DILI, 02 Juli 2026 (TATOLI) – Pemerintah Timor-Leste bersama Republik Rakyat China meresmikan tiga proyek strategis infrastruktur ketenagalistrikan, yakni Gardu Induk Comoro, Jaringan Transmisi 150 kilovolt (kV) Comoro, dan Proyek Percontohan Kabel Bawah Tanah Dili, sebagai bagian dari upaya memperkuat sistem kelistrikan nasional sekaligus mempererat kerja sama bilateral kedua negara.
Peresmian proyek di kawasan Fomento, Comoro, Dili, Kamis, dihadiri Perdana Menteri Kay Rala Xanana Gusmão, Duta Besar Republik Rakyat China untuk Timor-Leste Wang Wenli, Menteri Pekerjaan Umum Samuel Marçal, Ketua EDTL. EP, Paulo da Silva, serta jajaran perusahaan TBEA selaku pelaksana proyek.
Perdana Menteri Xanana mengatakan pembangunan infrastruktur merupakan proses jangka panjang yang harus dilakukan secara bertahap dengan tetap mengutamakan kualitas.
“Ini adalah momen yang sangat penting karena kita sedang membangun bangsa. Tidak ada negara mana pun yang dapat menyelesaikan semuanya sekaligus. Tantangannya adalah ketika kebutuhan terus bertambah, kita juga harus terus membangun. Namun yang lebih penting adalah membangun dengan kualitas,” kata Xanana.
Ia memberikan apresiasi kepada TBEA atas penyelesaian proyek tersebut dan menilai perusahaan itu telah menunjukkan kemampuan, pengetahuan, serta profesionalisme dalam mendukung pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan Timor-Leste.
PM Xanana juga menekankan pentingnya pengembangan jaringan kabel bawah tanah di Dili untuk mengurangi penggunaan kabel listrik udara yang dinilai mengganggu tata kota.
“Jika Anda melaksanakan lebih banyak proyek lagi, lakukanlah dengan cepat, tetapi tetap mengutamakan kualitas. Kami akan sangat menghargainya,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Presiden TBEA, Zhang Mengyang, mengatakan ketiga proyek tersebut tidak hanya menjadi pencapaian penting dalam pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan Timor-Leste, tetapi juga mencerminkan persahabatan yang terus berkembang antara China dan Timor-Leste.
Ia menjelaskan, selama empat tahun terakhir TBEA, bersama Kementerian Pekerjaan Umum (MOP) dan EDTL, telah menyelesaikan lima proyek infrastruktur ketenagalistrikan, yakni perluasan Gardu Induk Camea, perluasan Gardu Induk Liquiçá, Gardu Induk Comoro, Jaringan Transmisi Comoro, serta Proyek Percontohan Kabel Bawah Tanah.
Menurut Zhang, TBEA juga berkomitmen membangun kapasitas sumber daya manusia lokal dengan melatih 72 insinyur, teknisi, dan tenaga manajemen asal Timor-Leste.
“Kami percaya bahwa membangun gardu induk atau jaringan transmisi bukanlah tantangan terbesar. Yang lebih penting adalah meninggalkan kemampuan teknis dan tenaga kerja terampil yang mampu mendukung pembangunan berkelanjutan Timor-Leste setelah proyek selesai,” katanya.
Ia menambahkan, proyek kabel bawah tanah merupakan langkah awal menuju modernisasi jaringan listrik ibu kota yang lebih aman, bersih, dan andal. Proyek tersebut dilaksanakan melalui kerja sama TBEA dengan Kementerian Pekerjaan Umum, EDTL, UVIP, BTL, dan Timor Telecom untuk mengatasi berbagai tantangan teknis, termasuk kompleksitas jaringan utilitas bawah tanah dan koordinasi antarlembaga.
Pada kesempatan yang sama, Duta Besar Republik Rakyat China untuk Timor-Leste, Wang Wenli, mengatakan kedua proyek tersebut menjadi tonggak penting dalam peningkatan infrastruktur energi Timor-Leste sekaligus memperlihatkan semakin eratnya hubungan persahabatan kedua negara melalui kerja sama di bawah Belt and Road Initiative.
Menurut Wang, Gardu Induk Comoro sebagai pusat distribusi listrik kedua di Dili akan memperkuat konektivitas jaringan antara Dili dan Liquiçá sehingga meningkatkan stabilitas, keandalan, dan kapasitas sistem kelistrikan ibu kota.
Ia juga menyebut Proyek Kabel Bawah Tanah Dili sebagai proyek pertama di ibu kota yang memodernisasi sistem distribusi listrik udara menjadi jaringan bawah tanah, sehingga mendukung terciptanya jaringan listrik perkotaan yang lebih aman, bersih, dan tangguh.
“Kami berharap semakin banyak perusahaan China berinvestasi di Timor-Leste untuk membantu mengembangkan sektor ketenagalistrikan yang lebih cerdas, ramah lingkungan, dan berkualitas tinggi,” ujar Wang.
Reporter : Cidalia Fátima
Editor : Armandina Moniz




