iklan

POLITIK, HEADLINE

Presiden Horta akui penyelesaian proyek Greater Sunrise memerlukan waktu

Presiden Horta akui penyelesaian proyek Greater Sunrise memerlukan waktu

Presiden Republik, José Ramos Horta. Foto TATOLI/Antonio Daciparu

DILI, 10 Juli 2025 (TATOLI)– Presiden Republik, José Ramos Horta, mengakui bahwa penyelesaian ladang proyek gas Greater Sunrise bukanlah hal yang mudah namun saat ini negosiasi terus berjalan.

“Namun, saya tahu negosiasi Greater Sunrise masih berjalan dengan Australia. Prosesnya tidak mudah. Bukan berarti Australia tidak setuju dengan Greater Sunrise, ini bukan masalah, tapi negosiasi mengenai pajak, dan mengenai berbagai aturan, karena operasinya akan tetap dilakukan oleh Timor-Leste dan Australia. Timor-Leste tidak bisa melakukannya sendiri, kita yang memiliki mayoritas di Greater Sunrise. Timor GAP adalah investor utamanya,” kata Presiden Republik, Jose Ramos Horta kepada wartawan disela-sela acara pembukaan Konferensi Internasional “Sidade Amiga Australia – Timor-Leste (TL)” atau Konferensia Internasional Kota Bersahabat antara Australia dan Timor-Leste ke – V, di  Aula Kementerian Luar Negeri dan Kerjasama (MNEC), Pantai Kelapa Dili, Kamis ini.

Kepala Negara menegaskan bahwa, kesepakatan yang dibuat tidak memungkinkan Timor-Leste untuk mengambil keputusan sepihak.  “Saya tidak terlibat dalam negosiasi ini, saya hanya mengatakan bahwa  Kementerian Perminyakan, Timor GAP bersama entitas-entitas terkait., telah bekerja keras untuk mencapai kesepakatan dengan secepatnya,”ujar Kepala Negara.

Berita terkait : Timor – Leste dan Woodside bahas pengembangan ladang gas Greater Sunrise

Horta juga yakin bahwa, dalam tahun ini akan ada solusi mengenai proyek pengembangan proyek ladang gas Greater Sunrise.

Sebelumnya, pada 04 Juli lalu, Menteri Perminyakan dan Sumber Daya Mineral Timor-Leste, Francisco da Costa Monteiro telah bertemu Delegasi Perusahaan Woodside Energy. Dalam pertemuan keduanya membahas kemajuan pengembangan ladang gas Greater Sunrise.

Menteri Perminyakan dan Sumber Daya Mineral Timor-Leste, Francisco da Costa Monteiro, bertemu delegasi tim teknis Woodside Energy  di kantor Kementerian Perminyakan dan Sumber Daya Mineral (MPRM), Farol. Dimana dalam itu  untuk memperkuat kerja sama dalam pengembangan ladang gas Greater Sunrise.

Perlu diketahui bahwa, pembangunan proyek  ladang gas Greater Sunrise dan kedatangan pipa gas ke pantai selatan Timor-Leste merupakan prioritas nasional, yang penting bagi pertumbuhan dan pembangunan ekonomi negara ini di masa depan.

Pemerintah akan terus mengevaluasi strategi terbaik untuk mengembangkan proyek ini, memastikan bahwa proyek ini berjalan secara berkelanjutan dan membawa manfaat yang signifikan bagi bangsa dan kawasan.

Ladang gas Greater Sunrise terletak sekitar 140 km sebelah selatan pantai Timor-Leste. Konsorsium yang bertanggung jawab mengembangkan ladang Greater Sunrise (Sunrise Joint Venture) terdiri dari TIMOR GAP, yang memegang saham 56,6%, Woodside dengan saham 33,44%, dan Osaka Gas Australia dengan saham 10%.

Reporter : Mirandolina Barros Soares

Editor     : Armandina Moniz

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!