Paus Leo XIV ajak kaum muda dunia bersiap menuju WYD Seoul 2027

DILI, 06 oktober 2026 (TATOLI) – Paus Leo XIV mengajak Gereja, khususnya para imam dan religius Korea Selatan, untuk mendampingi kaum muda dalam mempersiapkan diri menuju World Youth Day (WYD) atau Hari Orang Muda Katolik Sedunia yang akan digelar di Seoul, Korea Selatan, pada 03 hingga 08 agustus 2027.
Pesan tersebut disampaikan Paus saat menerima sekitar 170 imam, suster dan religius asal Korea dalam audiensi di Vatikan pada 05 oktober 2026. Sebagian dari mereka terlibat dalam persiapan penyelenggaraan WYD Seoul 2027.
Paus berharap mereka menjadi “saksi harapan” bagi kaum muda yang akan menghadiri WYD dan menjadi pembawa perdamaian di Semenanjung Korea.
Menurut Paus, WYD Seoul akan mempertemukan kaum muda dari berbagai belahan dunia di sebuah negara tempat iman Katolik tumbuh melalui kesaksian para martir Korea.
“World Youth Day berikutnya akan membuat semua ini terlihat,” kata Paus.
Paus berharap pertemuan tersebut menjadi momentum yang menghubungkan warisan iman para martir dengan generasi muda. Para martir mewariskan iman kepada generasi berikutnya dan kaum muda menerimanya untuk kemudian membawanya ke berbagai penjuru dunia.
Kepada mereka yang terlibat dalam persiapan WYD, Paus meminta agar memberikan perhatian kepada kaum muda dengan mendengarkan dan berjalan bersama mereka.
Ia juga mengajak mereka membantu generasi muda memahami bahwa mengikuti Kristus tidak mengurangi kebebasan, tetapi membawanya pada kepenuhan, sementara iman tidak membatasi kehidupan melainkan membuka cakrawala yang lebih luas.
Paus Leo XIV meminta seluruh pihak mempersiapkan WYD dengan penuh semangat dan berpegang pada tema pertemuan tersebut, “Take courage! I have overcome the world” atau “Kuatkanlah hatimu! Aku telah mengalahkan dunia”, yang diambil dari Injil Yohanes 16:33.
Tema tersebut sebelumnya dipilih Paus Fransiskus. Situs resmi WYD Seoul menjelaskan tema itu sebagai ajakan kepada kaum muda untuk memiliki keberanian dan harapan di tengah berbagai tantangan dunia, termasuk konflik, kesulitan ekonomi dan ketidakpastian masa depan.
WYD Kedua di Asia
Berdasarkan rencana resmi penyelenggara, rangkaian WYD Seoul 2027 berlangsung selama 11 hari, dimulai dengan program di keuskupan-keuskupan pada 29 juli hingga 02 agustus, sebelum kegiatan utama di Seoul pada 03 hingga 08 agustus 2027.
Kegiatan utama akan dimulai dengan Misa Pembukaan pada 03 agustus, dilanjutkan katekese bersama para uskup dan Youth Festival pada 04 hingga 06 agustus.
Paus dijadwalkan mengikuti upacara penyambutan bersama kaum muda pada 05 agustus dan Jalan Salib pada 06 agustus. Sementara pada 07 agustus, kaum muda akan mengikuti vigili bersama Paus sebelum Misa Penutupan pada 08 agustus.
Dalam Misa Penutupan tersebut, Paus juga dijadwalkan mengumumkan kota tuan rumah untuk penyelenggaraan WYD internasional berikutnya.
WYD Seoul 2027 memiliki arti tersendiri karena menjadi penyelenggaraan WYD internasional kedua di Asia setelah Manila, Filipina pada 1995. Seoul juga menjadi tuan rumah pertama WYD yang berada di negara dengan latar budaya non-Kristen dan negara yang masih mengalami pembagian wilayah.
Panitia Penyelenggara Lokal (LOC) telah menetapkan Truth, Love and Peace atau Kebenaran, Kasih dan Perdamaian sebagai tiga nilai spiritual utama WYD Seoul 2027.
Ketua LOC sekaligus Uskup Agung Seoul, Mgr. Peter Chung Soon-taick, sebelumnya mengatakan Seoul pada 2027 diharapkan tidak hanya menjadi kota tuan rumah, tetapi juga menjadi kota harapan, solidaritas dan misi.
Sementara Koordinator Umum WYD Seoul 2027, Uskup Paul Kyung-sang Lee, mengatakan WYD merupakan perayaan yang mempertemukan kaum muda dari berbagai negara untuk berbagi nilai-nilai universal yang menyatukan umat manusia.
Sejak pertama kali digelar di Roma pada 1986, WYD internasional telah diikuti secara kumulatif oleh lebih dari 23,5 juta peserta. Penyelenggara mencatat hampir empat juta kaum muda menghadiri WYD Manila pada 1995, sementara lebih dari 1,5 juta peziarah berpartisipasi dalam WYD Lisbon pada 2023.
Menjelang penyelenggaraan pada 2027, berbagai persiapan terus dilakukan di Korea Selatan, termasuk perjalanan Salib WYD dan ikon Bunda Maria ke berbagai keuskupan, program pembinaan kaum muda serta kampanye lingkungan.
Penyelenggara juga menjalankan kampanye Breath of Life sebagai bagian dari komitmen terhadap kepedulian lingkungan. Lebih dari 700 pohon telah ditanam untuk membantu mengimbangi emisi karbon dan program tersebut akan terus berlangsung hingga 2027.
Paus Leo XIV berharap WYD Seoul nantinya tidak hanya menjadi pertemuan besar kaum muda Katolik dunia, tetapi juga menjadi kesempatan untuk membangun perdamaian dan rekonsiliasi, khususnya di Semenanjung Korea yang masih menghadapi luka akibat perpecahan.
Reporter: Cidalia Fátima
Editor : Armandina Moniz

