iklan

POLITIK, HEADLINE

Tahun ini, Inggris akan segera buka Kedutaan Besar di Timor-Leste

Tahun ini, Inggris akan segera buka Kedutaan Besar di Timor-Leste

Presiden Republik, Jose Ramos Horta bertemu Ketua Parlemen Inggris, Lindsay Hoyle di Inggris. Foto Media Kepresidenan

DILI, 28 April 2025 (TATOLI)— Presiden Republik, Jose Ramos Horta mengatakan bahwa, tahun ini Inggris akan membuka Kedutaan Besarnya  di Timor – Leste dan tetap menyatakan dukungan pada  aksesi Timor – Leste ke ASEAN.

Demikian hal itu dikatakan Presiden Republik, Jose Ramos Horta di Bandara Internasional Nicolau Lobato Dili, senin ini, kepada wartawan usai tiba kembali di tanah air, dari kunjungan kenegaraan ke Bulgaria dan Inggris.

Presiden Horta menjelaskan, selama  kunjungan ke Inggris, merupakan kunjungan pribadi karena mendapatkan undangan dari Institut Eton College dan London Bussines School.

Disela-sela kunjungan itu,  Kepala Negara mengatakan diri bertemu Ketua Parlemen Inggris, Lindsay Hoyle, Menteri Luar Negeri Inggris dan beberapa pejabat lainnya, untuk membahas hubungan bilateral kedua negara.

“Mereka mempertahankan keputusan mereka untuk membuka Kedutaan Besar Inggris di Timor-Leste. Sesuai dengan rencana Inggris akan membuka kedutaannya di negara ini pada tahun ini. Dalam pertemuan juga  berbicara tentang aksesi Timor-Leste ke  ASEAN dan Inggris sangat memberikan  dukungan mereka bersama dengan Singapura dalam pelatihan untuk proses aksesi kita yang sedang berlangsung,” jelasnya.

Berita terkait : Perluas kerjasama, Inggris berniat buka Kedubes di Timor-Leste

Kepala Negara  juga menyampaikan  kepada Pemerintah Inggris bahwa Timor-Leste sedang menyelesaikan proses keanggotaan ASEAN, dengan harapan bisa secara resmi bergabung dengan ASEAN  pada tahun ini, dan membahas juga mengenai potensi peran Inggris dalam mempromosikan perdamaian secara global, khususnya dalam upaya mediasi konflik seperti di Ukraina.

Dikatakan, selama di Inggris juga membahas mengenai warga negara Timor-Leste di Inggris yang menggunakan passpor Timor-Leste dan Portugis.

“Sikap Pemerintah Inggris sangat baik bagi warga Timor-Leste yang menggunakan passpor Timor-Leste. Jadi, warga negara Timor-Leste (WNTL) yang tinggal di Inggris secara  ilegal dapat menyerahkan diri ke entitas resmi, dan  akan diperlakukan dengan baik. Dimana, Inggris akan membayar biaya perjalanan kembali ke Timor-Leste dan dan ketika mereka  kembali pulang ke negara asal, akan menerima sebuah kartu yang dapat dicaikan  di bank BNU di Timor – Leste dengan jumlah sekitar $3.000 hingga $4.000, dan setelah hampir lima tahun di Timor-Leste, dapat menyerahkan surat untuk kembali ke Inggris secara legal agar bisa bekerja di sana,” jelas Presiden Horta.

Horta juga sangat bangga dengan perlakuan Pemerintah Inggris terhadap WNTL di Ingris, karena menunjukan sikap manusiawi dan menyampaikan rasa terima kasih atas penerimaan Inggris terhadap komunitas Timor-Leste.

“Itulah yang mereka lakukan, saya menghargai ini, karena ini menunjukkan sikap manusiawi Pemerintah Inggris sangat baik dan beberapa negara tidak melakukan hal tersebut,” ujarnya.

Menurutnya, ada sejumlah WNTL yang berada dalam situasi ilegal namun sebagian besar WNTL tinggal di Inggris secara legal dengan paspor Portugis.

Kepala Negara juga menekankan komitmen Timor-Leste terhadap prinsip-prinsip demokrasi, menyoroti transisi kekuasaan yang damai dan stabilitas politik Timor-Leste.

Pertemuan Presiden dengan Komunitas WNTL di Inggris

Sementara itu, selama kunjungan yang dilakukan di Inggris, berdasarkan siaran pers yang Istana Kepresidenan yang diakses Tatoli, menyebutkan Kepala Negara bertemu dengan perwakilan komunitas WNTL yang tinggal di Inggris sekitar 50 orang, dalam pertemuan singkat namun bermakna itu di Eton College, Windsor, Berkshire pada 24 April 2025.

Selama pertemuan yang hangat, Presiden Horta menyampaikan penghargaannya atas kontribusi signifikan WNTL terhadap reputasi internasional Timor-Leste.

Kepala negara mendorong komunitas Timor-Leste di Inggris untuk tetap terlibat dalam upaya pembangunan negara sambil memperkuat ikatan identitas, budaya, dan solidaritas antara warga Timor di luar negeri dan tanah air.

Pertemuan ini mencerminkan pentingnya kepemimpinan Timor-Leste dalam mempertahankan hubungan dengan komunitas diaspora globalnya sebagai bagian dari strategi keterlibatan internasional yang lebih luas dari negara tersebut.

 Reporter : Mirandolina Barros Soares

Editor     : Armandina Moniz

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!