iklan

INTERNASIONAL, KESEHATAN

WHO siap dukung Timor-Leste kampanyekan vaksinasi nasional

WHO siap dukung Timor-Leste kampanyekan vaksinasi nasional

Foto google

DILI, 16 september 2022 (TATOLI)– Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) kembali memberikan dukungannya untuk Timor-Leste (TL) dalam melakukan kampanye vaksinasi nasional terpadu  untuk COVID-19, MR (Measles and Rubella vaccine), PCV (Pnemococcal Conjugate Vaccine), OPV (Oral Polio Vaccine) dan Vit-A serta kampanye pemberantasan cacing.

Kegiatan vaksin PCV  merupakan vaksin untuk mencegah penyakit pneumonia atau radang paru-paru pada bayi. Vaksin MR atau Measles and Rubella vaccine adalah vaksin untuk mencegah measles (campak) dan rubella (campak Jerman).

Vaksin polio adalah vaksin yang diberikan untuk mencegah penyakit polio. Sementara, Oral Polio Vaccine (OPV), untuk jenis vaksin ini aman, efektif dan memberikan perlindungan jangka panjang sehingga sangat efektif dalam menghentikan penularan virus. Vaksin ini diberikan secara oral.

Perwakilan dari WHO, Sudath Peiris dalam sambutan mengatakan WHO Timor-Leste bangga dan menganggapnya sebagai hak istimewa untuk memberikan dukungan teknis dan keuangan yang diperlukan untuk penyelenggaraan pertemuan advokasi tingkat tinggi yang pertama ini.

“Kampanye yang diusulkan berada pada titik yang sangat penting karena kami menganggap bahwa pandemi COVID-19 memiliki dampak negatif yang cukup besar pada Campak, Rubella, dan kegiatan eliminasi VPD lainnya di semua negara anggota,” ungkap Sudath Peiris di kantor Kementerian Kesehatan, jumat ini.

Disebutkan, secara global, cakupan campak dosis pertama turun menjadi 81 persen pada tahun 2021, dan menjadi tingkat cakupan terendah sejak 2008.

Selain itu, 25 juta anak melewatkan dosis campak pertama mereka pada tahun 2021 dan 15 juta tidak menerima dosis kedua yang dibutuhkan.

“Karena alasan di atas, wabah campak mengganggu skala besar sedang berlangsung di lebih dari 40 negara di seluruh dunia termasuk Indonesia,” katanya.

Menurut Perwakilan WHO tersebut, situasi di Timor-Leste tidak jauh berbeda, karena pada tahun 2021, 24% anak melewatkan vaksin rutin. Pada paruh pertama tahun 2022 juga mengamati tren yang sama.

Beberapa kasus campak yang dikonfirmasi laboratorium mulai muncul di beberapa kota yang memerlukan tindakan tanggap wabah segera termasuk imunisasi cincin.

Oleh karena itu, sangat penting untuk menutup kesenjangan kekebalan sedini mungkin dan melakukan Kegiatan “Catch Up” atau Imunisasi Tambahan ini sedini mungkin.

Berdasarkan rekomendasi NITAG (National Immunization Technical Advisory Group) untuk melakukan catch up PCV di bawah lima tahun dan mengoptimalkan biaya operasional secara penuh. Oleh karena itu, disepakati menambahkan PCV dan OPV dengan vaksin MR untuk Kampanye.

Reporter: Cidalia Fátima

Editor    : Armandina Moniz

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!