Top

PM Xanana dorong kaum perempuan pengusaha bersiap akses pembiayaan melalui BNDTL

Asosiasi Perempuan Pengusaha Timor-Leste (AEMTL), melakukan pertemuan dengan Perdana Menteri Xanana Gusmão. Foto GPM

DILI, 05 November 2026 (TATOLI) – Perdana Menteri (PM) Timor-Leste, Kay Rala Xanana Gusmão, mendorong perempuan pengusaha di Timor-Leste untuk mulai mempersiapkan usaha dan rencana investasi agar dapat memanfaatkan peluang pembiayaan melalui Bank Pembangunan Nasional Timor-Leste (BNDTL) yang tengah dipersiapkan pemerintah untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

Hal tersebut disampaikan Presiden Asosiasi Perempuan Pengusaha Timor-Leste (AEMTL), Hergui Luina Fernandes Alves, setelah melakukan pertemuan dengan Perdana Menteri Xanana Gusmão untuk menyerahkan laporan hasil Konferensi Nasional Pertama Perempuan Pengusaha yang diselenggarakan pada 24–25 Oktober 2026.

Hergui menjelaskan bahwa dalam pertemuan tersebut, Perdana Menteri menekankan pentingnya kesiapan perempuan pengusaha untuk mengembangkan usaha produktif sehingga dapat memperoleh manfaat dari pembiayaan investasi yang nantinya disediakan melalui BNDTL.

“Pesan Perdana Menteri adalah agar kami terus bekerja, karena dalam waktu dekat pemerintah akan mendirikan bank pembangunan. Kami harus mempersiapkan bagaimana perempuan dapat memperoleh dukungan dan menjadi penerima manfaat dari dana bank pembangunan tersebut untuk investasi usaha mereka,” kata Hergui kepada wartawan usai pertemuan.

Menurutnya, dukungan pemerintah melalui pembentukan bank pembangunan menjadi peluang penting bagi perempuan pengusaha untuk memperluas kegiatan ekonomi, meningkatkan produktivitas, serta memperkuat kemandirian finansial.

Namun, ia menegaskan bahwa perempuan pengusaha tidak boleh hanya menunggu bantuan pemerintah, melainkan harus menunjukkan kesiapan melalui perencanaan usaha yang jelas, realistis, dan dapat dilaksanakan.

“Bukan soal Perdana Menteri yang harus mengkajinya terlebih dahulu, melainkan bagaimana kaum perempuan sendiri mempersiapkan diri agar mampu melaksanakan rencana yang telah disusun,” ujarnya.

Pemerintah Siapkan Modal US$30 Juta untuk BNDTL

Sebelumnya, dalam rapat Dewan Menteri pada 28 Oktober 2026, Pemerintah Timor-Leste telah menyetujui penyediaan modal awal sebesar US$30 juta bagi BNDTL yang ditargetkan mendukung pembiayaan sektor usaha produktif, khususnya usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Berdasarkan keputusan tersebut, modal BNDTL akan disediakan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 dan direalisasikan paling lambat 31 Desember 2026.

Dari total anggaran tersebut, sebesar US$25 juta dialokasikan sebagai modal bank, sedangkan US$5 juta diperuntukkan bagi persiapan operasional, termasuk perekrutan tenaga kerja, pengembangan sistem, dan pembentukan struktur kelembagaan.

BNDTL diharapkan mulai mendukung pembiayaan UMKM pada 2027, setelah memenuhi persyaratan kelembagaan dan memperoleh izin operasional dari Bank Sentral Timor-Leste (BCTL).

Pembentukan bank tersebut merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk memperluas akses pembiayaan pembangunan dan mendorong investasi pada sektor-sektor produktif, termasuk pertanian, pariwisata, industri pengolahan, serta kegiatan ekonomi yang berpotensi menciptakan lapangan kerja.

Meski demikian, mekanisme pembiayaan, persyaratan pinjaman, dan besaran dana yang dapat diakses perempuan pengusaha masih menunggu ketentuan operasional BNDTL.

AEMTL Susun Rencana Aksi dalam 90 Hari

Sementara itu, Hergui mengatakan AEMTL sedang menyusun laporan akhir dan rencana aksi berdasarkan rekomendasi yang dihasilkan dalam Konferensi Nasional I Perempuan Pengusaha.

