Top

Timor-Leste akan laporkan dampak kabut asap lintas batas kepada ASEAN

Pemandangan kabut asap yang terlihat di Kawasan Dili dan Atauro pada 16 Oktober 2026. Foto TATOLI/Antonio Daciparu

DILI, 20 Oktober 2026 (TATOLI) — Pemerintah Timor-Leste melalui Direktorat Nasional Pengendalian Polusi (DNCP) berencana menyusun laporan resmi mengenai dampak pencemaran kabut asap lintas batas yang melanda wilayah negara tersebut untuk disampaikan kepada negara-negara anggota Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN).

Direktur Nasional Pengendalian Polusi, Arlindo Silveira, mengatakan langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen Timor-Leste sebagai anggota ASEAN untuk berpartisipasi dalam penanganan pencemaran udara lintas batas atau Transboundary Haze Pollution.

“Sebagai negara anggota ASEAN, setiap tahun kita mengikuti pertemuan yang membahas pencemaran kabut asap lintas batas. Timor-Leste juga mengambil bagian dalam mekanisme tersebut,” kata Arlindo kepada TATOLI, di sela-sela kegiatan Pekan Ozon Sedunia 2026 di Timor Plaza, Dili, Selasa.

Ia menjelaskan bahwa pemerintah akan menyiapkan laporan yang menggambarkan kondisi pencemaran udara yang terjadi di Timor-Leste sebagai bentuk pemberitahuan sekaligus perhatian bersama di tingkat regional.

“Kami akan menyusun laporan untuk memberikan peringatan dan menyampaikan kondisi yang terjadi di Timor-Leste kepada negara-negara anggota ASEAN lainnya, sehingga persoalan ini dapat menjadi perhatian bersama,” ujarnya.

Menurut Arlindo, keterlibatan Timor-Leste dalam pembahasan kabut asap lintas batas penting karena persoalan pencemaran udara tidak hanya berdampak pada satu negara, tetapi juga dapat memengaruhi kondisi lingkungan di kawasan Asia Tenggara.


Pemandangan kabut asap yang terlihat di Kawasan Dili dan Atauro. Foto diambil pada 16 Oktober 2026. Foto TATOLI/Antonio Daciparu

Dalam beberapa waktu terakhir, Timor-Leste mengalami kabut asap yang menyebabkan penurunan kualitas udara di sejumlah wilayah, termasuk ibu kota Dili.

Arlindo mengatakan kondisi polusi udara tersebut juga disertai cuaca panas yang dirasakan masyarakat, sehingga pemerintah mengimbau warga agar mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila kondisi udara memburuk.

Ia meminta masyarakat untuk tetap berada di tempat terlindung dan menggunakan perlengkapan pelindung, terutama masker, saat harus melakukan aktivitas di luar ruangan.

“Ketika polusi udara terjadi, kita merasakan kondisi yang sangat panas. Karena itu, kami meminta masyarakat agar tetap berada di tempat yang aman dan menggunakan masker ketika harus beraktivitas,” jelasnya.

Sementara itu, Direktorat Nasional Meteorologi dan Geofisika (DNMG) dalam buletin resminya pada 19 Oktober 2026 melaporkan bahwa kualitas udara di Timor-Leste mulai membaik setelah kabut asap yang melanda negara tersebut pada pekan sebelumnya.

Berdasarkan pemantauan di kawasan Bandara Comoro, Dili, konsentrasi polutan dilaporkan mengalami penurunan lebih dari 50 persen, menandakan adanya perbaikan kualitas udara dibandingkan dengan kondisi sebelumnya.

Meski demikian, DNMG mengingatkan bahwa kualitas udara masih dapat berubah sesuai kondisi meteorologi dan aktivitas masyarakat, termasuk pembakaran terbuka yang berpotensi meningkatkan kembali konsentrasi polutan di atmosfer.

Sebelumnya, pemerintah juga sempat menghentikan sementara kegiatan belajar mengajar secara tatap muka di seluruh wilayah Timor-Leste pada 15–17 Oktober 2026 sebagai langkah pencegahan terhadap risiko kesehatan akibat pencemaran udara.

Reporter : Cidalia Fátima

Editor    : Armandina Moniz

Publisidade

Leave a Reply

Latest Post

error: Content is protected !!