iklan

POLITIK, HEADLINE

Produksi Bayu – Undan berakhir, CGT-TL desak perombakan prioritas anggaran 2026

Produksi Bayu – Undan berakhir, CGT-TL desak perombakan prioritas anggaran 2026

Kelompok Inti Transparansi Timor-Leste (CGT-TL) menggelar konferensi pers terkait berakhirnya produksi minyak dan gas (Migas) di ladang Bayu-Undan. Foto CGI-TL

DILI, 25 Juni 2025 (TATOLI)– Kelompok Inti Transparansi Timor-Leste (Core Group Transparensia Timor-Leste/ CGT-TL), yang tergabung dalam Jaringan Masyarakat Sipil, mendesak Pemerintah untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap arah kebijakan anggaran negara 2026 menyusul berakhirnya produksi minyak dan gas (migas) di ladang Bayu-Undan.

Dalam siaran pers yang dirilis hari ini, CGT-TL menegaskan bahwa keputusan perusahaan Santos untuk menghentikan produksi di Bayu- Undan menandai momentum penting bagi Timor-Leste untuk beralih dari ketergantungan pada minyak dan gas ke pembangunan sektor-sektor produktif dan berkelanjutan.

“Sumber daya migas merupakan sumber daya yang tidak dapat diperbarui, ketika produksi dimulai, akan habis dalam suatu hari, Timor-Leste tidak memiliki banyak cadangan migas lagi, meskipun Greater Sunrise merupakan ladang yang terbukti bernilai komersial tetapi status ladang ini juga tidak pasti. Banyak aspek yang menjadi faktor penghambat termasuk pendanaan dan lainnya,”  ungkap Koordinator CGT-TL, Jemicarter Moniz dos Reis dalam konferensi pers di Caicoli, rabu ini.

Berita terkait : Setelah dua dekade beroperasi, Bayu-Undan akhiri produksi migas

Timor-Leste telah menerima total pemasukan sebesar $35 miliar dari sektor minyak dan gas di Ladang Bayu Undan, Kitan dan Elang Kakatua yang dikumpulkan dalam Dana Perminyakan. Namun, dari jumlah itu, hampir $17 miliar telah dibelanjakan.

CGT-TL menyoroti bahwa manfaat langsung dari dana tersebut belum dirasakan secara merata oleh masyarakat.“Kita belum mencapai kedaulatan pangan. Sebagian besar kebutuhan konsumsi masih diimpor, tingkat pengangguran tinggi, dan hampir separuh penduduk mengalami kekurangan gizi,” sebutnya.

CGT-TL juga mengkritisi besarnya subsidi tahunan terhadap infrastruktur energi. Pada 2025, sektor listrik diperkirakan akan menerima subsidi sebesar $166,5 juta, sementara pendapatan dari layanan kelistrikan hanya mencapai $50-60 juta.

“Ini menunjukkan perlunya evaluasi terhadap efektivitas investasi infrastruktur dan urgensi untuk beralih ke pendekatan yang lebih berkelanjutan,” tegasnya.

Menanggapi situasi ini, CGT-TL mengajukan lima kesimpulan rekomendasi utama kepada Pemerintah Timor-Leste, yakni mengakui bahwa minyak, gas, dan tambang adalah sumber daya yang tidak terbarukan, sehingga harus menggunakan Dana Perminyakan untuk investasi yang berdampak langsung kepada rakyat, bukan elit politik dan ekonomi.

Selain itu menangguhkan proyek infrastruktur besar dengan potensi keuntungan yang meragukan dan mengarahkan APBN (Anggaran Pendapatan Belanja Negara) 2026 ke sektor produktif seperti pertanian, pendidikan, kesehatan, dan industri kecil serta mengurangi belanja tidak penting serta melakukan tinjauan fiskal menyeluruh untuk menciptakan lapangan kerja dan kemandirian pangan.

CGT-TL menegaskan bahwa pihaknya dan seluruh jaringan masyarakat sipil akan terus memantau arah kebijakan pembangunan dan penggunaan dana negara, demi memastikan keadilan dan keberlanjutan bagi seluruh rakyat Timor-Leste. 

Sebelumnya, Menteri Perminyakan dan Sumber Daya Mineral (MPRM), Francisco Monteiro mengatakan setelah lebih dari dua dekade (2004 – 2025) beroperasi, proyek minyak dan gas (Migas) Bayu-Undan secara resmi mengakhiri produksi.

Berita terkait : Bertemu Presiden Horta, Perusahaan Santos sampaikan investasi produksi Bayu Undan

Menteri Francisco mengonfirmasi bahwa perusahaan operator, Santos, dan para mitranya telah menyampaikan pemberitahuan resmi kepada Pemerintah dan Otoritas Perminyakan Nasional (ANP) mengenai penghentian produksi tersebut.

“Memang benar bahwa produksi Bayu-Undan sebagaimana disebutkan sebelumnya sedang menurun. Sekarang saatnya bagi Santos dan mitranya untuk memberi tahu kementerian dan ANP bahwa mereka telah memahami untuk menghentikan produksinya,” ujar Monteiro kepada wartawan di Kantor  Pemerintah, Rabu (04/06/2025). 

Reporter : Cidalia Fátima

Editor     : Armandina Moniz

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!