Wakil PM Kalbuadi Lay wakili TL berpartisipasi dalam konferensi UNOC3 di Prancis

PRANCIS, 08 Juni 2025 (TATOLI)— Wakil Perdana Menteri, Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Menteri Pariwisata dan Lingkungan Hidup, Francisco Kalbuadi Lay mewakili Timor-Leste berpartisipasi dalam Konferensi Kelautan Perserikatan Bangsa-Bangsa Ketiga (UNOC3 – United Nations Ocean Conference) di Nice, Prancis.
Konferensi UNOC3 2025 diketuai bersama oleh Prancis dan Kosta Rika dan akan berlangsung di Nice, Prancis pada tanggal 09 hingga 13 Juni 2025 ini.
Konferensi UNOC3 2025 diselenggarakan dengan tema utama konferensi tersebut yaitu “Mempercepat tindakan dan memobilisasi semua pihak untuk melestarikan dan memanfaatkan laut secara berkelanjutan”.
Dimana, tujuan dari tema itu untuk menyatukan masyarakat internasional untuk memobilisasi isu-isu kelautan dan mendukung tindakan lebih lanjut dan mendesak untuk melestarikan dan memanfaatkan laut, samudra, dan sumber daya kelautan secara berkelanjutan demi pembangunan berkelanjutan dan mengidentifikasi cara dan sarana lebih lanjut untuk mendukung pelaksanaan SDGs (Tujuan Pembangunan Berkelanjutan) 14.
Dalam konferensi ini, Wakil Perdana Menteri, Francisco Kalbuadi Lay, wakili Pemerintah Timor-Leste juga akan menyampaikan intervensi. Acara ini akan dihadiri oleh berbagai lembaga tingkat tinggi dan berbagai entitas di dunia.
Sementara itu, program konferensi dimulai pada 09 Juni 2025. Pada pagi hari akan dibahas mengenai konservasi, pengelolaan berkelanjutan dan pemulihan ekosistem laut dan pesisir, termasuk ekosistem laut. Pada siang harinya dibahas isu-isu kelautan yang terkait dengan kerja sama sains, pengetahuan, pengembangan kapasitas, teknologi kelautan dan pendidikan untuk memperkuat sains dan kebijakan terkait kesehatan laut.
Pada tanggal 10 Juni 2025, pada pagi hari akan dibahas mobilisasi keuangan untuk aksi kelautan guna mendukung SDGs 14 dan pada sore hari akan dibahas tentang pencegahan dan pengurangan signifikan polusi laut, khususnya dari kegiatan akar rumput.
Sementara itu, pada pagi hari tanggal 11 Juni, dibahas pengelolaan perikanan, termasuk dukungan untuk nelayan skala kecil dan pada sore hari membahas kemajuan dalam keberlanjutan laut berdasarkan ekonomi tangguh dan masyarakat yang tidak meninggalkan siapa pun.
Dilain pihak, pada tanggal 13 Juni, sesi pagi hari membahas promosi mekanisme pangan berkelanjutan dari laut untuk pengentasan kemiskinan dan ketahanan pangan. Pada sore hari, sebuah laporan dirilis mengenai diskusi aksi laut oleh panel selama konferensi untuk mengadopsi rekomendasi, mengadopsi pernyataan kebijakan dan mengumumkan hasil konferensi.
Menurut agenda, Wakil Perdana Menteri Francisco Kalbuadi Lay juga akan mengadakan pertemuan bilateral dengan Blue Foundation atau Yayasan Biru dan agenda penting lainnya selama kunjungannya di Prancis.
Untuk diketahui, konferensi ini akan memunculkan konsensus, deklarasi politik yang singkat, padat, berorientasi pada tindakan dan disetujui antarpemerintah, yang bersama dengan daftar komitmen sukarela, akan disebut sebagai “Rencana Aksi Laut Nice” atau “Nice Ocean Action Plan”.
TATOLI

