FHT Wakili Timor-Leste dalam Dialog Digital ASEAN di Filipina

DILI, 05 November 2026 (TATOLI) – Direktur Eksekutif Fundasaun Hadomi Timor (FHT), Abrão Monteiro, yang dikenal dengan nama Nicho Linux, akan mewakili Timor-Leste dalam dialog regional Scam Ready ASEAN Public-Private Partnership Dialogue yang dijadwalkan berlangsung pada 10–11 November 2026 di Manila, Filipina.
Kegiatan yang diselenggarakan oleh ASEAN Foundation dengan dukungan Google.org tersebut akan berlangsung di Manila Ballroom, Manila Marriott Hotel, Newport World Resorts, dengan mengusung tema “Navigating ASEAN’s Digital Future: Strengthening a Whole-of-Community Approach for Digital Resilience” atau menavigasi masa depan digital ASEAN melalui penguatan pendekatan seluruh komunitas untuk membangun ketahanan digital.
Berdasarkan informasi yang dipublikasikan FHT, partisipasi Abrão Monteiro dalam forum tersebut merupakan bagian dari komitmen organisasi untuk memperkuat kerja sama regional, meningkatkan literasi digital, serta mencegah praktik penipuan online di Timor-Leste dan kawasan ASEAN.
FHT juga berperan sebagai mitra pelaksana lokal (Local Implementing Partner) ASEAN Foundation di Timor-Leste dalam mendukung pelaksanaan program Scam Ready ASEAN.
“Melalui keterlibatan tersebut, diharapkan dapat memperkuat kerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan regional dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap ancaman kejahatan digital, khususnya penipuan online yang semakin berkembang seiring dengan kemajuan teknologi,” ungkapnya secara daring.
Berdasarkan informasi resmi ASEAN Foundation, program Scam Ready ASEAN merupakan inisiatif regional yang dilaksanakan pada periode 2025–2027 dengan dukungan Google.org untuk meningkatkan kesadaran, kepercayaan diri, dan kemampuan berpikir kritis masyarakat dalam menghadapi ancaman penipuan digital.
ASEAN Foundation
Program tersebut menargetkan tiga juta pengguna melalui permainan edukasi interaktif Be Scam Ready, yang dirancang untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mengenali berbagai modus penipuan online.
Selain itu, program ini menargetkan pelatihan bagi 2.000 pelatih utama (Master Trainers) yang selanjutnya akan memberikan edukasi kepada 550.000 penerima manfaat, termasuk kaum muda, orang tua, pengasuh, dan lanjut usia.
ASEAN Foundation menjelaskan bahwa program tersebut juga mencakup pengembangan materi pembelajaran antipenipuan, pelatihan bagi pelatih, dialog kebijakan tingkat nasional dan regional, serta kampanye kesadaran keamanan digital yang melibatkan berbagai unsur masyarakat.
Urgensi program ini semakin meningkat menyusul besarnya kerugian ekonomi akibat penipuan digital di kawasan Asia Tenggara.
Menurut data yang dipublikasikan ASEAN Foundation, kerugian finansial akibat penipuan online di Asia Tenggara pada 2024 diperkirakan mencapai US$23,6 miliar.
Ancaman tersebut semakin kompleks akibat penyalahgunaan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), perkembangan sistem pembayaran instan, serta jaringan kejahatan lintas negara.
Sebagai respons, ASEAN membentuk Anti-Scam Working Group dalam Pertemuan Menteri Digital ASEAN kelima pada 2025 untuk memperkuat koordinasi dan kerja sama regional dalam melindungi masyarakat dari penipuan digital.
Sementara itu, FHT merupakan organisasi masyarakat sipil di Timor-Leste yang berfokus pada promosi hak-hak digital, penguatan literasi teknologi, keamanan internet, dan pemberdayaan masyarakat melalui pendidikan serta akses teknologi yang inklusif.
Melalui berbagai kegiatan pelatihan, advokasi kebijakan, dan diskusi publik, FHT berupaya meningkatkan kemampuan masyarakat, terutama generasi muda, dalam menggunakan teknologi digital secara aman, bertanggung jawab, dan produktif.
Organisasi tersebut juga mendorong kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, masyarakat sipil, akademisi, dan kaum muda guna memperkuat ketahanan digital di Timor-Leste.
Reporter : Cidalia Fátima
Editor : Armandina Moniz

