Kualitas udara Timor-Leste mulai membaik setelah dilanda kabut asap

DILI, 20 Oktober 2026 (TATOLI) — Direktorat Nasional Meteorologi dan Geofisika (DNMG) melaporkan bahwa kualitas udara di Timor-Leste mulai menunjukkan perbaikan setelah dilanda kabut asap dalam beberapa waktu terakhir, dengan konsentrasi polutan di kawasan Bandara Internasional Presiden Nicolau Lobato, Komoro, Dili, mengalami penurunan lebih dari 50 persen.
Perkembangan positif tersebut disampaikan DNMG melalui buletin resmi yang diterbitkan pada 19 Oktober 2026, berdasarkan pemantauan kualitas udara setelah akhir pekan, 16–18 Oktober 2026.
“Setelah akhir pekan, kualitas udara di Timor-Leste menunjukkan perkembangan yang baik. Di Bandara Komoro, Dili, tercatat penurunan konsentrasi polutan lebih dari 50 persen, yang menunjukkan adanya perbaikan kualitas udara sejak 05 Oktober 2026,” demikian keterangan DNMG dalam buletin tersebut.
Perbaikan ini juga terlihat dari data platform pemantauan kualitas udara internasional IQAir yang menunjukkan perubahan signifikan tingkat pencemaran udara di Dili.
Berdasarkan data IQAir pada 18 Oktober 2026 pukul 10.00 waktu setempat, indeks kualitas udara atau Air Quality Index (AQI) di Dili sempat mencapai angka 204, yang termasuk kategori sangat tidak sehat (very unhealthy), dengan konsentrasi partikel halus PM2.5 sebesar 129 mikrogram per meter kubik (µg/m³).
Namun, dalam pemantauan berikutnya pada Selasa (20/10), pukul 11.00–12.00 waktu setempat, data IQAir dari stasiun pemantauan Dili International School menunjukkan indeks kualitas udara turun menjadi 44, yang termasuk kategori baik (good).
Penurunan tersebut mengindikasikan perbaikan kondisi udara di lokasi pemantauan, meskipun hasil pengukuran dapat berbeda antarlokasi dan berubah mengikuti kondisi cuaca serta sumber pencemaran setempat.
PM2.5 merupakan partikel pencemar berukuran sangat kecil, yakni berdiameter 2,5 mikrometer atau kurang, yang dapat masuk jauh ke dalam saluran pernapasan dan menimbulkan risiko kesehatan, terutama bagi anak-anak, lanjut usia, serta masyarakat yang memiliki penyakit pernapasan.
Meski kondisi udara mulai membaik, DNMG mengingatkan masyarakat agar tetap waspada karena kualitas udara di Timor-Leste masih dapat mengalami perubahan sesuai kondisi meteorologi dan aktivitas masyarakat di setiap munisipalitas.
“Berdasarkan kondisi cuaca dalam beberapa hari terakhir, kualitas udara masih berada pada tingkat baik hingga sedang. Namun, kondisi ini dapat berubah sesuai keadaan setempat di setiap munisipalitas,” jelas DNMG.
DNMG juga menyoroti aktivitas pembakaran di kawasan perkotaan maupun pedesaan yang berpotensi kembali meningkatkan konsentrasi asap dan partikel pencemar di atmosfer.
Sebelumnya, kabut asap yang melanda sejumlah wilayah Timor-Leste telah menimbulkan kekhawatiran terhadap kesehatan masyarakat dan mengganggu aktivitas pendidikan.
Sebagai langkah pencegahan, pemerintah melalui Kementerian Pendidikan sempat menghentikan sementara kegiatan belajar mengajar secara tatap muka di seluruh wilayah nasional pada 15–17 Oktober 2026, mulai dari pendidikan prasekolah hingga sekolah menengah umum dan pendidikan teknik kejuruan.
DNMG menegaskan akan terus melakukan pemantauan situasi melalui stasiun observasi kualitas udara dan memperbarui informasi apabila terjadi perubahan signifikan.
Buletin resmi DNMG diterbitkan pada 19 Oktober 2026 pukul 14.20 UTC dan berlaku hingga 25 Oktober 2026 pukul 00.00 UTC.
Masyarakat juga dapat mengikuti perkembangan indeks kualitas udara melalui platform IQAir guna mengetahui kondisi pencemaran udara di wilayah Dili.
Meskipun terjadi perbaikan, masyarakat tetap diimbau untuk menghindari pembakaran terbuka dan memperhatikan perkembangan informasi kualitas udara, terutama apabila kabut asap kembali muncul.
Reporter : Cidalia Fátima
Editor : Armandina Moniz

