Top

Timor-Leste dan Selandia Baru bahas konsep dan pengembangan Monumen INTERFET  

Menteri Kabinet Dewan Menteri, Agio Pereira, bertemu Duta Besar Selandia Baru untuk Timor-Leste, Helen Tunnah. Foto PCM

DILI, 23 September 2026 (TATOLI) – Menteri Kabinet Dewan Menteri, Agio Pereira, bertemu Duta Besar Selandia Baru di Timor-Leste, Helen Tunnah untuk memaparkan konsep yang sedang dikembangkan untuk mendirikan Monumen Pasukan Internasional untuk Timor-Leste (INTERFET).

Berdasarkan Laman Kementerian Kabinet Dewan Menteri (PCM), disebutkan bahwa, pertemuan antara Menteri Agio dan Dubes Helen itu dilakukan di Dili, pada Selasa (22/09).

Pertemuan tersebut juga dihadiri oleh perwakilan dari Kantor Kepresidenan Republik dan Kantor Dewan Menteri, serta merupakan bagian dari proses konsultasi yang sedang berlangsung dengan perwakilan negara-negara utama anggota INTERFET.

Dalam pertemuan ini, dipaparkan konsep umum dan komponen utama yang direncanakan untuk lokasi tersebut, yang akan dikembangkan di area bekas helipad INTERFET, di sebelah Istana Kepresidenan Nicolau Lobato, Dili.

Menteri Agio Pereira menjelaskan bahwa tujuannya bukan untuk menjadi tempat berkabung, melainkan tempat yang memancarkan kebanggaan dan kenangan, melalui penciptaan “sebuah tempat yang hidup, yang melestarikan serta menceritakan sejarah INTERFET, menjadi sarana edukasi dan budaya, sekaligus menjadi daya tarik wisata bagi masyarakat Timor-Leste maupun pengunjung yang datang ke Timor-Leste.

“Sebuah ruang yang mengenang kontribusi internasional dalam pemulihan perdamaian dan keamanan di Timor-Leste, serta mewariskan nilai-nilai solidaritas, kerja sama internasional, dan perdamaian yang terkait dengan misi ini kepada generasi mendatang,” tambahnya.

Duta Besar Helen Tunnah menyatakan kesediaan Selandia Baru untuk mendukung pengumpulan artefak dan benda-benda lain yang berkaitan dengan partisipasi negara tersebut dalam INTERFET, serta berkontribusi pada pengembangan konsep memorial melalui dukungan teknis.

Proyek ini menyediakan ruang terpadu bagi aspek kenangan, pendidikan, dan budaya, yang didedikasikan untuk sejarah INTERFET serta kontribusi internasional dalam pemulihan perdamaian dan keamanan di Timor-Leste.

Konsep ini juga bertujuan untuk memastikan bahwa memorial tersebut memiliki dimensi pendidikan dan sejarah, sekaligus menjadi ruang yang menarik bagi pengunjung nasional maupun internasional.

Pertemuan tersebut juga membahas usulan pendekatan pengembangan konten sejarah dan pameran, yang semestinya mencakup kontribusi dari negara-negara peserta INTERFET, para veteran, dan pihak-pihak terkait lainnya, guna memastikan representasi yang komprehensif dan cermat mengenai misi tersebut beserta warisannya.

Lokasi yang dipilih untuk proyek ini akan diresmikan secara resmi pada tanggal 14 September 2024, bertepatan dengan peringatan 25 tahun INTERFET, melalui sebuah upacara pemberkatan yang akan dilaksanakan di bekas lokasi helipad yang digunakan selama misi tersebut berlangsung.

Pemerintah akan melanjutkan proses konsultasi dan pengembangan proyek tersebut, dalam koordinasi dengan Kepresidenan Republik serta dengan negara-negara dan entitas yang terkait dengan INTERFET.

Tim TATOLI  

Publisidade

Leave a Reply

Latest Post

error: Content is protected !!