Pemerintah siapkan kerangka perlindungan investasi Timor-Leste dan Indonesia

DILI, 07 Oktober 2027 (TATOLI) – Pemerintah Timor-Leste tengah mempersiapkan kerangka promosi dan perlindungan investasi dengan Indonesia guna menciptakan kondisi yang lebih kondusif bagi investasi serta memperkuat kerja sama ekonomi kedua negara.
Persiapan tersebut dibahas melalui analisis awal terhadap rancangan perjanjian antara Pemerintah Republik Demokratik Timor-Leste dan Pemerintah Republik Indonesia mengenai promosi dan perlindungan investasi dalam rapat Dewan Menteri, rabu ini.
Rapat Dewan Menteri dipimpin Perdana Menteri sementara yang juga menjabat sebagai Menteri Kehakiman, Sérgio Hornai.
Perjanjian tersebut bertujuan menciptakan kondisi yang lebih kondusif bagi investasi antara kedua negara melalui kerangka perlindungan dan perlakuan terhadap investasi, fasilitasi prosedur serta mekanisme penyelesaian sengketa yang mungkin timbul.
Melalui instrumen tersebut, Pemerintah juga berupaya meningkatkan kepercayaan investor, mendorong arus modal dan teknologi, serta memberikan kontribusi terhadap pembangunan ekonomi dan penguatan kerja sama bilateral Timor-Leste dan Indonesia.
Wakil Menteri Urusan Parlemen, Adérito Hugo, menjelaskan analisis awal terhadap perjanjian tersebut dilakukan menjelang kunjungan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Francisco Kalbuadi Lay, ke Jakarta, Indonesia.
Menurutnya, Pemerintah Timor-Leste dan Indonesia sebelumnya telah melakukan berbagai komunikasi untuk mengembangkan kerja sama kedua negara di masa depan, khususnya di sektor ekonomi dan investasi.
“Seperti yang kita semua ketahui, hubungan bilateral kita dengan Indonesia sangat kuat. Kita juga melakukan pengelolaan terhadap perbatasan darat dan laut yang menghubungkan kita secara langsung dengan Indonesia,” kata Adérito Hugo.
Ia menjelaskan, selama bertahun-tahun koordinasi antara Timor-Leste dan Indonesia telah berjalan dengan baik. Karena kedua negara berbatasan langsung melalui darat dan laut, kerja sama yang telah dibangun selama 24 tahun dinilai perlu terus dikembangkan.
Menurut Adérito, perjanjian tersebut nantinya diharapkan memberikan kerangka yang dapat menjamin investasi Indonesia di Timor-Leste sekaligus membuka kesempatan bagi Timor-Leste untuk mengakses peluang investasi dalam konteks Indonesia dan kawasan.
“Ada dokumen resmi sebagai komitmen di bidang investasi untuk menjamin investasi dari pihak Indonesia ke Timor-Leste dan pihak kita juga dapat mengakses investasi Indonesia dalam konteks kawasan,” ujarnya.
Adérito menambahkan, posisi Indonesia sebagai salah satu negara anggota ASEAN dengan jumlah penduduk yang besar memberikan potensi bagi Timor-Leste untuk meningkatkan kerja sama kedua negara, khususnya di bidang investasi.
“Kita semua tahu bahwa Indonesia juga merupakan negara anggota ASEAN dengan populasi yang besar. Ada potensi yang sangat besar bagi kita untuk meningkatkan kerja sama ini ke tingkat yang lebih maju dalam bidang investasi,” tuturnya.
Reporter : Cidalia Fátima
Editor : Armandina Moniz

