Timor-Leste ikut berpartisipasi dalam pertemuan Konfederasi Veteran Negara-Negara ASEAN

DILI, 07 Oktober 2026 (TATOLI) – Timor-Leste ikus berpartisipasi dalam Pertemuan Dewan Eksekutif ke-38 Konfederasi Veteran Negara-Negara ASEAN (VECONAC – Veterans Confederation of ASEAN Countries) di Phnom Penh, Kamboja. Keikutsertaan Timor-Leste dalam pertemuan tersebut sebagai negara anggota ASEAN ke – 11.
Berdasarkan Laman Kementerian Luar Negeri dan Kerja Sama (MNEC), disebutkan bahwa Pertemuan Dewan Eksekutif ke-38 VECONAC dan Sidang Umum ke-25 itu diselenggarakan pada tanggal 03–07 Oktober 2026 di Phnom Penh, Kamboja.
Dimana, tonggak penting dalam Sidang Umum ini adalah bergabungnya Conselho dos Combatentes da Libertação Nacional (CCLN) secara resmi sebagai anggota ke-11 VECONAC.
Timor-Leste diwakili oleh Wakil Presiden I CCLN dan Ketua delegasi, Mayor Jenderal João Miranda didampingi Wakil Tetap Timor-Leste untuk ASEAN, Elisa Maria da Silva, Duta Besar Timor-Leste untuk Australia, Inês Maria de Almeida, dan Duta Besar Timor-Leste untuk Kamboja, Marcos dos Reis da Costa.

Keikutsertaan Timor-Leste ini merupakan tonggak pencapaian yang semakin memperkuat keterlibatan Timor-Leste dengan entitas yang berafiliasi dengan ASEAN serta organisasi veteran regional, sekaligus berkontribusi pada integrasi berkelanjutan Timor-Leste ke dalam Komunitas ASEAN.
Sekretaris Jenderal ASEAN soroti peranan penting para veteran dalam mewariskan nilai-nilai perdamaian
Sementara dalam Laman ASEAN, disebutkan bahwa Sekretaris Jenderal ASEAN, Dr. Kao Kim Hourn dalam pidatonya pada Pertemuan Dewan Eksekutif ke-38 Konfederasi Veteran Negara-Negara ASEAN (VECONAC) itu menyoroti peranan penting para veteran dalam mewariskan nilai-nilai perdamaian, pengabdian, dan solidaritas kepada generasi muda.
Dalam pidatonya, Kao Kim juga menggarisbawahi kontribusi VECONAC, sebagai Entitas yang Berafiliasi dengan ASEAN berdasarkan Lampiran 2 Piagam ASEAN—terhadap Komunitas yang berpusat pada masyarakat serta terhadap aspirasi Visi Komunitas ASEAN 2045 : Masa Depan Kita Bersama.

Kao Kim menyoroti peran penting para veteran dalam mewariskan nilai-nilai perdamaian, pengabdian, dan solidaritas kepada generasi muda, termasuk melalui bidang kerja sama baru ADMM (ASEAN Defence Ministers’ Meeting) mengenai sejarah militer yang dipelopori oleh Kamboja.
Beliau juga menyampaikan terima kasih kepada Asosiasi Veteran dan Para Pensiunan militer Kamboja yang telah menjadi tuan rumah pertemuan tersebut, serta penyelenggaraan Sidang Umum VECONAC ke-25 pada tanggal 05 Oktober 2026 dan serah terima jabatan Presiden VECONAC kepada Asosiasi Veteran Angkatan Bersenjata Kerajaan Brunei (VARBAF) untuk tahun 2027.
Untuk diketahui bahwa, Konfederasi Veteran Negara-Negara ASEAN, atau dikenal sebagai Veterans Confederation of ASEAN Countries (VECONAC), adalah organisasi resmi yang mewadahi perhimpunan organisasi veteran perang dan pejuang dari negara-negara anggota ASEAN.
VECONAC sendiri didirikan pada 19 December 1980, oleh Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, dan Thailand. Sementara, keanggotaan saat ini beranggotakan perhimpunan veteran dari seluruh negara anggota ASEAN.
Sedangkan, tujuan utamanya untuk mempererat pemrsahabatan dengan empromosikan solidaritas, persahabatan, dan kerja sama erat di antara sesama organisasi veteran di kawasan ASEAN.
Tim TATOLI

