PM Xanana bertemu pengusaha Thailand bahas peluang investasi dan kerja sama ekonomi

DILI, 08 Oktober 2026 (TATOLI) – Pemerintah Timor-Leste menjajaki peluang investasi dengan dua kelompok perusahaan besar Thailand, Thai Beverage Public Company Limited (ThaiBev) dan Thai Charoen Corporation Group (TCC Group), di sektor pariwisata, industri, perdagangan ritel, properti, dan logistik guna memperkuat diversifikasi ekonomi nasional serta mengurangi ketergantungan terhadap barang impor.
Peluang kerja sama tersebut dibahas dalam pertemuan antara Perdana Menteri Timor-Leste, Kay Rala Xanana Gusmão, dan jajaran pimpinan ThaiBev serta TCC Group di Hotel Mandarin Oriental, Bangkok, Thailand, Kamis.
Pertemuan tersebut dihadiri Chief Executive Officer (CEO) ThaiBev Group, Thapana Sirivadhanabhakdi; pimpinan eksekutif TCC Group sekaligus Presiden Thai Beverage Public Company Limited, Sopon Racharaka; serta penasihat perusahaan, Polapatr Suvarnazorn.
Dalam pertemuan itu, PM Xanana menyampaikan apresiasi atas kesempatan berdialog langsung dengan pimpinan kedua kelompok usaha tersebut untuk mempelajari pengalaman mereka dalam mengembangkan bisnis di kawasan Asia Tenggara.
“Saya senang dapat mempelajari lebih lanjut mengenai TCC Group dan ThaiBev serta kegiatan bisnis mereka di seluruh kawasan. TCC Group beroperasi di seluruh Asia Tenggara, dengan kegiatan usaha yang mencakup minuman, makanan, ritel, properti, perhotelan, dan berbagai sektor lainnya,” kata PM Xanana.
Kepala Pemerintahan menjelaskan bahwa keanggotaan Timor-Leste dalam Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) menjadi momentum penting bagi negara tersebut untuk memperkuat hubungan ekonomi dan perdagangan dengan negara-negara anggota serta kelompok usaha regional.
Menurutnya, Pemerintah Timor-Leste saat ini memprioritaskan pembangunan ekonomi yang lebih produktif dan terdiversifikasi, khususnya melalui peningkatan produksi dalam negeri, pengembangan industri lokal, dan pengurangan ketergantungan terhadap barang impor.
“Kami memiliki ekonomi yang terbuka dan berkembang, dengan tingkat pajak yang sangat rendah. Investasi asing akan memainkan peran penting dalam pembangunan kami. Kami menyambut investor yang serius, memiliki pandangan jangka panjang, dan bersedia bekerja sama dengan kami untuk mengembangkan perekonomian,” tegasnya.
PM Xanana menekankan bahwa Timor-Leste membutuhkan investasi yang tidak hanya membawa modal, tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan produksi lokal, serta membangun rantai pasokan domestik yang berkelanjutan.
Ia juga mengundang pimpinan ThaiBev dan TCC Group untuk mempertimbangkan peluang bisnis di Timor-Leste, termasuk kemungkinan pengembangan industri produksi minuman.
“Kami senang mendengar strategi investasi Anda dan faktor-faktor yang menjadi pertimbangan dalam mengambil keputusan investasi, termasuk dalam produksi minuman. Kami percaya Timor-Leste dapat menawarkan peluang bagi TCC Group di bidang pariwisata, ritel, properti, dan logistik,” ujarnya.
Selain membahas peluang investasi langsung, kedua pihak juga mendiskusikan kemungkinan kerja sama dalam pengembangan industri, pengolahan hasil pertanian dan pangan, perdagangan, serta penguatan sistem distribusi dan logistik.
Pemerintah Timor-Leste menilai pengalaman TCC Group dalam mengelola berbagai sektor usaha dapat menjadi peluang untuk meningkatkan kapasitas industri nasional, termasuk melalui transfer pengetahuan teknis, pelatihan profesional, dan pertukaran praktik operasional.
Kerja sama tersebut diharapkan dapat mendukung pengembangan keterampilan tenaga kerja Timor-Leste, khususnya generasi muda, sekaligus memperkuat kemampuan perusahaan lokal dalam menjalankan kegiatan usaha.
Di sisi lain, Pemerintah juga berupaya memperluas akses pembiayaan dan pasar bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), termasuk melalui lembaga keuangan dan bank pembangunan nasional.
Langkah tersebut merupakan bagian dari strategi Pemerintah untuk meningkatkan partisipasi pengusaha lokal dalam perekonomian, memperluas kesempatan kerja, dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Selain sektor ekonomi, pertemuan tersebut turut membahas peluang kerja sama sosial dan budaya antara Timor-Leste dan Thailand, terutama melalui pendidikan, pertukaran pengalaman, dan pengembangan kapasitas generasi muda.
Salah satu inisiatif yang dibicarakan adalah kemungkinan kerja sama di bidang olahraga, termasuk program pertukaran sepak bola remaja dengan Thailand untuk mendukung pengembangan bakat dan pengalaman internasional generasi muda Timor-Leste.
PM Xanana kembali menegaskan bahwa Pemerintah Timor-Leste terbuka terhadap investor asing yang memiliki komitmen membangun kemitraan jangka panjang serta memberikan manfaat nyata bagi pembangunan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
Pertemuan dengan pimpinan ThaiBev dan TCC Group tersebut masih berfokus pada penjajakan peluang investasi dan kerja sama ekonomi. Belum disebutkan adanya kesepakatan investasi maupun nilai komitmen investasi yang dihasilkan dari pertemuan tersebut.
Dalam pertemuan itu, PM Xanana didampingi Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Koordinator Bidang Ekonomi dan Menteri Pariwisata dan Lingkungan Hidup, Francisco Kalbuadi Lay; Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Koordinator Bidang Sosial dan Menteri Pembangunan Pedesaan dan Perumahan Komunitas, Mariano Assanami Sabino; serta Duta Besar Timor-Leste untuk Thailand, Francisco Cepeda.
Pertemuan tersebut merupakan bagian dari rangkaian kunjungan resmi PM Xanana Gusmão ke Thailand selama satu pekan untuk memperkuat hubungan bilateral dan memperluas peluang kerja sama ekonomi antara kedua negara.
Reporter: Cidalia Fátima
Editor : Armandina Moniz

