DILI, 22 Juni 2023 (TATOLI)— Masalah buku paspor yang hingga kini belum ada berdampak pada semua orang yang ingin melakukan kunjungaan ke luar negeri. Itu juga yang akan terjadi pada 60 orang peraih beasiswa yang terancam gagal melanjutkan studi ke Portugal, Brasil dan Indonesia.
Direktur Dana Pengembangan Sumber Daya Manusia (FDCH,Portugis), Cristovão dos Reis mengatakan, pada 2023 ini ada sekitar 60 orang peraih beasiswa yang akan melanjutkan studi di Portugal, Brasil dan Indonesia. Namun, mereka terancam gagal berangkat karena buku paspor yang hingga kini tidak ada.
Sebelumnya, FDCH bersama Kedutaan Besar Brasil dan Portugal memberikan beasiswa bagi kaum muda Timor-Leste untuk melanjutkan studi gelar Sarjana dan Master di Brasil dan Portugal. Begitu juga Kementerian Keuangan (Kemenkeu) bersama FDCH telah menandatangani kesepakatan dengan memberikan beasiswa kepada kaum muda TL untuk melanjutkan studi di Indonesia.
“Kami dari FDCH telah membuka peluang beasiswa, dan para peraih beasiswa akan melanjutkan studi di Portugal, Brasil dan Indonesia. Sekitarnya, 60 orang lebih pada tahun ini harus berangkat. Namun, kemungkinan besar mereka akan gagal melanjutkan studi di luar negeri karena masalah buku paspor,” kata Direktur FDCH, Cristovão dos Reis pada Tatoli, di Kantornya Dili, kamis ini.
Menurutnya, ini merupakan masalah besar yang harus secepatnya di tangani. Karena, 60 orang lebih telah mendapatkan beasiswa tersebut dan tinggal berangkat namun akibat masalah buku paspor mereka akan gagal melanjutkan studi.
“Negara dan pemerintah yang menjadi tanggungjawab, khususnya Kementerian Kehakiman. Tetapi, hingga kini masalah tersebut belum juga diselesaikan,” ungkapnya.
Ia pun berharap pada Pemerintahan Konstitusi ke-IX dapat menyelesaikan masalah tersebut secepatnya. Sehingga para kaum muda yang mendapatkan beasiwa dapat segera melanjutkan studi mereka ke luar negeri.
Sebelumnya, Kementerian Kehakiman telah memutuskan untuk tetap memilih perusahaan Visi Mitra dan Perusahaan Thales asal Finlandia untuk melakukan pencetakan buku paspor Timor-Leste demi memenuhi kebutuhan mendesak masyarakat.
Menteri Kehakiman, Tiago Amaral Sarmento mengakui, masalah penyediaan buku paspor menjadi sebuah hal yang Pemerintah harus hadapi, tetapi kementeriannya bersama para penanggung jawab telah berupaya untuk segera menandatangani kontrak dengan perusahaan penyedia layanan cetak buku paspor.
Reporter : Mirandolina Barros Soares
Editor : Armandina Moniz