestasi di bidang kesehatan,” jelas Flavio Brandão.
Ditempat yang sama, Wakil Perdana Menteri dan Menteri Koordinator Sosial, Menteri Pembangunan Pedesaan dan Perumahan Masyarakat, Mariano Assanami Sabino mengatakan, dari kegiatan ini dibahas bahwa target Timor-Leste untuk mencapai cakupan kesehatan universal hanya 52%, karena menurut indikator target tersebut harus mencapai 80%.
“Kita memiliki pilar-pilar yang mengukur layanan ini, seperti Pemerintah atau pimpinan yang harus mengambil keputusan, sumber daya manusia, keuangan, material, dan informasi harus menggunakan digitalisasi yang memadai untuk mengetahui secara pasti, karena biasanya kita memiliki pos kesehatan rumah sakit kota regional dan nasional untuk melayani pasien kita,” tutur Wakil PM Assanami.
Sementara itu, forum ini berfungsi sebagai platform untuk belajar dan berbagi dengan perwakilan pemerintah, berfokus pada reformasi yang sedang berlangsung, serta mengeksplorasi dan memperkuat strategi.
Forum ini akan menyediakan platform bagi para politisi untuk membahas tantangan dalam manajemen kesehatan, pembiayaan, dan penguatan layanan kesehatan primer dan sekunder di Timor-Leste.
Tujuan forum adalah untuk mengembangkan rencana aksi guna memperkuat bidang ini dan membantu Timor-Leste bergerak menuju UHC, dengan fokus pada alokasi sumber daya dan layanan kesehatan yang efisien.
Reporter : Mirandolina Barros Soares
Editor : Armandina Moniz