Menurutnya, organisasi tersebut menetapkan waktu 90 hari sejak konferensi untuk melakukan pembahasan, mengidentifikasi potensi ekonomi, dan menentukan prioritas usaha yang realistis untuk dikembangkan oleh perempuan pengusaha di berbagai wilayah Timor-Leste.

“Kami memiliki waktu 90 hari untuk bekerja bersama. Saat ini kami sedang menyusun rencana, melihat persiapan yang diperlukan, dan menentukan kegiatan yang paling realistis untuk dilaksanakan,” jelasnya.

Ia mengatakan bahwa hasil akhir konferensi, termasuk produk strategis dan prioritas pengembangan usaha perempuan, akan diumumkan secara resmi setelah proses tersebut selesai.

Hergui menegaskan bahwa salah satu tujuan utama konferensi adalah memperkuat organisasi perempuan yang bergerak dalam sektor usaha mikro, kecil, dan menengah agar mampu memanfaatkan berbagai potensi ekonomi yang dimiliki Timor-Leste.

Pariwisata, pertanian, dan industri pengolahan jadi fokus

Dalam penyusunan rencana aksi tersebut, AEMTL mengidentifikasi sejumlah sektor ekonomi yang memiliki peluang bagi pengembangan usaha perempuan, antara lain pariwisata, kuliner lokal, pertanian, dan industri pengolahan produk.

Menurut Hergui, sektor-sektor tersebut menjadi bagian dari pembahasan mengenai peluang usaha yang dapat dikembangkan perempuan untuk meningkatkan produksi dalam negeri dan menciptakan nilai tambah ekonomi.

“Sektor pariwisata, pertanian, dan pengolahan merupakan bagian dari rencana yang akan dilaksanakan. Namun, wilayah dan produk apa saja yang akan dikembangkan baru dapat diketahui setelah proses 90 hari selesai,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa rencana tersebut diharapkan dapat membantu perempuan pengusaha menentukan prioritas investasi berdasarkan potensi daerah, kemampuan produksi, dan kesiapan masing-masing usaha.

Dengan demikian, perempuan pengusaha diharapkan tidak hanya berperan dalam kegiatan perdagangan, tetapi juga dapat memperluas kontribusi pada sektor produksi dan pengolahan yang mendukung pembangunan ekonomi nasional.

Hergui mengungkapkan bahwa berdasarkan basis data AEMTL, saat ini terdapat 2.014 perusahaan atau usaha yang telah terdaftar sebagai anggota organisasi tersebut.

Namun, ia menegaskan bahwa inisiatif pengembangan ekonomi perempuan tidak hanya ditujukan kepada anggota resmi AEMTL, melainkan juga kepada perempuan pengusaha lain yang belum terdaftar.

“Dalam konferensi nasional yang baru saja berlangsung, kami juga mengundang perempuan pengusaha yang belum menjadi anggota AEMTL agar ikut berpartisipasi. Kami ingin seluruh perempuan pengusaha Timor-Leste terlibat dalam inisiatif ini,” jelasnya.

Menurutnya, keterlibatan perempuan dalam kegiatan ekonomi sangat penting karena perempuan mencakup sekitar separuh populasi Timor-Leste dan memiliki peran besar dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga serta pembangunan nasional.

Hergui mengatakan Perdana Menteri Xanana Gusmão telah menyampaikan kesiapan pemerintah untuk mendukung upaya pemberdayaan ekonomi perempuan.

“Perdana Menteri dengan jelas menyatakan siap memberikan dukungan. Perempuan merupakan separuh dari populasi Timor-Leste. Kita tidak bisa membiarkan separuh penduduk hanya duduk menunggu, sementara yang lain bekerja,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa perempuan perlu memiliki penghasilan sendiri agar mampu memenuhi kebutuhan pribadi, menopang kehidupan keluarga, dan berkontribusi secara langsung terhadap pertumbuhan ekonomi negara.

“Jika kita ingin mengubah kehidupan kita, semua harus bekerja dan berusaha untuk membangun kemandirian masing-masing,” tegasnya. 

Reporter : Cidalia Fátima

Editor    : Armandina Moniz

Publisidade

Leave a Reply

Latest Post

error: Content is protected !!