DILI, 20 Juli 2026 (TATOLI) – Empat kapal yang akan digunakan dalam kegiatan penangkapan ikan dengan jenis Fiberglass diluncurkan. Keempat kapal yang diluncurkan akan melakukan kegiatan penangkapan ikan di perairan laut pantai selatan.
Keempat kapal diluncurkan oleh pemerintah oleh Perdana Menteri Xanana Gusmão, didampingi Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Koordinator Bidang Sosial dan Menteri Pembangunan Pedesaan dan Perumahan Masyarakat, Mariano Assanami Sabino dan Menteri Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan (MAPPF), Marcos da Cruz. Peluncuran keempat kapal itu dilakukan di kantor Unit Polisi Maritim (UPM), Dili, Senin ini.
Menteri Marcos da Cruz mengatakan bahwa dari keempat kapal tersebut satu kapal dibeli oleh kementerian MAPPF menggunakan APBN (Anggaran Pendapatan Belanja Negara) tahun 2024 dengan kapasitas 5 ton gross. Sementara dua kapal lainnya, masing-masing berkapasitas 5 ton gross dan 17 ton gross dari Perusahaan Rayhana, sedangkan satu kapal berkapasitas 10 ton dimiliki oleh perusahaan Commodities X-Change Lda.

“Tujuan peluncuran ini untuk menunjukkan bahwa kami mulai bergerak di sektor perikanan, dan melakukan aktivitas penangkapan ikan di perairan kita,” ujarnya.
Ia juga menyatakan bahwa Timor-Leste memiliki potensi besar untuk digarap, mengingat wilayah lautnya mencakup garis pantai sepanjang 735.000 kilometer dan zona ekonomi eksklusif seluas 72.000 kilometer, dengan perkiraan potensi ikan laut mencapai hampir 718.900 ton.
Ia menegaskan bahwa dari potensi yang ada, hingga saat ini Timor-Leste baru memanfaatkan 2 persennya, sementara hampir 20 persen dari potensi tersebut hilang akibat kegiatan penangkapan ikan ilegal yang terjadi di Laut Timor.
“Oleh karena itu, peluncuran kapal ini sangat penting untuk memberikan kesempatan bagi perusahaan-perusahaan nasional kita yang ingin terlibat dan berkontribusi dalam pengembangan sektor perikanan. Kami memberikan akses bagi mereka untuk beroperasi di perairan kita, khususnya di wilayah pesisir selatan,” ujarnya.
Sementara, Perdana Menteri Xanana Gusmão menyatakan bahwa kapal-kapal tersebut dapat membantu dan mendorong pertumbuhan ekonomi.
Dalam kesempatan ini, beliau menyoroti pentingnya kesiapan perusahaan—terutama dalam menyediakan fasilitas pengolahan dan penyimpanan yang memadai pascapenangkapan—guna menjamin kualitas produk yang akan dikonsumsi masyarakat. Hal ini didasari oleh kekhawatiran Kepala Pemerintah terkait banyaknya pedagang yang menjual ikan di lokasi-lokasi yang tidak tertata dengan baik.
Dilain pihak, Manajer Perusahaan Rayhana, Ricardo Nheu, mengatakan bahwa perusahaan telah memiliki fasilitas pengolahan ikan skala kecil dan sedang bersiap membangun ruang pendingin untuk menjaga kualitas ikan agar tidak cepat rusak.

“Ikan ini memiliki banyak manfaat bagi masyarakat, harganya disesuaikan dengan kondisi pasar untuk memudahkan pembeli, sekaligus menjadi komoditas ekspor,” ujarnya.
Para operator kapal didatangkan dari luar negeri karena perusahaan menjalin kerja sama dengan Vietnam, Indonesia, dan China. Mereka akan berperan sebagai instruktur untuk melatih tenaga kerja Timor-Leste agar nantinya mampu menjalankan operasional secara mandiri. Sesuai rencana, perusahaan akan menambah empat kapal lagi.
Begitu juga Manajer Perusahaan Commodities X-Change Lda., Martinho Martins, menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah, khususnya MAPPF, karena ini merupakan kali pertama sebuah perusahaan Timor berinvestasi di sektor perikanan.
Tim TATOLI




